<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>asuransicerdas.com &#187; uang pertanggungan</title>
	<atom:link href="http://www.asuransicerdas.com/tag/uang-pertanggungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.asuransicerdas.com</link>
	<description>Memilih produk asuransi secara cerdas !</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 09:27:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Risiko-risiko yang Mungkin Terjadi pada Kehidupan Anda</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/05/16/risiko-risiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/05/16/risiko-risiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 09:26:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[antisipasi resiko]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[dana cadangan]]></category>
		<category><![CDATA[dana darurat]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pencari nafkah]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[phk]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>
		<category><![CDATA[sakit kritis]]></category>
		<category><![CDATA[uang pertanggungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[Bayangkan, Anda adalah Seorang Pria  sebagai pencari nafkah berusia 33 tahun, memiliki seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Istri Anda adalah seorang ibu rumah tangga. Yang berarti Anda merupakan satu-satunya penghasil income bagi keluarga Anda. Saat ini Anda hanya memiliki simpanan uang di bank yang belum begitu banyak, hanya sekitar Rp [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-706" title="Risiko1" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/05/Risiko1.jpg" alt="Risiko1" width="293" height="172" />Bayangkan, Anda adalah Seorang Pria  sebagai pencari nafkah berusia 33 tahun, memiliki seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil</strong>. Istri Anda adalah seorang ibu rumah tangga. Yang berarti Anda merupakan satu-satunya penghasil income bagi keluarga Anda. Saat ini Anda hanya memiliki simpanan uang di bank yang belum begitu banyak, hanya sekitar Rp 20 juta, dan memiliki sebuah motor dan sebuah mobil.</p>
<p>Pertanyaannya sederhana: “<em>Apa yang terjadi kalau Anda mengalami resiko Sakit Kritis atau bahkan meninggal dunia?</em>”</p>
<p style="text-align: justify;">Secara keuangan, sudah jelas, gaji Anda berhenti. Mungkin kantor tempat Anda bekerja akan berbaik hati memberikan pesangon, tapi berapa sih pesangonnya? Akan tetapi Sekarang siapa yang akan membiayai hidup orang-orang yang Anda tinggalkan? Bagaimana dengan masa depan pendidikan Anak-anak Anda? Bagaimana pula dengan kehidupan istri Anda..?</p>
<p style="text-align: justify;">Keluarga Anda mungkin akan memakai uang pesangon plus mencairkan simpanan Anda di Bank. Dan pastinya cepat atau lambat uang itu pasti akan habis. Disinilah pentingnya melakukan proteksi sehingga kalau terjadi satu risiko, apapun risiko itu, orang yang Anda cintai tidak perlu lagi “menderita” secara keuangan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Anda seorang wanita, belum menikah, dan masih tinggal di rumah orang tua</strong>. Menariknya, Anda adalah anak satu-satunya yang sudah bekerja. Orang tua Anda sudah pensiun. Adik-adik anda masih sekolah. Anda satu-satunya orang di rumah yang memiliki penghasilan layak dan menanggung beban hidup seluruh keluarga, dari bekerja sebagai karyawan.</p>
<p>Apa yang terjadi kalau tiba-tiba sedang menyeberang jalan di dekat kantor, dan sebuah mobil menabrak Anda dengan cukup kencang dari belakang?</p>
<p>Ada dua kemungkinan. Pertama, Anda meninggal. Otomatis, gaji Anda berhenti. Kalau gaji Anda berhenti, berhenti juga tanggungan Anda untuk keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemungkinan kedua, ketika ditabrak , Anda tidak meninggal. Hanya mengalami luka, namun sangat parah. Kemungkinan terburuk, Anda koma, tidak sadarkan diri. Dokter Anda juga tidak tahu sampai kapan Anda tidak sadarkan diri. Akan tetapi, di kantor Anda, jelas Anda sudah akan dirumahkan. Bahkan siap-siap sajaò kehilangan pekerjaan di bulan kedua. Sementara Anda tidak sadarkan diri, nggak tahu sampai kapan. Kalau Anda tidak bisa kembali bekerja, penghasilan Anda juga berhenti.</p>
<p style="text-align: justify;">Risiko lain, Anda sakit. Ada biaya dokter yang harus dibayar. Belum lagi biaya rumah sakit. Nginep di rumah sakit itu mahal. Per malam bisa ratusan ribu. Belum kalau operasi, belum biaya obatnya. Bisa puluhan juta!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulannya, Risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi pada kehidupan Anda antara lain adalah</strong>:</p>
<p>1. Kematian</p>
<p>2. Kecelakaan</p>
<p>3. Sakit</p>
<p>4. Pemutusan Hubungan Kerja</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal yang Bisa Anda Lakukan untuk Memproteksi Akibat Risiko, Jawabannya adalah : Miliki <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/10/28/asuransi-syariah-solusi-finansial-anda/" target="_self">Asuransi / Proteksi</a> dan  Miliki <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/11/05/dana-darurat-cukup-hidup-pun-nyaman/" target="_self">Dana Cadangan</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Asuransi / Proteksi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang dimaksud dengan Asuransi / Proteksi? Proteksi di sini adalah perlindungan bila terjadi satu risiko pada keluarga Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan memiliki asuransi, maka akibat-akibat yang muncul bila terjadi risiko pada keluarga Anda bisa diantisipasi. Bila terjadi risiko kematian pada diri Anda, perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah uang yang biasa disebut Uang Pertanggungan kepada ahli waris Anda. Uang Pertanggungan inilah yang nanti diharapkan bisa dikelola oleh ahli waris Anda.</p>
<p><a href="http://www.asuransicerdas.com/category/asuransi/" target="_self">Asuransi</a> ini juga bisa berfungsi memberikan penggantian biaya kesehatan, bila Anda dirawat dirumah sakit, tanpa mengganggu aset / tabungan Anda.</p>
<p><strong>2. Dana cadangan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang yang sudah bekerja, apakah Anda terus-menerus tidak pernah memiliki uang tunai di rekening tabungan Anda? Kalau jawabannya IYA, Situasi Anda CUKUP berbahaya.</p>
<p style="text-align: justify;">“<em>Miliki dana cadangan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran keluarga selama beberapa bulan ke depan kalau-kalau terjadi sesuatu pada sumber penghasilan Anda</em>.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jadi, apa yang harus dilakukan? Sederhana sekali: <a href="http://www.asuransicerdas.com/category/perencana-keuangan/" target="_self">miliki dana cadangan</a>!</strong> Guna dana cadangan adalah untuk membayar pengeluaran-pengeluaran Anda selama belum mendapatkan pekerjaan atau untuk membayar keperluan-keperluan mendesak.</p>
<p style="text-align: justify;">Seberapa besar jumlah dana cadangan yang sebaiknya dimiliki? Ya, sebesar pengeluaran keluarga selama beberapa bulan. Anggap saja bila Anda di-PHK, Anda akan hidup dari dana cadangan untuk beberapa bulan sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan kembali. Berapa jumlahnya? Idealnya sekitar 2 sd 6 bulan pengeluaran keluarga Anda atau bisa disesuaikan dengan kenyamanan Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, kalau pengeluaran keluarga Anda saat ini Rp.2 juta per bulan, berarti Anda harus mempunyai dana cadangan sebesar Rp. 64hingga 12 juta. Ambil contoh dana cadangan sebesar Rp.12 juta. Ini berarti, kalau Anda di-PHK hari ini juga dan tidak mendapatkan uang pesangon, Anda masih mempunyai uang untuk membayar pengeluaranpengeluaran keluarga selama 6 bulan ke depan walaupun Anda tidak digaji lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, tunggu apa lagi? <strong>Miliki  Asuransi dan Dana Cadangan sekarang juga</strong>! Jangan sampai Anda mengalami resiko kehidupan atau Anda harus di-PHK dan tidak mendapatkan uang pesangon, Anda sengsara, keluarga Anda pun merana.</p>
<p style="text-align: justify;">Disadur dari : <em>Siapa Bilang jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya, karya Safir Senduk</em></p>
<p><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p>Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md</p>
<p>081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/05/16/risiko-risiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masak sih Asuransi itu Penting?</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/01/31/masak-sih-asuransi-itu-penting/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/01/31/masak-sih-asuransi-itu-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 00:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[nilai ekonomis]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[polis asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[premi]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[uang pertanggungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Asuransi pada dasarnya adalah kebutuhan yang penting dan seharusnya dipenuhi oleh setiap individu yang sudah mempunyai penghasilan. Karena didalam individu tersebut mempunyai nilai ekonomis yang sangat besar, sehingga asuransi / asuransi syariah inilah yang bertugas untuk melindungi nilai ekonomis seseorang.
Dalam roda kehidupan ini, tanpa disadari banyak sekali ancaman dan bahaya yang mungkin terjadi. Ancaman dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-536" title="lifes stages" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/01/lifes-stages.jpg" alt="lifes stages" width="251" height="230" />Asuransi pada dasarnya adalah kebutuhan yang penting dan seharusnya dipenuhi oleh setiap individu yang sudah mempunyai penghasilan</strong>. Karena didalam individu tersebut mempunyai nilai ekonomis yang sangat besar, sehingga asuransi / asuransi syariah inilah yang bertugas untuk melindungi <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/12/13/anda-seorang-profesional-lindungi-income-anda/" target="_self">nilai ekonomis</a> seseorang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam roda kehidupan ini, tanpa disadari banyak sekali ancaman dan bahaya yang mungkin terjadi. Ancaman dan bahaya tersebut biasa disebut dengan risiko kehidupan. Risiko kehidupan tersebut bisa berwujud sakit, sakit kritis, cacat tetap atau meninggal dunia. Namun demikian, banyak diantara Anda yang tidak peduli dengan adanya risiko kehidupan tersebut. Padahal ketika musibah datang menghantui Anda, yang kena dampaknya bukan hanya Anda tapi Anak dan Istri Anda. Anak dan Istri Anda akan dibuat kelimpungan jika Anda tidak peduli dengan resiko yang terjadi pada diri Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Anda yang peduli pada diri sendiri dan keluarga, tentunya Anda akan berpikir,&#8221;<em>Apa yang semestinya saya lakukan untuk memberikan rasa aman dan jaminan keamanan keuangan pada istri, anak, dan keluargaku</em>&#8220;. Yang bisa Anda lakukan adalah membuka sebuah rekening Asuransi. <strong> Keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika membuka Rekening ini adalah </strong>:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1) Memastikan bahwa keluarga Anda memiliki dana yang cukup seandainya Anda harus <em>pindah dunia</em> secara tiba-tiba</strong>. Atau, keluarga Anda mendapatkan proteksi manakala Anda mengalami cacat tetap secara total akibat penyakit yang Anda derita sehingga Anda tidak dapat bekerja seperti sedia kala.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja, kita tidak pernah mengharapkan terjadinya musibah ini. Kematian, kemalangan, tidak pernah bisa diprediksi kedatangannya. Kalaupun itu terjadi, ketika Anda sudah memproteksi diri dengan produk asuransi, lebih-lebih asuransi syariah, keluarga sebagai ahli waris akan mendapatkan perlindungan berharga terhadap risiko  yang tak terduga dalam bentuk uang pertanggungan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2) Memastikan bahwa keluarga Anda dapat mempertahankan standard kualitas hidup manakala Anda harus pindah dunia</strong>. Tanpa proteksi dari asuransi, kejadian tersebut mengakibatkan sumber penghasilan keluarga hilang sehingga standard kehidupan keluarga Anda selanjutnya mengalami penurunan. Bisa-bisa rumah atau kendaraan yang masih dalam masa kredit harus dilepas karena tidak bisa membayar kewajiban-kewajibannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Polis asuransi yang Anda miliki akan memberikan kompensasi finansial dalam bentuk uang pertanggungan dan manfaat asuransi lainnya bagi keluarga Anda sebagai ahli waris. Sudah tentu, kompensasi yang mereka dapatkan sesuai dengan program asuransi yang Anda miliki.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3) Mampu membiayai pendidikan anak-anak Anda</strong>. Saat ini, kebutuhan pendidikan dari waktu ke waktu mengalami peningkatan cukup signifikan. Ada banyak orang tua yang dipusingkan dengan besarnya biaya sekolah untuk anak-anak mereka yang mau masuk ke jenjang SD, SMP, SMU, atau Perguruan Tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Anda membayar premi, ibaratnya Anda menyicil sedikit demi sedikit untuk kebutuhan masa depan anak-anak Anda. Dengan demikian Anda telah membantu mewujudkan impian buah hati Anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4) Terpenuhinya kebutuhan Anda di hari tua / <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/08/26/pensiun-itu-pasti-pensiun-sejahtera-itu-pilihan/" target="_self">masa pensiun</a>.</strong> Pada saat Anda masih masuk dalam usia produktif, Anda bisa mendapatkan penghasilan yang maksimal. Seiring dengan berjalannya waktu, usia Anda terus bertambah, dan sampai pada satu titik Anda akan memasuki masa pensiun. Saat itulah, premi yang Anda bayarkan untuk keperluan hari tua akan bisa membantu Anda dalam mencukupi beragam kebutuhan. Anda tetap menerima dana yang cukup untuk kebutuhan Anda dari bulan ke bulan, sehingga bisa menikmati hari tua dengan kesejahteraan. <img class="alignright size-full wp-image-537" title="82795786" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/01/insurance.jpg" alt="82795786" width="297" height="207" /></p>
<p style="text-align: justify;">So, Menurut Anda, Seberapa pentingkah asuransi, terlebih asuransi syariah..? Sudahkah Anda memberikan yang terbaik untuk diri Anda dan Keluarga Anda..? Hanya Anda lah yang bisa menjawabnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/01/31/masak-sih-asuransi-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asuransi Syariah Sebagai Jaring Penyelamat</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2009/12/07/asuransi-syariah-sebagai-jaring-penyelamat/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2009/12/07/asuransi-syariah-sebagai-jaring-penyelamat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 05:22:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[premi]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[uang pertanggungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar masyarakat sangat anti bila berbicara mengenai asuransi. Banyak sebab mengapa hal ini bisa terjadi. Paling tidak ada beberapa alasan mendasar mengapa orang tidak/belum mau membeli asuransi.
1) Belum melihat asuransi merupakan kebutuhan hidupnya, karena ia belum mempunyai uang yang cukup untuk itu.
2) Orang yang sudah banyak sekali memiliki uang/aset sehingga tidak memerlukan lagi membeli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-484" title="Jaring_Penyelamat" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2009/12/Jaring_Penyelamat-300x203.jpg" alt="Jaring_Penyelamat" width="300" height="203" />Sebagian besar masyarakat sangat anti bila berbicara mengenai asuransi</strong>. Banyak sebab mengapa hal ini bisa terjadi. Paling tidak ada beberapa alasan mendasar mengapa orang tidak/belum mau membeli asuransi.</p>
<p>1) Belum melihat asuransi merupakan kebutuhan hidupnya, karena ia belum mempunyai uang yang cukup untuk itu.</p>
<p style="text-align: justify;">2) Orang yang sudah banyak sekali memiliki uang/aset sehingga tidak memerlukan lagi membeli asuransi untuk menutupi risiko yang mungkin timbul. Dalam pandangannya, jumlah harta yang bejibun dan aset-aset produktif yang menghasilkan uang tanpa harus bekerja itu telah menjadi proteksi yang membuat asuransi tidak diperlukan lagi bagi dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">3) Orang yang tidak begitu memahami apa manfaat yang mungkin diperoleh jika ia membeli asuransi. Jika terjadi kematian pada seseorang, sementara orang tersebut adalah pencari nafkah utama di dalam keluarganya, maka akan hilanglah sebagian besar pendapatan, atau mungkin bahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh keluarga. Yang kemudian terjadi dalam waktu dekat akan terbayang sebuah keluarga yang tidak mendapatkan atau berkurang pemasukan bulanannya secara signifikan. Akibat yang segera dirasakan adalah tingkat kesejahteraan hidup dan standar gaya hidup mulai terganggu, apalagi jika kemudian datang berbagai tagihan hutang almarhum, tagihan kartu kredit, tagihan biaya pengobatan yang belum dibayar, biaya pemakaman, dan sebagainya. Jangankan mereka yang sama sekali tidak memiliki asuransi jiwa, keluarga yang sudah membeli asuransi jiwa pun masih mungkin terganggu secara finansial jika tiang penopang utama keluarganya meninggal dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi hal penting yang perlu Anda perhatikan adalah cara menghitung berapa uang pertanggungan yang sebaiknya Anda ambil. Menurut kami ada <strong>faktor-faktor yang perlu Anda pertimbangkan dan diperhitungkan ketika Anda merencanakan untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/11/16/berasuransi-untuk-hidup-layak-di-masa-pensiun/" target="_self">membeli asuransi</a></strong>, antara lain :</p>
<p>1)	Jumlah hutang yang Anda miliki.</p>
<p>2)	Berapa banyak aset/harta yang Anda tinggalkan untuk keluarga.</p>
<p>3)	Berapa lama aset tersebut dapat menghidupi mereka tanpa harus menurunkan standar gaya hidup mereka.</p>
<p>4)	Berapa banyak dana yang diperlukan untuk membiayai kehidupan anak-anak Anda sampai mereka menjadi dewasa dan mandiri, termasuk biaya pendidikan buah hati Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Anda menghitung besarnya uang pertanggungan berdasarkan faktor-faktor di atas dan Anda tidak perlu kaget dengan nilai yang harus Anda ambil (premi yang harus dibayar). Pada dasarnya asuransi adalah sebuah perencanaan. Artinya, Anda dapat merencanakan untuk membeli asuransi jiwa dengan jumlah premi tertentu secara bertahap.</p>
<p><strong>Prioritas utama dalam menentukan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/08/31/memiliki-asuransi-syariah-langkah-cerdas/" target="_self">pembelian asuransi</a> adalah sebagai berikut  sebagai berikut</strong>:</p>
<p style="text-align: justify;">1) Belilah asuransi jiwa dengan jumlah uang pertanggungan (dan premi) yang bisa menutupi seluruh hutang-hutang Anda, agar sekurang-kurangnya anda tidak mewariskan hutang kepada generasi berikutnya;</p>
<p style="text-align: justify;">2) Bila hutang-hutang sudah diamankan, maka belilah asuransi jiwa berikutnya untuk mengamankan kebutuhan hidup keluarga sehari-hari untuk rentang waktu tertentu, terhitung sejak Anda meninggal dunia;</p>
<p style="text-align: justify;">3) Bila anda telah berhasil mengumpulkan sejumlah uang tambahan, belilah asuransi dengan nilai pertanggungan yang bisa memenuhi biaya-biaya membesarkan anak-anak Anda, termasuk biaya pendidikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, meski tentu tidak mudah mengaturnya, namun dengan perencanaan yang matang, hal di atas tetap dimungkinkan (kecuali Tuhan berkehendak lain, tentu).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Demikianlah beberapa pertimbangan yang Anda butuhkan dalam mengantisipasi risiko yang sering terjadi dalam menjalankan kehidupan keluarga</strong>. Dan perhatikan yang berikut: “<em>Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahtera-an) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar</em>.” (QS. an-Nisa’ [4]: 9).</p>
<p>Disadur dari Tulisan/Artikel : M . Ichsan , Seorang Financial Planner</p>
<p><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p>Wiwit Prayitno, S.Pt , N.Md</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2009/12/07/asuransi-syariah-sebagai-jaring-penyelamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

