<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>asuransicerdas.com &#187; masa pensiun</title>
	<atom:link href="http://www.asuransicerdas.com/tag/masa-pensiun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.asuransicerdas.com</link>
	<description>Memilih produk asuransi secara cerdas !</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 09:27:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Memilih Berani untuk Berasuransi dan Berinvestasi</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 03:28:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[biaya pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian kerja]]></category>
		<category><![CDATA[masa pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[masa tua]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pns]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=971</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seorang sahabat saya yang masih bekerja sebagai seorang PNS, sahabat saya merasa semua kebutuhan hidup sudah terpenuhi. Fasilitas yang diberikan sangat lengkap dan memberikan kenyamanan luar biasa. Dari jaminan kesehatan (walau hanya sekedar ASKES) untuk keluarga sampai seumur hidup, kepastian pekerjaan yang tetap, hingga dana pensiun. Rasanya tidak diperlukan hal lain, yang penting fokus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-973" title="Wiwit" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/05/Wiwit.jpg" alt="Wiwit" width="124" height="137" /><strong>Ketika seorang sahabat saya yang masih bekerja sebagai seorang PNS, sahabat saya merasa semua kebutuhan hidup sudah terpenuhi</strong>. Fasilitas yang diberikan sangat lengkap dan memberikan kenyamanan luar biasa. Dari jaminan kesehatan (walau hanya sekedar ASKES) untuk keluarga sampai seumur hidup, kepastian pekerjaan yang tetap, hingga <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_self">dana pensiun</a>. Rasanya tidak diperlukan hal lain, yang penting fokus saja pada pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi, sahabat saya tersebut mulai merasakan hal-hal yang tidak wajar, karena seringnya bertemu dengan pegawai yang sudah pensiun. Banyak hal yang mereka ceritakan, termasuk kurangnya dana pensiun yang mereka terima. Waktu itu sahabat saya menganggapnya masih wajar, sebab semua orang kalau ditanya selalu tidak pernah merasa cukup dan merasa puas dengan apa yang mereka miliki. Ketika suatu hari, salah seorang pegawai  meninggal muda, mulailah mata sahabat saya terbuka. Istrinya hanya menerima dana pensiun yang kecil sekali dari Negara, pastinya tidak cukup untuk menghidupi dirinya dan dua anaknya yang masih sekolah. Barulah saya mulai berhitung, berapa sebenarnya dana pensiun yang akan saya terima? Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga?</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak puas dengan angka yang muncul, sahabat sayapun tersadarkan. Selama ini, kita merasa puas dengan kondisi kantor  / tempat kita bekerja akan memberikan dana pensiun hingga kita meninggal. Namun, cukup atau tidaknya untuk hidup nanti, tidak pernah ada yang membahasnya. Sampai akhirnya, para pensiunan tersebut menyadari bahwa mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya bisa memohon untuk menaikkan dana pensiun mereka. Sangat tidak menyenangkan, bukan? Sementara, di masa pensiun kita ingin hidup nyaman, menikmati hasil kerja keras selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat saya kemudian mulai berhitung. Kalau pensiun, gaya hidup saya mau seperti apa? Berapa sebenarnya uang pensiun yang saya dapat dari kantor? Fasilitas apa saja yang masih saya terima setelah pensiun dan apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan nanti? Semakin bertanya, semakin banyak angka yang muncul dan semakin menakutkan melihat jumlah uang yang saya harus tabung dari sekarang untuk menutupi kekurangannya. Sahabat saya baru sadar bahwa dana dan fasilitas pensiun tidak cukup memenuhi kebutuhan masa tua nanti. Menabung saja pun tidak cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak itulah, Sahabat saya mulai berani untuk mengambil risiko dan memilih berinvestasi, misalnya direksadana dan asuransi. Mengapa harus demikian? Coba lihat iluistrasi di bawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau saat ini umur kita 30 tahun dan ingin pensiun di usia 55, dengan biaya hidup Rp 5 juta perbulan (saat ini), maka angka tersebut nantinya akan meningkat jadi Rp 12,5  juta. Untuk mencukupi hidup selama pensiun, total dibutuhkan biaya sebesar Rp 1,8 miliar (dengan asumsi inflasi 6 % per tahun). Betapa banyaknya uang yang dibutuhkan, bukan? Coba cek dan bandingkan berapa yang Anda terima dari kantor saat Anda pensiun. Kalau hanya menabung, maka kita harus menyisihkan uang dari sekarang sampai usia 55 tahun sebesar Rp 6 sd 7  juta per bulan. Tapi, <span style="color: #0000ff;"><strong>jika berinvestasi dan berasuransi kita hanya membutuhkan Rp 1 juta per bulan saja</strong></span>, itu pun sudah termasuk Fasilitas Perlindungan Income keluarga, manfaat rawat inap dan kecelakaan serta manfaat perlindungan sakit kritis.</p>
<p style="text-align: justify;">Jalan manakah yang akan Anda ambil? Beranikah Anda untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/12/27/kiat-sejahtera-dan-berkelimpahan-di-masa-pensiun/" target="_self">berinvetasi dan berinvestasi</a>? Saya sendiri dan sahabat saya memilih untuk tidak takut berinvestasi dan mengambil risiko akan naik turunnya nilai investasi tersebut. Menabung saja tidak cukup dan saya tidak mau susah, saat pensiun. Masa tua adalah untuk dinikmati, bukannya memelas kesana-sini kepada anak, keluarga, atau tempat kerja sebelumnya, agar biaya hidup terpenuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari Berani untuk Berinvestasi dan Berasuransi</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Artikel diatas diambil dan disadur dari  <a href="http://www.tatadana.com/" target="_self">www.tatadana.com</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Konsep Harta yang Layak Anda Ketahui agar Berkah</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/04/17/3-konsep-harta-yang-layak-anda-ketahui-agar-berkah/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/04/17/3-konsep-harta-yang-layak-anda-ketahui-agar-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 08:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[barokah]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[infaq]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[masa pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan harta]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa gaji]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=959</guid>
		<description><![CDATA[Harta yang berlimpah itulah salah satu harapan kita. Namun yang lebih penting  adalah berlimpah dan penuh dengan keberkahan harta yang kita peroleh. Untuk itu, Ada tiga konsep dasar yang perlu kita semua ketahui dalam masalah keuangan ditinjau dalam kerangka Islam. Ketiga hal inilah sebagai pondasi untuk menjaga keberkahan harta kita.
 1. Harta adalah titipan, bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-963" title="Agar harta berkah" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/04/Agar-harta-berkah-300x196.jpg" alt="Agar harta berkah" width="300" height="196" /><strong>Harta yang berlimpah itulah salah satu harapan kita. Namun yang lebih penting  adalah berlimpah dan penuh dengan keberkahan harta yang kita peroleh</strong>. Untuk itu, Ada tiga konsep dasar yang perlu kita semua ketahui dalam masalah keuangan ditinjau dalam kerangka Islam. Ketiga hal inilah sebagai pondasi untuk menjaga keberkahan harta kita.</p>
<p><strong> 1. Harta adalah titipan, bukan milik kita.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Uang, harta dan kekayaan bukanlah milik kita. Karena tidak ada se-senpun yang akan kita bawa ketika kita harus pergi meninggalkan dunia ini untuk menghadap Ilahi Rabbi. Harta sekaligus sebagai amanah yang harus dijaga pemanfaatannya agar mendatangkan kebaikan di dunia dan sekaligus keselamatan dan kebahagiaan di akhirat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ada kabar baik bagi Anda pecinta harta, bahwa Harta yg Anda miliki sekarang, ternyata bisa Anda bawa sampai mati. Caranya : Nafkahkan dijalannya, melalui Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">Sedekah bisa disebut juga sebagai Jamu Manjur 4 in 1 </span></strong>, karena jamu ini berfungsi sebagai jamu tolak bala, jamu galian rezeki, jamu enteng jodoh dan jamu sehat perkasa. Jadi mulai sekarang jangan sungkan-sungkan untuk sedekah, baik diam-diam atau terang-terangan. Jangan sampai terang-terangan tidak bersedekah.</p>
<p><strong>2. Perolehan, pengelolaan dan penggunaan harta harus sesuai dengan syariah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di suatu masa nanti tidak akan ditanya &#8220;seberapa besar harta yang engkau peroleh&#8221;, Namun pertanggungjawaban seseorang atas harta yang pernah &#8220;dimiliki&#8221; akan dilihat dari dua sudut : <strong>darimana </strong>/ <strong>bagaimana </strong>ia mendapatkannya dan <strong>kemana </strong>/ <strong>bagaimana </strong>ia mempergunakannya. Oleh karena itu cara kita mendapatkan dan mengelolanya pun perlu memperhatikan prinsip-prinsip syariah, agar kita sanggup melakukan pertanggungjawaban kelak di akhirat atas harta yang dititipkan tersebut.</p>
<p><strong>3. Menata dan merencanakan keuangan secara menyeluruh</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih ingatkan kisah Nabi Yusuf as. Belajar dari Nabi Yusuf as, kita tidak boleh diam saja dan membiarkan  segala terjadi begitu saja. Perlu rencana dan strategi yang matang untuk menghadapi  masa sulit. Itulah esensi dari <span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/04/18/mau-saya-beri-rp-1-juta-setiap-bulan-untuk-anda/" target="_self">perencanaan keuangan</a></span> secara menyeluruh.</p>
<p style="text-align: justify;">Memanfaatkan masa  sejahtera (baca : produktif) untuk menghadapi masa sulit. Begitulah dalam kehidupan kita, terkadang masa subur datang, tidak jarang pula masa sulit menerpa. Masalahnya adalah, sudahkah kita mempersiapkan masa depan baik. Memang betul kita tidak dapat meramal apa yang akan terjadi di masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun dengan mudah kita bisa memprediksi, bahwa 6 tahun setelah anak kita lahir ia sudah akan butuh biaya untuk masuk SD, 6 tahun kemudian ia akan masuk SMP, 3 tahun kemudian akan masuk SMA, dan 3 tahun selanjutnya ia masuk Perguruan Tinggi. Dengan mudah pula kita bisa memprediksi bahwa pada usia 55 tahun nanti, perusahaan sudah tidak akan mau memperkerjakan kita lagi, alias kita harus pensiun, tanpa pekerjaan, tanpa gaji.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya, masa sulit sudah bisa prediksi kapan akan terjadi. Setidaknya kita bisa tahu bahwa di masa depan nanti kita butuh sumber finansial yang cukup besar seperti untuk <span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/03/28/asuransi-untuk-pendidikan-anak/" target="_self">pendidikan anak</a></span>, untuk <span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_self">dana pensiun</a></span> atau adanya resiko yang terjadi pada sang pencari nafkah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/04/17/3-konsep-harta-yang-layak-anda-ketahui-agar-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Cerdas Habiskan Gaji atau Komisi Anda</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/03/27/cara-cerdas-habiskan-gaji-atau-komisi-anda/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/03/27/cara-cerdas-habiskan-gaji-atau-komisi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Mar 2011 03:31:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[cara cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[infaq]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[keberlimpahan]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[komisi]]></category>
		<category><![CDATA[langkah cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[masa pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[tips cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=945</guid>
		<description><![CDATA[Menghabiskan Gaji atau Komisi yang sudah kita terima memang memiliki rasa tersendiri, yaitu PUAS. Meskipun ujung-ujungnya di tanggal-tanggal tua harus mengencangkan ikat pinggang, hutang sana-sini, atau bahkan harus gesek kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan. Itulah salah satu sifat yg dimiliki kebanyakan orang, dan saya berharap itu bukan Anda, pembaca artikel ini tentunya.
Banyak diantara kita yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-948" title="Gaji" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/03/Gaji-300x232.jpg" alt="Gaji" width="300" height="232" />Menghabiskan Gaji atau Komisi yang sudah kita terima memang memiliki rasa tersendiri, yaitu PUAS</strong>. Meskipun ujung-ujungnya di tanggal-tanggal tua harus mengencangkan ikat pinggang, hutang sana-sini, atau bahkan harus gesek kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan. Itulah salah satu sifat yg dimiliki kebanyakan orang, dan saya berharap itu bukan Anda, pembaca artikel ini tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak diantara kita yang punya penghasilan 18 koma, maksudnya setelah tanggal 18 langsung koma&#8230; he he he. Hal ini dikarenakan cara menghabis kan gaji atau komisi yang kurang cerdas. Pada akhirnya tabungan di rekening pun sama sekali ga ada. Entah lari kemana penghasilan yang sudah diperoleh pun tak tahu kemana.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Namun Anda tidak perlu khawatir, disini akan saya paparkan bagaimana langkah Cerdas untuk menghabiskan Gaji atau Komisi Anda, sehingga rasa kekhawatiran Anda akan masa depan yg cemerlang menjadi hilang</span></strong>. Rekening Tabungan Anda pun semakin bertambah, Investasi semakin bertumbuh, dan Perlindungan kesehatan untuk orang-orang yang Anda cintai pun akan terjamin.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada prinsipnya uang memang sengaja diciptakan untuk digunakan, dan dihabiskan, bukan untuk disisakan. Betul bukan..? Nah lu..!</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Cara menghabiskan Duit atau Uang atau Penghasilan adalah :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1) Habiskan sebagian Uang Anda buat Zakat, Infaq dan Sedekah</strong>. Hal ini akan membuat Anda semakin bersyukur dan membuat Anda akan menjadi orang kaya dan berlimpah. Dan tentunya dengan cara ini, Anda akan mendapat manfaatnya, antara lain : melipatgandakan rezeki, memudahkan urusan, memelihara kesehatan dan menolak bala. Dahsyat sekali bukan dampaknya..?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2) Habiskan sebagian lagi Uang Anda untuk menunaikan kewajiban, yaitu bayar hutang-hutang Anda</strong>. Ingat ! Ketika Anda tidak melunasinya, maka bunga akan menjadi beban buat Anda. Apa lagi Anda hutangnya tanpa agunan, atau hutang kartu kredit atau hutang melalui Bang Plecit (baca : Renternir) pasti deh , begitu Anda menunggak hutang, saya jamin hutang Anda gak akan pernah lunas &#8230; he he he. So Lunasi hutang Anda secepatnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3) Habiskan sebagian Duit Anda untuk membeli Investasi</strong>, seperti <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_self">Asuransi Dana Pensiun</a>, <a href="http://www.asuransicerdas.com/2011/02/06/biaya-pendidikan-makin-tinggi-siasati-dengan-asuransi-pendidikan/" target="_self">Asuransi Pendidikan</a>, Asuransi Kesehatan dan lainnya. Saya garansi deh, ketika Anda menghabiskan duit Anda untuk ini, Hari Tua Anda akan berkelimpahan dan pastinya akan Pensiun Kaya Raya. Pendidikan buah hati pun akan terjamin, karena adanya biaya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4) Setelah point 1 sd 3 dilakukan, langkah terakhir menghabiskan uang Anda seluruhnya untuk kebutuhanmu, sesukamu dan sepuas-puasnya</strong>, jangan sampai tersisa. Dengan begini Anda Puas tanpa Sakit hati. Anda pun bebas dari hutang.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, JANGAN Sisakan Gaji atau Komisi Anda. Habiskan dengan cara Cerdas di jalan yang benar nan halal, dengan hati gembira. Niscaya kesuksesan finansial ada di tangan Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat menghabiskan Gaji dan Komisi Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/03/27/cara-cerdas-habiskan-gaji-atau-komisi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perencanaan Pensiun Kacau, Bisa Berdampak Sistemik</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/02/12/perencanaan-pensiun-kacau-bisa-berdampak-sistemik/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/02/12/perencanaan-pensiun-kacau-bisa-berdampak-sistemik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 00:37:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[masa pensiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[Agar tetap menjalani kehidupan yang memadai ketika pensiun nanti, kita perlu mengumpulkan dana dari sekarang, salah satunya  melalui Asuransi Dana Pensiun. Sehingga di masa pensiun nanti,  keuangan akan mapan dan tentunya tidak akan berdampak sistemik.
Mungkin Anda sering mendapati sebuah fenomena yang bisa kita lihat dilingkungan sehari-hari, berapa banyak orang berusia lanjut yang masih mencari nafkah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-562" title="retirement-planning-header" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/02/retirement-planning-header-300x135.jpg" alt="retirement-planning-header" width="300" height="135" />Agar tetap menjalani kehidupan yang memadai ketika pensiun nanti, kita perlu mengumpulkan dana dari sekarang, salah satunya  melalui Asuransi Dana Pensiun</strong>. Sehingga di masa pensiun nanti,  keuangan akan mapan dan tentunya tidak akan berdampak sistemik.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin Anda sering mendapati sebuah fenomena yang bisa kita lihat dilingkungan sehari-hari, berapa banyak orang berusia lanjut yang masih mencari nafkah untuk membiayai kehidupan di hari tuanya? hanya karena mereka tidak menyadari betapa pentingnya mempersiapkan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/08/26/pensiun-itu-pasti-pensiun-sejahtera-itu-pilihan/" target="_self">perlindungan asuransi yang sesuai untuk masa pensiun mereka</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan mata berkaca-kaca seorang ayah berkata kepada anak-anaknya, “<em>Sekarang ayah sudah pensiun. Kita tak bisa hidup seperti dulu lagi, harus hemat ya nak</em>.” Jauh dilubuk hatinya, sang ayah sangat menyesal, mengapa tidak menyiapkan masa pensiunnya sejak dulu. Dengan uang pensiun yang diterima setiap bulan , sang ayah tak bisa bergaya hidup bergaya seperti dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sikap setiap orang dalam mempersiapkan dana pensiun berbeda-beda. Bagi yang berusia 20-an tahun, mempersiapkan pensiun bukan lah hal penting. Bagi orang berusia 30 tahun hingga 40 tahun, dana pensiun belum menjadi fokus utama. Namun, bagi orang di atas 50 tahun, pensiun adalah kenyataan yang harus segera dihadapi.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu memasuki masa senja ini, orang baru sadar untuk mempersiapkan masa pensiun. Padahal, jika ingin menikmati indahnya pensiun, semakin cepat kita mulai bersiap untuk pensiun, tentu akan lebih baik. Dana yang disisihkan setiap bulannya juga relatif kecil. Penting Anda cermati, kondisi kehidupan saat pensiun, bergantung pada Anda sendiri. Anda akan menikmati masa pensiun yang menyenangkan, kaya dan berkelimpahan jika Anda mau mempersiapkannya sejak dini, saat ini juga. <img class="size-full wp-image-563 alignright" title="retirement_clock" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/02/retirement_clock.jpg" alt="retirement_clock" width="250" height="242" /></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi sangat bijaksana jika Anda bekerja keras dalam berkarya dan menyisihkan sebagian penghasilan disisihkan untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/ilustrasi_asuransi.zip" target="_self">dana pensiun,</a> demi masa depan yang gemilang. Jadi pertanyaannya : &#8220;Mengapa Anda tidak merencanakan masa pensiun Anda sekarang ?&#8221; Kalau Anda tidak mempersiapkan dari sekarang, kondisi finansial Anda nanti bisa berdampak sistemik.</p>
<p style="text-align: justify;">Tunggu apa lagi, segera action.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/02/12/perencanaan-pensiun-kacau-bisa-berdampak-sistemik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muda Bergaya , Jangan Sampai Tua Tak Berdaya</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2009/11/25/muda-bergaya-jangan-sampai-tua-tak-berdaya/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2009/11/25/muda-bergaya-jangan-sampai-tua-tak-berdaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 08:46:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kaya raya]]></category>
		<category><![CDATA[masa pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering kali mendapati Karyawan yang masih produktif terlihat begitu bergaya dan tampil trendy di perbagai sudut Mall &#38; Cafe serta distro. Seakan hidup ini begitu indah saat ini. Restoran favorit selalu disambangi. Makan siang dan makan malam sering diluar, biar gaul katanya.
Namun sebaliknya saya juga sering menjumpai para pensiun atau purna karya baik swasta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-474" title="pensiun_sejahtera" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2009/11/pensiun_sejahtera-300x224.jpg" alt="pensiun_sejahtera" width="300" height="224" /><strong>Saya sering kali mendapati Karyawan yang masih produktif terlihat begitu bergaya dan tampil trendy di perbagai sudut Mall &amp; Cafe serta distro</strong>. Seakan hidup ini begitu indah saat ini. Restoran favorit selalu disambangi. Makan siang dan makan malam sering diluar, biar gaul katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun sebaliknya saya juga sering menjumpai para pensiun atau purna karya baik swasta atau PNS, yang sudah tidak bekerja lagi, terlihat begitu kuyu dan lemah tak berdaya, mengantri uang pensiun. Ada juga yang masih harus banting tulang dengan tenaganya untuk memenuhi kebutuhan.</p>
<p><strong>Apa yang sebenarnya terjadi? Muda Keren, Tua Bangkrut? Muda Bergaya, Tua Tak Berdaya?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita  tantang diri ini , bahwa &#8220;Apakah Anda bisa bergaya dan tampil trendy sesering &amp; seperti sekarang, pada saat pensiun / usiamu mencapai 55 &#8211; 70 tahun? Dengan memakai uangmu sendiri&#8230;?</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan sampai bergaya dan bermewahan hanya sampai usia 55 tahun saja (saat produktif) atau pada saat masih bisa bekerja!!! Jangan sampai juga gaya hidup setelah pensiun menurun, apalagi sampai melarat &amp; nyusahin keluarga dan anak-anak, bahkan nyusahin saudara / tetangga. Jangan Sampai Terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Muda Kaya, Tua Sejahtera, itu yang diharapkan. Anda mau..? Syaratnya cukup mudah, yaitu siapkan dari sekarang, investasi &amp; proteksi (<a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/10/28/asuransi-syariah-solusi-finansial-anda/" target="_self">asuransi</a>) yang harus Anda miliki, yang akan mengantar Anda ke tujuan kehidupan bahagia dan sejahtera.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S. Pt, N.Md</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2009/11/25/muda-bergaya-jangan-sampai-tua-tak-berdaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

