<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>asuransicerdas.com &#187; investasi</title>
	<atom:link href="http://www.asuransicerdas.com/tag/investasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.asuransicerdas.com</link>
	<description>Memilih produk asuransi secara cerdas !</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 09:27:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Asuransi Murni atau Unit Link (Asuransi + Investasi)</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/12/asuransi-murni-atau-unit-link-asuransi-investasi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/12/asuransi-murni-atau-unit-link-asuransi-investasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 10:03:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[unit  link]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=994</guid>
		<description><![CDATA[Sering saya mendapatkan pertanyaan dalam memilih sebuah asuransi. Apakah memilih Asuransi Murni atau Asuransi + Investasi atau dikenal dengan istilah unit link.
Bagi Anda yang masih bertanya-tanya mana yang lebuh bagus, mungkin artikel saya ini bisa memberikan jawabannya :
Mungkin sebagian dari Anda mengatakan kalau Asuransi dipisah itu lebih menguntungkan. Yang menjadi pertanyaan adalah bisakah Anda menemukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-995" title="Wiwit.Edit 2" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/09/Wiwit.Edit-2-201x300.jpg" alt="Wiwit.Edit 2" width="201" height="300" />Sering saya mendapatkan pertanyaan dalam memilih sebuah asuransi.</strong> Apakah memilih Asuransi Murni atau Asuransi + Investasi atau dikenal dengan istilah <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_blank">unit link</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Anda yang masih bertanya-tanya mana yang lebuh bagus, mungkin artikel saya ini bisa memberikan jawabannya :</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin sebagian dari Anda mengatakan kalau Asuransi dipisah itu lebih menguntungkan. Yang menjadi pertanyaan adalah bisakah Anda menemukan asuransi yang terpisah dengan investasi. Coba dicari dulu, apakah benar-benar ada asuransi yang terpisah. Dan pastinya uang yang Anda setorkan akan hangus tidak bersisa di masa yang akan datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah asuransi tersebut berhasil anda temukan, langkah berikutnya  adalah <strong>Apakah anda  siap menyetorkan uang ke perusahaan asuransi sekian juta setiap tahun  dan uang tersebut hangus meskipun anda sehat walafiat dan tidak sakit</strong>. Apakah mau&#8230;? Sekali lagi maukah Uang Anda hangus setiap tahunnya dengan membeli Asuransi Murni..? Sebab asuransi murni seperti ini tidak murah (baca : mahal) Selain itu, anda juga perlu mengambil lagi asuransi kesehatan untuk mengantisipasi penyakit kritis dan biaya pengobatan yang nilainya juga tidak murah. Umumnya asuransi jiwa dan kesehatan itu terpisah, namun ada juga yang digabung.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Apakah Anda bisa disiplin untuk berinvestasi sendiri dan mampu memilih Manajer Investasi yang tepat atau memilih Produk Investasi yang akan Anda gunakan sebagai kendaraan dalam mewujudkan masa depan finansial Anda..?</p>
<p style="text-align: justify;">Bila Anda sudah menentukan tempat investasi dan produknya, lalu baru berjalan 2 tahun Anda mengalami sakit kritis bagaimana dengan Investasi Anda..? Apa masih bisa lanjut..? atau Investasinya berhenti, sehingga tujuan keuangan tidak tercapai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Jadi menurut Anda mana yg terbaik..? Asuransi Murni + Investasi terpisah atau Unit Link. Kalau saya sendiri memilih Unit Link, karena praktis dan efisien. Dan yang pasti dikelola oleh Manager Investasi yang Handal</span></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Penting Anda cermati secara seksama hal diatas, sehingga Anda mengambil  keputusan atau pertimbangan bukan teori di atas kertas saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan berikut contoh investasi di unitlink, silahkan download <a href="http://www.asuransicerdas.com/ilustrasi_asuransi.zip" target="_self">disini</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selamat merencanakan keuangan. Kaya hari ini, super kaya di masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</strong></p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/12/asuransi-murni-atau-unit-link-asuransi-investasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Investasi atau Gengsi, pilih mana ?</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/07/investasi-atau-gengsi-pilih-mana/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/07/investasi-atau-gengsi-pilih-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 01:19:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[gengsi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=990</guid>
		<description><![CDATA[Lebaran kemarin saya bertemu dengan sahabat lama saya Basori. Pada tahun 90-an dia menjadi buruh panggul di gudang-gudang yang ada di Bandar Lampung. Bayaran yang diterimanya antara Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu per hari. Namun sering juga ia tidak memperoleh bayaran karena tidak ada barang yang harus dipanggul.
Saat orang tuanya meninggal ia mendapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-991" title="Investasi" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/09/Investasi-300x198.jpg" alt="Investasi" width="300" height="198" />Lebaran kemarin saya bertemu dengan sahabat lama saya Basori. Pada tahun 90-an dia menjadi buruh panggul di gudang-gudang yang ada di Bandar Lampung. Bayaran yang diterimanya antara Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu per hari. Namun sering juga ia tidak memperoleh bayaran karena tidak ada barang yang harus dipanggul.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat orang tuanya meninggal ia mendapat warisan sawah dan kebun. Ia olah sawah dan kebun itu dengan sungguh-sungguh, dan hanya sekali-kali menjadi buruh sekadar untuk mendapat uang tunai. Suatu saat hasil kebunnya lumayan, saat itulah ia dihadapkan pada pilihan: membeli sepeda motor yang ketika itu sedang trendi atau membeli sapi yang bisa beranak pinak.</p>
<p style="text-align: justify;">Saudara dan teman-temannya di kampung itu berkata, “Gengsi (malu) lagi gak punya motor…” Tetapi Basori “melawan arus” pendapat di kampungnya, ia membeli sapi bukan sepeda motor. Untuk keperluan transportasi dia menggunakan sepeda tuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasilnya, sapinya terus berkembang biak. Dari hasil ternak sapi inilah akhirnya Basori bisa membeli tiga sepeda motor buat dirinya dan keluarganya. Sementara teman-temannya yang dulu memilih membeli sepeda motor, sekarang harus menjualnya untuk menutupi berbagai kebutuhan hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita belajar satu hal dari Basori, saat memiliki uang berlebih gunakanlah untuk sesuatu yang bisa menghasilkan atau berkembang biak bukan untuk sesuatu yang menambah pengeluaran. Bila kita membelanjakan sesuatu demi gengsi dalam jangka panjang kita yang rugi. Sebaliknya, bila kita gunakan untuk investasi maka gengsi akan mendatangi kita di kemudian hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Pilihan antara investasi dan gengsi bukan hanya terjadi di kampung Basori. Akan tetapi itu terjadi juga disekitar kehidupan kita. Betapa banyak orang yang rela menggunakan dana pinjaman hanya sekadar untuk memperbaiki penampilan demi gengsi. Namun, banyak juga yang hidupnya tetap sederhana dan menggunakan dananya untuk memperbesar atau memperbanyak investasinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang pasti, <span style="color: #0000ff;">gengsi menjadikan banyak orang hidupnya merana sedangkan investasi menjadikan kehidupan kita semakin lama semakin bergengsi. So, mari kita berinvestasi dan kuburlah gengsi!</span></p>
<p><strong>Salam SuksesMulia</strong>!</p>
<p>Oleh Jamil Azzaini, Anda bisa kunjungi webnya di : <a href="http://www.jamilazzaini.com/" target="_blank">www.jamilazzaini.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/07/investasi-atau-gengsi-pilih-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaya dengan Berasuransi</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/06/12/kaya-dengan-berasuransi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/06/12/kaya-dengan-berasuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 22:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan finansial]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=980</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar orang bekerja seumur hidup tanpa melakukan perencanaan keuangan untuk hari tua, dan di hari tua mereka tidak memiliki apa-apa. Sebagian menabung, tapi karena bunga bank sangat kecil, dan uang yang masuk di bank akan tergerus oleh inflasi. Dan hanya sebagian kecil saja orang yang berusaha mencapai kebebasan finansial dengan melakukan investasi dan berasuransi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-982" title="Sukses Finansial" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/06/Sukses-Finansial.jpg" alt="Sukses Finansial" width="300" height="198" /><strong>Sebagian besar orang bekerja seumur hidup tanpa melakukan perencanaan keuangan untuk hari tua, dan di hari tua mereka tidak memiliki apa-apa</strong>. Sebagian menabung, tapi karena bunga bank sangat kecil, dan uang yang masuk di bank akan tergerus oleh inflasi. Dan hanya sebagian kecil saja orang yang berusaha mencapai kebebasan finansial dengan melakukan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/" target="_self">investasi dan berasuransi </a>semenjak dini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini bukan hanya sekedar mimpi dan bukan harapan belaka. Kalau Anda sudah berpikir-pikir soal investasi dan asuransi, itu pertanda bahwa Anda tak ingin kekurangan sesuatu apapun di masa mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasalnya, masih banyak orang yang bangga atas kekayaanya hari ini saja, sementara untuk masa depanya ia hanya berharap semata-mata dari pendapatan bulan depan. Bagaimana mereka bisa berkipas-kipas menikmati masa depan tanpa stres?</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, masih banyak orang berfikir tentang bagaimana bisa bekerja selama mungkin untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Dalam benak mereka masih terpikir tentang masa pensiun yang tenang dan mapan penuh jaminan adalah tabungan hasil kerja sekian puluh tahun dan uang pensiun dari perusahaan tempat bekerja mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah Anda juga demikian..? masih mengharapkan kebaikan hati perusahaan tempat Anda bekerja, untuk memberikan jaminan pensiun yang memadai..?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya rasa Anda orang yang cukup realistis, Jadi lebih baik Anda merencanakan masa depan Anda dengan berinvestasi dan berasuransi. Karena dengan berinvestasi dan berasuransi merupakan cara yang tepat untuk mencapai harapan Tua Kaya Raya dan Sejahtera.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, semua keputusan ada di tangan Anda. Prinsipnya sederhana saja “<a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/08/perencanaan-cerdas-menuju-kesejahteraan-finansial/" target="_self">Tua Kaya Raya dan Sejahtera</a>” akan tercipta berkat satu langkah yang tidak bisa diabaikan, dan yang perlu Anda lakukan sekarang, saat ini juga adalah Investasi dan Berasuransi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607 , email : wiwitcerdas888@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/06/12/kaya-dengan-berasuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Berani untuk Berasuransi dan Berinvestasi</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 03:28:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[biaya pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian kerja]]></category>
		<category><![CDATA[masa pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[masa tua]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pns]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=971</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seorang sahabat saya yang masih bekerja sebagai seorang PNS, sahabat saya merasa semua kebutuhan hidup sudah terpenuhi. Fasilitas yang diberikan sangat lengkap dan memberikan kenyamanan luar biasa. Dari jaminan kesehatan (walau hanya sekedar ASKES) untuk keluarga sampai seumur hidup, kepastian pekerjaan yang tetap, hingga dana pensiun. Rasanya tidak diperlukan hal lain, yang penting fokus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-973" title="Wiwit" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/05/Wiwit.jpg" alt="Wiwit" width="124" height="137" /><strong>Ketika seorang sahabat saya yang masih bekerja sebagai seorang PNS, sahabat saya merasa semua kebutuhan hidup sudah terpenuhi</strong>. Fasilitas yang diberikan sangat lengkap dan memberikan kenyamanan luar biasa. Dari jaminan kesehatan (walau hanya sekedar ASKES) untuk keluarga sampai seumur hidup, kepastian pekerjaan yang tetap, hingga <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_self">dana pensiun</a>. Rasanya tidak diperlukan hal lain, yang penting fokus saja pada pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi, sahabat saya tersebut mulai merasakan hal-hal yang tidak wajar, karena seringnya bertemu dengan pegawai yang sudah pensiun. Banyak hal yang mereka ceritakan, termasuk kurangnya dana pensiun yang mereka terima. Waktu itu sahabat saya menganggapnya masih wajar, sebab semua orang kalau ditanya selalu tidak pernah merasa cukup dan merasa puas dengan apa yang mereka miliki. Ketika suatu hari, salah seorang pegawai  meninggal muda, mulailah mata sahabat saya terbuka. Istrinya hanya menerima dana pensiun yang kecil sekali dari Negara, pastinya tidak cukup untuk menghidupi dirinya dan dua anaknya yang masih sekolah. Barulah saya mulai berhitung, berapa sebenarnya dana pensiun yang akan saya terima? Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga?</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak puas dengan angka yang muncul, sahabat sayapun tersadarkan. Selama ini, kita merasa puas dengan kondisi kantor  / tempat kita bekerja akan memberikan dana pensiun hingga kita meninggal. Namun, cukup atau tidaknya untuk hidup nanti, tidak pernah ada yang membahasnya. Sampai akhirnya, para pensiunan tersebut menyadari bahwa mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya bisa memohon untuk menaikkan dana pensiun mereka. Sangat tidak menyenangkan, bukan? Sementara, di masa pensiun kita ingin hidup nyaman, menikmati hasil kerja keras selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat saya kemudian mulai berhitung. Kalau pensiun, gaya hidup saya mau seperti apa? Berapa sebenarnya uang pensiun yang saya dapat dari kantor? Fasilitas apa saja yang masih saya terima setelah pensiun dan apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan nanti? Semakin bertanya, semakin banyak angka yang muncul dan semakin menakutkan melihat jumlah uang yang saya harus tabung dari sekarang untuk menutupi kekurangannya. Sahabat saya baru sadar bahwa dana dan fasilitas pensiun tidak cukup memenuhi kebutuhan masa tua nanti. Menabung saja pun tidak cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak itulah, Sahabat saya mulai berani untuk mengambil risiko dan memilih berinvestasi, misalnya direksadana dan asuransi. Mengapa harus demikian? Coba lihat iluistrasi di bawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau saat ini umur kita 30 tahun dan ingin pensiun di usia 55, dengan biaya hidup Rp 5 juta perbulan (saat ini), maka angka tersebut nantinya akan meningkat jadi Rp 12,5  juta. Untuk mencukupi hidup selama pensiun, total dibutuhkan biaya sebesar Rp 1,8 miliar (dengan asumsi inflasi 6 % per tahun). Betapa banyaknya uang yang dibutuhkan, bukan? Coba cek dan bandingkan berapa yang Anda terima dari kantor saat Anda pensiun. Kalau hanya menabung, maka kita harus menyisihkan uang dari sekarang sampai usia 55 tahun sebesar Rp 6 sd 7  juta per bulan. Tapi, <span style="color: #0000ff;"><strong>jika berinvestasi dan berasuransi kita hanya membutuhkan Rp 1 juta per bulan saja</strong></span>, itu pun sudah termasuk Fasilitas Perlindungan Income keluarga, manfaat rawat inap dan kecelakaan serta manfaat perlindungan sakit kritis.</p>
<p style="text-align: justify;">Jalan manakah yang akan Anda ambil? Beranikah Anda untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/12/27/kiat-sejahtera-dan-berkelimpahan-di-masa-pensiun/" target="_self">berinvetasi dan berinvestasi</a>? Saya sendiri dan sahabat saya memilih untuk tidak takut berinvestasi dan mengambil risiko akan naik turunnya nilai investasi tersebut. Menabung saja tidak cukup dan saya tidak mau susah, saat pensiun. Masa tua adalah untuk dinikmati, bukannya memelas kesana-sini kepada anak, keluarga, atau tempat kerja sebelumnya, agar biaya hidup terpenuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari Berani untuk Berinvestasi dan Berasuransi</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Artikel diatas diambil dan disadur dari  <a href="http://www.tatadana.com/" target="_self">www.tatadana.com</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Cerdas Habiskan Gaji atau Komisi Anda</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/03/27/cara-cerdas-habiskan-gaji-atau-komisi-anda/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/03/27/cara-cerdas-habiskan-gaji-atau-komisi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Mar 2011 03:31:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[cara cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[infaq]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[keberlimpahan]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[komisi]]></category>
		<category><![CDATA[langkah cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[masa pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[tips cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=945</guid>
		<description><![CDATA[Menghabiskan Gaji atau Komisi yang sudah kita terima memang memiliki rasa tersendiri, yaitu PUAS. Meskipun ujung-ujungnya di tanggal-tanggal tua harus mengencangkan ikat pinggang, hutang sana-sini, atau bahkan harus gesek kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan. Itulah salah satu sifat yg dimiliki kebanyakan orang, dan saya berharap itu bukan Anda, pembaca artikel ini tentunya.
Banyak diantara kita yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-948" title="Gaji" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/03/Gaji-300x232.jpg" alt="Gaji" width="300" height="232" />Menghabiskan Gaji atau Komisi yang sudah kita terima memang memiliki rasa tersendiri, yaitu PUAS</strong>. Meskipun ujung-ujungnya di tanggal-tanggal tua harus mengencangkan ikat pinggang, hutang sana-sini, atau bahkan harus gesek kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan. Itulah salah satu sifat yg dimiliki kebanyakan orang, dan saya berharap itu bukan Anda, pembaca artikel ini tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak diantara kita yang punya penghasilan 18 koma, maksudnya setelah tanggal 18 langsung koma&#8230; he he he. Hal ini dikarenakan cara menghabis kan gaji atau komisi yang kurang cerdas. Pada akhirnya tabungan di rekening pun sama sekali ga ada. Entah lari kemana penghasilan yang sudah diperoleh pun tak tahu kemana.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Namun Anda tidak perlu khawatir, disini akan saya paparkan bagaimana langkah Cerdas untuk menghabiskan Gaji atau Komisi Anda, sehingga rasa kekhawatiran Anda akan masa depan yg cemerlang menjadi hilang</span></strong>. Rekening Tabungan Anda pun semakin bertambah, Investasi semakin bertumbuh, dan Perlindungan kesehatan untuk orang-orang yang Anda cintai pun akan terjamin.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada prinsipnya uang memang sengaja diciptakan untuk digunakan, dan dihabiskan, bukan untuk disisakan. Betul bukan..? Nah lu..!</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Cara menghabiskan Duit atau Uang atau Penghasilan adalah :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1) Habiskan sebagian Uang Anda buat Zakat, Infaq dan Sedekah</strong>. Hal ini akan membuat Anda semakin bersyukur dan membuat Anda akan menjadi orang kaya dan berlimpah. Dan tentunya dengan cara ini, Anda akan mendapat manfaatnya, antara lain : melipatgandakan rezeki, memudahkan urusan, memelihara kesehatan dan menolak bala. Dahsyat sekali bukan dampaknya..?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2) Habiskan sebagian lagi Uang Anda untuk menunaikan kewajiban, yaitu bayar hutang-hutang Anda</strong>. Ingat ! Ketika Anda tidak melunasinya, maka bunga akan menjadi beban buat Anda. Apa lagi Anda hutangnya tanpa agunan, atau hutang kartu kredit atau hutang melalui Bang Plecit (baca : Renternir) pasti deh , begitu Anda menunggak hutang, saya jamin hutang Anda gak akan pernah lunas &#8230; he he he. So Lunasi hutang Anda secepatnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3) Habiskan sebagian Duit Anda untuk membeli Investasi</strong>, seperti <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_self">Asuransi Dana Pensiun</a>, <a href="http://www.asuransicerdas.com/2011/02/06/biaya-pendidikan-makin-tinggi-siasati-dengan-asuransi-pendidikan/" target="_self">Asuransi Pendidikan</a>, Asuransi Kesehatan dan lainnya. Saya garansi deh, ketika Anda menghabiskan duit Anda untuk ini, Hari Tua Anda akan berkelimpahan dan pastinya akan Pensiun Kaya Raya. Pendidikan buah hati pun akan terjamin, karena adanya biaya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4) Setelah point 1 sd 3 dilakukan, langkah terakhir menghabiskan uang Anda seluruhnya untuk kebutuhanmu, sesukamu dan sepuas-puasnya</strong>, jangan sampai tersisa. Dengan begini Anda Puas tanpa Sakit hati. Anda pun bebas dari hutang.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, JANGAN Sisakan Gaji atau Komisi Anda. Habiskan dengan cara Cerdas di jalan yang benar nan halal, dengan hati gembira. Niscaya kesuksesan finansial ada di tangan Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat menghabiskan Gaji dan Komisi Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/03/27/cara-cerdas-habiskan-gaji-atau-komisi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tipe Manusia Berdasarkan Horizon Keuangannya</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/03/20/tipe-manusia-berdasarkan-horizon-keuangannya/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/03/20/tipe-manusia-berdasarkan-horizon-keuangannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 09:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[biaya pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=940</guid>
		<description><![CDATA[Dilihat dari horizonnya dalam mengelola keuangan, kita bisa golongkan manusia menjadi 3 kategori. Yaitu mereka yang hidupnya untuk masa lalu, mereka yang hidup untuk masa kini, dan mereka yang hidup untuk masa depan.
1) Orang yang hidupnya untuk masa lalu adalah mereka yang kerjanya sekarang, dapat gajinya sekarang, tapi gajinya tersebut sebagian besar habis untuk membayar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-942" title="Wiwit &amp; LA Team" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/03/Wiwit-LA-Team-300x224.jpg" alt="Wiwit &amp; LA Team" width="300" height="224" />Dilihat dari horizonnya dalam mengelola keuangan, kita bisa golongkan manusia menjadi 3 kategori</strong>. Yaitu mereka yang hidupnya untuk masa lalu, mereka yang hidup untuk masa kini, dan mereka yang hidup untuk masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1) Orang yang hidupnya untuk masa lalu</strong> adalah mereka yang kerjanya sekarang, dapat gajinya sekarang, tapi gajinya tersebut sebagian besar habis untuk membayar pengeluarannya di masa lalu (hutang). Ia menggadaikan penghasilannya di masa depan untuk memenuhi kebutuhannya sekarang, karena penghasilannya yang sekarang ini sudah dihabiskannya di masa lalu sebelum penghasilan itu sendiri diterima. Orang seperti ini selalu menengok ke belakang dan sulit memandang ke depan karena dikejar-kejar oleh bayangan hutangnya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2) Orang yang hidupnya untuk masa kini</strong>, adalah mereka yang bekerja sekarang, mendapatkan hasil sekarang, dan dihabiskan sekarang juga. Gajinya bulan ini habis untuk keperluannya bulan ini juga. Gajinya bulan depan, habis untuk keperluan bulan itu juga. Pekerjaan utama orang seperti ini adalah menunggu dari tanggal gajian ke tanggal gajian berikutnya. Motivasinya adalah mencari uang secepat dan sebesar mungkin agar bisa sesegera mungkin dan sebanyak mungkin belanja.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3) Orang yang hidupnya untuk masa depan</strong>. Yaitu bekerja sekarang, dan mengalokasikan sebagian penghasilan yang terima sekarang untuk keperluan di masa depan. Pandangannya jauh ke depan, hanya sesekali saja menengok spion dan toleh kanan-kiri untuk evaluasi. Visioner dengan kondisi keuangannya di masa depan, <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/08/15/langkah-cerdas-pengelolaan-dana-pendidikan/" target="_self">untuk pendidikan anak-anak</a>, <a href="http://www.asuransicerdas.com/category/asuransi-dana-pensiun/" target="_self">untuk pensiunnya</a> dan keperluan lainnya di masa depan sudah direncanakan dan disiapkan sedini mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena tak mungkin bekerja selamanya, tapi kita tetap perlu berpenghasilan selamanya.<span style="color: #ff0000;"> <strong>Maka pastikan, pekerjaan yang kita lakukan sekarang, penghasilan yang kita terima sekarang, sebagiannya adalah untuk masa-masa ketika sudah tak lagi bisa bekerja, namun tetap berpenghasilan</strong>.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #000000;">Oleh : <strong>Ahmad Ghozali</strong> , bisa dikunjungi di </span></span><a href="http://ahmadgozali.com" target="_self">http://ahmadgozali.com</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/03/20/tipe-manusia-berdasarkan-horizon-keuangannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alasan Mengapa Asuransi itu Tidak Penting</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/01/10/alasan-mengapa-asuransi-itu-tidak-penting/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/01/10/alasan-mengapa-asuransi-itu-tidak-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 01:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asset]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[biaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[biaya pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[klaim]]></category>
		<category><![CDATA[makmur]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[pentingnya asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=911</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang yang ragu-ragu untuk memiliki asuransi. Salah satunya mungkin Anda, yang sedang membaca artkel ini. Alasannya pun bermacam-macam mulai dari nggak percaya bisa di-claim, takut uang hilang, ribet urus claim, ngerasa belum butuh, nggak peduli dan masih banyak alasan lainnya. Padahal alasan itu tidaklah benar. Pada kenyataannya klaimnya mudah, tidak ribet dan prosedurnya cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-916" title="Asuransi" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/01/Asuransi.jpg" alt="Asuransi" width="300" height="195" />Banyak orang yang ragu-ragu untuk memiliki asuransi</strong>. Salah satunya mungkin Anda, yang sedang membaca artkel ini. Alasannya pun bermacam-macam mulai dari nggak percaya bisa di-claim, takut uang hilang, ribet urus claim, ngerasa belum butuh, nggak peduli dan masih banyak alasan lainnya. Padahal alasan itu tidaklah benar. Pada kenyataannya <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/11/14/klaim-asuransi-permasalahan-dan-solusinya/" target="_self">klaimnya mudah, tidak ribet dan prosedurnya cukup simple</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, pertanyaannya sekarang apakah Asuransi itu penting..? apakah Anda membutuhkan Asuransi&#8230;? Kalau Anda merasa punya tanggungan, punya utang, dan ngga punya cukup uang atau asset, maka jawabannya:  Asuransi itu PENTING dan Anda memBUTUHkan Asuransi, Mengapa &#8230;?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketika kita mempunyai tanggungan</strong>, seperti istri, anak, orang tua, adik atau siapa pun yang secara financial tergantung dengan kita, maka kita harus memastikan bahwa kalo sesuatu yang buruk menimpa kita maka orang-orang yang kita tinggalkan TIDAK akan kesusahan untuk meneryuskan kehidupannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Contohnya : misalkan Anda adalah seorang kepala keluarga, Anda  pencari nafkah utama dan istri tidak bekerja, dan sudah dikaruniai seorang anak yang masih kecil, dan untuk biaya pendidikannya nanti anda sudah menabung di bank secara disiplin setiap bulannya. Tiba-tiba  dan tidak disangka Anda menderita sakit kritis dan akhirnya harus berhenti kerja, atau parahnya lagi Anda meninggal dunia. Apa yang akan terjadi pada buah hati Anda? Jelas masa depannya terganggu karena pendidikannya sekarang menjadi ngga terjamin lagi.  Siapa yang akan menabung di Bank untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/03/28/asuransi-untuk-pendidikan-anak/" target="_self">mempersiapkan pendidikannya</a>..?. Itu baru dalam pendidikan, belum lagi dalam biaya hidup keluarga yang sekarang harus tergantung pada istri saja. Apa yang terjadi pada istri Anda?  padahal istri Anda tidak bekerja. Terpaksa harus bekerja dan bekerjanya lebih keras lagi karena punya tanggungan, baik untuk mempersiapkan pendidikan anak maupun untuk memebuhi kebutuhan sehari-hari..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketika mempunyai hutang</strong>, misalkan hutang mobil atau rumah atau bahkan hutang untuk usaha Anda, sebaiknya kita harus mempunyai. Maaf kata kalau harus pindah dunia (baca : meninggal), lantas siapa dong yang harus bayar hutang? Kalau sudah nikah nanti istri yang dikejar <em>debt collector</em>, kalo masih single maka orang tua kita yang dikejar-kejar, bahkan diteror. Kasian kan pasangan dan orang tua Anda&#8230;?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketika</strong><strong> TIDAK punya cukup uang atau asset</strong> untuk mengatasi risiko-risiko yang mungkin terjadi. Karena buat apa asuransi kalo kita udah punya uang or asset yang melimpah? Kalo kenapa-kenapa ama kita, toh keluarga masih bisa tetap hidup dengan semua warisan kita. Nah, bagi Anda yang uang dan assetnya belum cukup, segera ambil deh Asuransi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagi saya pribadi, sebagai Seorang suami dan mempunyai buah hati, asuransi menjadi hal yang sangat penting buat saya. Kenapa?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Karena saya tidak mau kalau sesuatu terjadi pada diri saya, istri saya menjadi repot, harus bekerja lebih keras lagi dan tidak bisa menikmati kehidupannya seperti sekarang ini. Dan pastinya agar gaya hidupnya tidak menurun, tetap bisa memanjakan dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Karena saya tidak mau rencana pendidikan anak  jadi brantakan dan akhirnya dia cuma bisa dapet pendidikan pas-pasan dengan alasan keterbatasan ekonomi. <img class="alignright size-medium wp-image-917" title="Keluarga bahagia" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/01/Keluarga-bahagia-300x213.jpg" alt="Keluarga bahagia" width="300" height="213" /></p>
<p>3.  Karena saya ingin dimasa tua saya dan istri bisa semakin <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/02/14/mengelola-keuangan-dengan-asuransi-ala-orang-kaya/" target="_self">KAYA dan SEJAHTERA</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Karena saya belum punya cukup uang dan asset yang bisa menghasilkan <em>Pasif Income</em> yang bisa digunakan oleh istri dan anak  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun untuk kebutuhan yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">So, jangan pernah memandang remeh masalah asuransi ini. Jadi Anda yang sedang membangun keluarga yang Harmonis, Kaya, Bahagia dan Sejahtera wajib hukumnya memiliki rekening Asuransi.</p>
<p>Selamat merencanakan kesejahteraan dan kemakmuran Anda dan Keluarga</p>
<p><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p>Wiwit Prayitno, S.Pt , N.Md</p>
<p>081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/01/10/alasan-mengapa-asuransi-itu-tidak-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Anda Ingin Kaya, Silahkan Baca Tulisan Ini</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/12/20/jika-anda-ingin-kaya-silahkan-baca-tulisan-ini/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/12/20/jika-anda-ingin-kaya-silahkan-baca-tulisan-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Dec 2010 01:23:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[agen]]></category>
		<category><![CDATA[agen asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[berkelimpahan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[klaim]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan gemilang]]></category>
		<category><![CDATA[menabung]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[polis]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=902</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang di dunia ini pasti akan senang apabila membicarakan hal yang berhubungan dengan kekayaan, uang, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan finansial mereka.
Tanpa kekayaan / uang yang terus mengalir, kredit sepeda motor, mobil atau rumah yang kita ambil bisa macet di tengah jalan. Atau mungkin kita dipaksa untuk terus nebeng di rumah kontrakan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-906" title="Why We Want You To Be Rich" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/12/Why-We-Want-You-To-Be-Rich-231x300.jpg" alt="Why We Want You To Be Rich" width="231" height="300" />Setiap orang di dunia ini pasti akan senang apabila membicarakan hal yang berhubungan dengan kekayaan, uang, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan finansial mereka</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa kekayaan / uang yang terus mengalir, kredit sepeda motor, mobil atau rumah yang kita ambil bisa macet di tengah jalan. Atau mungkin kita dipaksa untuk terus nebeng di rumah kontrakan. Dan bukankah anak-anak kita butuh pendidikan yang layak. Tanpa nafkah yang memadai, bagaimana kita yakin mereka akan punya <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_self">masa depan yang sejahtera</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, ternyata banyak orang gagal dalam memperoleh kekayaan. Banyak orang menginginkan uang atau kekayaan dengan cara tidak bekerja/tidak berusaha, hanya ongkang-ongkang kaki saja, tentu tidak bisa. Sehingga mereka ikut money game, arisan berantai, investasi bodong yang menawarkan cara cepat untuk menjadi kaya. Pada akhirnya bukan kekayaan yang mereka dapatkan, tapi kebangkrutan dan lebih parah lagi meninggalkan hutang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada cara instan dalam memperoleh kekayaan, semua melalui sebuah proses. Seperti halnya Kupu-kupu yang indah, harus melalui tahapan dari telur, kemudian menjadi ulat, menjadi kepompong dan akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi apa kiat dan rahasia menjadi kaya, kalau begitu? Kiatnya hanya satu kata yaitu : <strong>Disiplin</strong>.  Hah,&#8230;.disiplin..? Ya, disiplin adalah rahasia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kalau Anda mampu disiplin dalam menyisihkan penghasilan setiap bulannya untuk diinvestasikan, Maka di pastikan Anda akan memperoleh kekayaan dan kesejahteraan di masa depan</strong>. Masa tua Anda terjamin kesejahteraan dan dana <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/08/23/asuransi-syariah-pendidikan/" target="_self">pendidikan anak</a> juga akan tersedia adanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh kasus : Rudy berusia 29 tahun, mempunyai penghasilan Rp 3 juta per bulan.  Beliau mempunyai Impian di usia 55 tahun mendapatkan dana 1 Milyar. Maka setelah dihitung hitung (<em>dengan asumsi hasil investasi 15% pertahun, asumsi ini  dipilih dengan melihat kinerja IHSG dari 1999 sd 2009 bertumbuh 18% per tahun</em>) , maka setiap bulannya Rudy harus menyisihkan setiap bulannya sebesar Rp 700 ribu, untuk di investasikan di Rekening Asuransi Syariah.</p>
<p>Dengan menabung sebesar Rp 700 ribu setiap bulannya secara disiplin, maka di usia 55 tahun akan didapatkan hasil 1 Milyar lebih. Selain itu, Rudi akan mendapatkan <strong>BONUS </strong>dari rekening ini, yaitu <strong>Manfaat Proteksi / perlindungan</strong>, antara lain :</p>
<p style="text-align: justify;">1) Ketika Rudi menjalani Opname/rawat-Inap di Rumah Sakit, Asuransi ini  akan Memberikan santunan sebesar Rp 600.000 per hari (Kamar biasa) dan Rp 1.200.000 per hari (jika di ICU), Pembedahan Rp 1.500.000 sd Rp 6.000.000.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski baru nabung 2 kali saja, kalau Rudi dirawat di Rumah sakit. Misalnya rawat inap selama 10 hari, maka Rudi akan mendapatkan santunan sebesar  10 hr x Rp 600.000 = Rp 6 juta , yang akan ditransfer ke rekening Rudi di BCA atau Mandirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">2) Ketika terjadi resiko sakit kritis  (misal Stroke, Kanker, Jantung, dll), maka rekening ini akan memberikan santunan Rp 50 juta untuk perawatan dan STOP Nabungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">3) Selain NABUNGnya STOP, selanjutnya Perusahaan Asuransi ini akan meneruskan nabung sampai usia Rudi 65 tahun sebesar Rp 700.000 perbulan. Jadi Rudi tidak perlu nabung lagi, meskipun Rudi sembuh dari sakitnya…. sangat menguntungkan bukan..?</p>
<p style="text-align: justify;">4) Ketika Terjadi Resiko meninggal, ahli waris mendapat santunan dari rekening ini sebesar Rp 200 juta, ditambah nilai tunai/tabungan yang ada. Jadi, meskipun baru menabung 3 kali saja, kalai terjadi resiko Meninggal pada Rudi, maka keluarga yang ditinggalkan akan mendapat santunan sebagai tali kasih sebesar Rp 200 juta.</p>
<p style="text-align: justify;">5) Ketika Terjadi Resiko meninggal karena kecelakaan, ahli waris mendapat santunan Rp 350 juta, ditambah nilai tunai/tabungan yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi dapat disimpulkan, <strong>JAMINAN DANA PENSIUN, DANA untuk MODAL USAHA, atau DANA untuk PENDIDIKAN ANAK  senantiasa akan tersedia meski dalam perjalanan berinvestasi terjadi suatu resiko yang tidak diinginkan</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">So, semua orang bisa jadi kaya dan sejahtera. Tak terkecuali Anda. Anda punya potensi kaya yang sangat besar, karena mau membaca sajian renyah ini, apa lagi jika Anda segera <em>ACTION</em>. Ayo cepet, gunakan HP anda untuk hubungi <strong>081 2277 1607</strong> atau kirim email ke : <strong>wiwitcerdas888@gmail.com </strong>untuk berkonsultasi lebih lanjut tentang rekening ini. <img class="alignright size-medium wp-image-907" title="Pencapaian Target" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/12/Pencapaian-Target-300x240.jpg" alt="Pencapaian Target" width="300" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Segera bertindak, tanam dan tabur benih masa depanmu mulai sekarang. Anda menunda sekarang maka hidup kaya dan sejahteramu akan mundur terus. Ayo menabung dan berinvestasi demi masa depan gemilang. Jangan menjadi benalu bagi keluarga dan sesama</span>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/12/20/jika-anda-ingin-kaya-silahkan-baca-tulisan-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menabung, Berinvestasi dan Berasuransi</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/11/03/menabung-berinvestasi-dan-berasuransi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/11/03/menabung-berinvestasi-dan-berasuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 00:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[berasuransi]]></category>
		<category><![CDATA[berinvestasi]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen resiko]]></category>
		<category><![CDATA[menabung]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>
		<category><![CDATA[nafkah]]></category>
		<category><![CDATA[naik haji]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan resiko]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[Apakah menabung dan berinvestasi itu baik..? Tentu. Namun, bagaimana jika tabungan dan investasi itu ludes karena terkena musibah di masa depan, seperti biaya pengobatan atau karena harus kehilangan Sang Pencari nafkah. Tabungan yang direncanakan untuk biaya pendidikan anak, untuk membeli rumah, mobil, naik haji dan biaya pensiun harus hilang. Nah, disinilah pengelolaan resiko diperlukan. Kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-867" title="Happy Family" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/11/Happy-Family-300x202.jpg" alt="Happy Family" width="300" height="202" />Apakah menabung dan berinvestasi itu baik..?</strong> Tentu. Namun, bagaimana jika tabungan dan investasi itu ludes karena terkena musibah di masa depan, seperti biaya pengobatan atau karena harus kehilangan Sang Pencari nafkah. Tabungan yang direncanakan untuk biaya <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/08/23/asuransi-syariah-pendidikan/" target="_self">pendidikan anak</a>, untuk membeli rumah, mobil, naik haji dan biaya pensiun harus hilang. Nah, disinilah pengelolaan resiko diperlukan. Kalau sudah begini, inilah perlunya <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/06/30/asuransi-adalah-solusi-wujud-cinta-pada-diri-dan-keluarga/" target="_self">asuransi</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup kita memang penuh dengan resiko. Mulai dari kita membuka mata hingga kita terlelap dan terbangun lagi, kita menanggung beban resiko atas diri, keluarga dan tak ketinggalan seluruh harta benda kita. Seseorang dikatakan bijak jika ia mampu memperhitungkan resiko yang ada di depannya tersebut dan mengantisipasi mulai dari awal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kesadaran berasuransi berangkat dari pengalaman manusia bahwa banyak hal yang tidak diinginkan kelak dapat mengubah arah kehidupan seseorang. Keadaan yang tampak  cemerlang seketika dapat berubah menjadi begitu suram</strong>. Akan sangat sia-sia, misalkan, jika peristiwa yang terjadi di luar kendali kita, seperti banjir, tsunami, gunung meletus atau wedus gembel maupun kecelakaan menyebabkan  si Pencari Nafkah sakit, atau bahkan harus pindah dunia. Tanpa pengendalian resiko yang matang, bukan mustahil kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di masa akan datang  memaksa kita mengumpulkan harta kita mulai dari titik nol  karena harus membiayai pengobatan maupun perawatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Melakukan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/05/16/risiko-risiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/" target="_self">manajemen resiko</a> berarti merencanakan masa depan dengan lebih sistematis, matang dan terencana. Kita semua menginginkan jaminan keamanan, kemakmuran dan kesehatan. Asuransi merupakan salah satu mekanisme yang telah terbukti ampuh dalam melindungi asset-aset paling berharga, yaitu diri Anda sendiri. Memilih untuk berasuransi atau tidak adalah suatu pilihan. Kita mungkin tidak akan merasakan dampaknya sekarang. Mungkin setahun, dua tahun, lima bahkan sepuluh tahun kemudian kita baru menyadarinya. Semua bisa terjadi, tidak ada seorang pun yang tahu apakah resiko akan menjadi kenyataan atau tidak. Tetapi bagaimanapun, masa depan yang kita cita-citakan harus mulai dibangun dari detik ini juga. Dan berbicara masa depan, sangat erat kaitannya dengan kemampuan kita untuk mengelola resiko hari ini, esok, dan seterusnya. <img class="alignright size-full wp-image-868" title="mari berasuransi" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/11/mari-berasuransi.jpg" alt="mari berasuransi" width="300" height="196" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Jadi kita tidak perlu lagi bertanya-tanya bagaimana nasib kita di masa depan. Yang seharusnya kita lakukan adalah merancang masa depan kita sendiri</strong>.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/11/03/menabung-berinvestasi-dan-berasuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencanakan Kesejahteraan Masa Pensiun Anda dari Sekarang</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2010 10:10:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[1 milyar]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[gaji pokok]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[masa tua]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[sukses pensiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=839</guid>
		<description><![CDATA[Agar tetap menjalani kehidupan yang memadai ketika pensiun nanti, kita perlu mengumpulkan dana dari sekarang dengan cara berinvestasi. Sejumlah instrumen investasi bisa menjadi pilihan, salah satunya melalui Asuransi Dana Pensiun.
Perlu kita sadari, bahwa ketika Pensiun sudah tidak ada lagi yang namanya tunjangan, mobil dinas maupun rumah dinas. Yang Artinya bila finansial tidak disiapkan secara matang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-844" title="Retirement Planning" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/09/Retirement-Planning-253x300.jpg" alt="Retirement Planning" width="253" height="300" />Agar tetap menjalani kehidupan yang memadai ketika pensiun nanti, kita perlu mengumpulkan dana dari sekarang dengan cara berinvestasi</strong>. Sejumlah instrumen investasi bisa menjadi pilihan, salah satunya melalui <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/09/30/menghitung-dana-pensiun-secara-cerdas/" target="_self">Asuransi Dana Pensiun</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlu kita sadari, bahwa ketika Pensiun sudah tidak ada lagi yang namanya tunjangan, mobil dinas maupun rumah dinas. Yang Artinya bila finansial tidak disiapkan secara matang dari sekarang bisa jadi masa tua nanti bisa melarat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai gambaran Gaji Pokok tertinggi PNS (<em>Golongan 4 E dengan masa kerja 32 tahun</em>) adalah Rp 3.580.000,- , yang artinya ketika pensiun yang didapatkan tidak lagi sebesar Rp 3.580.000 , melainkan hanya sekitar 70 % sd 80 % nya saja. Yang berarti Uang pensiun jauh dari yang Anda dapatkan sekarang. Bukan kah sekarang Anda mendapatkan Gaji Pokok + Tunjangan ..? Siapkah di saat Pensiun Anda mendapatkan HANYA 70 % sd 80 % Gaji Pokok terakhir Anda. Ingat Gaji Pokok tertinggi PNS (<em>Gol 4 E dengan masa kerja 32 tahun</em>) Rp 3.580.000,- .  Apalagi bagi yg bekerja di Perusahaan Swasta atau pun para profesional dan entrepeneur yang tidak ada uang pensiunnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Siapa pun ingin agar saat pensiun nanti bisa hidup memadai dan kualitas hidup tidak menurun. Pertanyaannya, bagaimana merencanakan pensiun agar target pensiun bisa sesuai dengan harapan?</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi dapat disimpulkan bahwa menyiapkan kebutuhan masa pensiun yang kita idam-idamkan adalah tanggung jawab kita masing-masing. Kita harus melakukan sesuatu. <strong>Anda semua adalah arsitek bagi keuangan masa depan Anda masing-masing</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Mungkin kita tidak sadar perjalanan hidup kita. Anggap saja mulai bekerja di usia 25 tahun dan pensiun usia 55 tahun, berarti masa kerja kita selama 30 tahun. Mulai pensiun usia 55 tahun sampai wafat usai 75 tahun. Artinya kita akan melewati masa pensiun selama 20 tahun, Masa itulah masa yang akan memerlukan biaya banyak. Orang sering beranggapan kalau pensiun tidak perlu uang banyak, itu salah besar. Bukan biaya transportasi, makan siang dan entertainment yang memerlukan biaya banyak, tetapi biaya berobat yang diperlukan. Berapa banyak orang yang menyiapkan dana hari tua, terutama biaya untuk berobat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada saja alasan seseorang untuk menolak menyiapkan pensiun. Padahal menyiapkan pensiun itu manfaatnya untuk diri sendiri bukan untuk orang lain. Beberapa alasan penolakan atau menunda merencanakan dana pensiun antara lain :</p>
<p>1. Sudah ada uang pensiun dari perusahaan</p>
<p>2. Seorang PNS jadi tidak perlu lagi dana pensiun karena akan mendapat dari Negara</p>
<p>3. Masih terlalu muda</p>
<p>4. Masih banyak hutang</p>
<p>5. Belum bisa menabung</p>
<p style="text-align: justify;">Alasan-alasan ini yang akan mengakibatkan kesulitan pada waktu pensiun nanti. Semakin muda usia seseorang semakin baik dalam mempersiapkan dana hari tua, karena dana yang disisihkan semakin sedikit. Beberapa hal yang perlu disiapkan dalam merencanakan dana pensiun :</p>
<p>a) Tentukan usia pensiun anda . Misalnya 25 tahun lagi</p>
<p>b) Tentukan biaya perbulan yang diharapkan sama dengan jumlah uang saat ini, untuk pensiun anda nanti.</p>
<p>c) Tentukan berapa lama anda akan menggunakan dana pensiun anda. Misalnya : 25 tahun setelah pensiun.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sebagai contoh</strong> : <em>Seseorang yang berusia 33 tahun dan akan pensiun diusia 55 tahun. Dimana di usia 55 tahun tersedia dana sebesar Rp 1 Milyar. Maka Anda cukup menyisihkan Rp 1 juta setiap bulannya atau hanya Rp 33 ribuan setiap harinya. Disamping itu, Anda akan mendapatkan Fasilitas Kesehatan secara Komplit sebesar Rp 150 juta per tahun sd usia 75 tahun , Perlindungan Sakit Kritis  sebesar Rp 100 juta sd usia 65 tahun dan Perlindungan atas Jiwa Anda sebesar Rp 200 juta sd usia 99 tahun.</em></p>
<p>Apa sih gunanya mempersiapkan dana pensiun ?</p>
<p>1) Agar tidak menurunkan standard hidup</p>
<p>2) Tidak kesulitan keuangan dikala pensiun</p>
<p>3) Bisa mandiri ketika masa pensiun tiba</p>
<p>4) Tidak menyusahkan anak-anak ataupun keluarga.</p>
<p>5) Tidak terbebani biaya untuk kesehatan, seperti rawat inap, obat-obatan, dll. <img class="alignright size-medium wp-image-845" title="Analyzing financial data" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/09/retirement-plan-300x199.jpg" alt="Analyzing financial data" width="300" height="199" /></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda merencanakan dana pensiun, bila anda kesulitan dalam menentukannya. Silahkan hubungi financial planner anda atau hubungi saya di : <strong>wiwitcerdas888@gmail.com </strong>atau di<strong> 081 2277 1607</strong>. Anda juga dapat bertanya dengan meninggalkan pesan atau comments pada website ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah ulasan mengenai pentingnya perencanaan pensiun demi <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/08/26/pensiun-itu-pasti-pensiun-sejahtera-itu-pilihan/" target="_self">kesejahteraan masa tua Anda</a>, semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rencanakan hidup Anda dan hidupkan rencana Anda</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Hormat</p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

