<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>asuransicerdas.com &#187; dana pensiun</title>
	<atom:link href="http://www.asuransicerdas.com/tag/dana-pensiun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.asuransicerdas.com</link>
	<description>Memilih produk asuransi secara cerdas !</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 09:27:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tidak Perlu Khawatir dengan Hari Tua, Anak Saya Banyak &amp; Punya Pensiun</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/12/18/tidak-perlu-khawatir-dengan-hari-tua-anak-saya-banyak-punya-pensiun/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/12/18/tidak-perlu-khawatir-dengan-hari-tua-anak-saya-banyak-punya-pensiun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 02:18:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1007</guid>
		<description><![CDATA[Setiap anak pasti ingin merawat dan membahagiakan orang tuanya.  Dan pastinya itu merupakan cita-cita yang sangat mulia. Akan tetapi,  kita lihat sekarang ini, kenyataan membuktikan betapa susahnya itu  terjadi.
Karena mereka sudah punya  keluarga sendiri, kesibukan sendiri, dan masalah sendiri, bahkan berada  jauh di luar kota. Dan anak pun tanpa sadar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-1008" title="Hari Tua" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/12/Hari-Tua.jpg" alt="Hari Tua" width="200" height="200" />Setiap anak pasti ingin merawat dan membahagiakan orang tuanya</strong>.  Dan pastinya itu merupakan cita-cita yang sangat mulia. Akan tetapi,  kita lihat sekarang ini, kenyataan membuktikan betapa susahnya itu  terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena mereka sudah punya  keluarga sendiri, kesibukan sendiri, dan masalah sendiri, bahkan berada  jauh di luar kota. Dan anak pun tanpa sadar menjadi kurang perhatian,  kurang waktu dan tentunya kurang uang.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #008000;">Seharusnya kita sendirilah yang mempersiapkan diri untuk bisa tetap mandiri sampai tua.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan  kita mengabaikan hari tua karena sudah ada pensiun dari kantor atau  mungkin negara (bagi yang PNS). Berdasarkan fakta, pensiun yang diterima  justru lebih sedikit dari penghasilan yang didapat saat ini. Padahal  semakin tua harga kebutuhan semakin mahal dan kebutuhan pun meningkat  terutama untuk biaya kesehatan dan sosial.  Akhirnya, mereka yang  mengandalkan hidup hanya dari pensiun, hidupnya serba kekurangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan kah sering kita mendengar &#8230; &#8221; Pak, saya hanya pensiunan&#8230;&#8221; , atau &#8220;&#8230;Wah, Pensiun saya kecil, tolong di bantu..?</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga  kita semakin sadar, bahwa masa Pensiun atau Hari Tua kita lah yang  menentukan. Mari kita siapkan sekarang juga, untuk mewujudkan masa depan  yang <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/09/30/menghitung-dana-pensiun-secara-cerdas/" target="_blank">Kaya, Sejahtera dan Berkelimpahan</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/12/18/tidak-perlu-khawatir-dengan-hari-tua-anak-saya-banyak-punya-pensiun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Berani untuk Berasuransi dan Berinvestasi</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 03:28:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[biaya pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian kerja]]></category>
		<category><![CDATA[masa pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[masa tua]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pns]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=971</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seorang sahabat saya yang masih bekerja sebagai seorang PNS, sahabat saya merasa semua kebutuhan hidup sudah terpenuhi. Fasilitas yang diberikan sangat lengkap dan memberikan kenyamanan luar biasa. Dari jaminan kesehatan (walau hanya sekedar ASKES) untuk keluarga sampai seumur hidup, kepastian pekerjaan yang tetap, hingga dana pensiun. Rasanya tidak diperlukan hal lain, yang penting fokus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-973" title="Wiwit" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/05/Wiwit.jpg" alt="Wiwit" width="124" height="137" /><strong>Ketika seorang sahabat saya yang masih bekerja sebagai seorang PNS, sahabat saya merasa semua kebutuhan hidup sudah terpenuhi</strong>. Fasilitas yang diberikan sangat lengkap dan memberikan kenyamanan luar biasa. Dari jaminan kesehatan (walau hanya sekedar ASKES) untuk keluarga sampai seumur hidup, kepastian pekerjaan yang tetap, hingga <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_self">dana pensiun</a>. Rasanya tidak diperlukan hal lain, yang penting fokus saja pada pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi, sahabat saya tersebut mulai merasakan hal-hal yang tidak wajar, karena seringnya bertemu dengan pegawai yang sudah pensiun. Banyak hal yang mereka ceritakan, termasuk kurangnya dana pensiun yang mereka terima. Waktu itu sahabat saya menganggapnya masih wajar, sebab semua orang kalau ditanya selalu tidak pernah merasa cukup dan merasa puas dengan apa yang mereka miliki. Ketika suatu hari, salah seorang pegawai  meninggal muda, mulailah mata sahabat saya terbuka. Istrinya hanya menerima dana pensiun yang kecil sekali dari Negara, pastinya tidak cukup untuk menghidupi dirinya dan dua anaknya yang masih sekolah. Barulah saya mulai berhitung, berapa sebenarnya dana pensiun yang akan saya terima? Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga?</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak puas dengan angka yang muncul, sahabat sayapun tersadarkan. Selama ini, kita merasa puas dengan kondisi kantor  / tempat kita bekerja akan memberikan dana pensiun hingga kita meninggal. Namun, cukup atau tidaknya untuk hidup nanti, tidak pernah ada yang membahasnya. Sampai akhirnya, para pensiunan tersebut menyadari bahwa mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya bisa memohon untuk menaikkan dana pensiun mereka. Sangat tidak menyenangkan, bukan? Sementara, di masa pensiun kita ingin hidup nyaman, menikmati hasil kerja keras selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat saya kemudian mulai berhitung. Kalau pensiun, gaya hidup saya mau seperti apa? Berapa sebenarnya uang pensiun yang saya dapat dari kantor? Fasilitas apa saja yang masih saya terima setelah pensiun dan apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan nanti? Semakin bertanya, semakin banyak angka yang muncul dan semakin menakutkan melihat jumlah uang yang saya harus tabung dari sekarang untuk menutupi kekurangannya. Sahabat saya baru sadar bahwa dana dan fasilitas pensiun tidak cukup memenuhi kebutuhan masa tua nanti. Menabung saja pun tidak cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak itulah, Sahabat saya mulai berani untuk mengambil risiko dan memilih berinvestasi, misalnya direksadana dan asuransi. Mengapa harus demikian? Coba lihat iluistrasi di bawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau saat ini umur kita 30 tahun dan ingin pensiun di usia 55, dengan biaya hidup Rp 5 juta perbulan (saat ini), maka angka tersebut nantinya akan meningkat jadi Rp 12,5  juta. Untuk mencukupi hidup selama pensiun, total dibutuhkan biaya sebesar Rp 1,8 miliar (dengan asumsi inflasi 6 % per tahun). Betapa banyaknya uang yang dibutuhkan, bukan? Coba cek dan bandingkan berapa yang Anda terima dari kantor saat Anda pensiun. Kalau hanya menabung, maka kita harus menyisihkan uang dari sekarang sampai usia 55 tahun sebesar Rp 6 sd 7  juta per bulan. Tapi, <span style="color: #0000ff;"><strong>jika berinvestasi dan berasuransi kita hanya membutuhkan Rp 1 juta per bulan saja</strong></span>, itu pun sudah termasuk Fasilitas Perlindungan Income keluarga, manfaat rawat inap dan kecelakaan serta manfaat perlindungan sakit kritis.</p>
<p style="text-align: justify;">Jalan manakah yang akan Anda ambil? Beranikah Anda untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/12/27/kiat-sejahtera-dan-berkelimpahan-di-masa-pensiun/" target="_self">berinvetasi dan berinvestasi</a>? Saya sendiri dan sahabat saya memilih untuk tidak takut berinvestasi dan mengambil risiko akan naik turunnya nilai investasi tersebut. Menabung saja tidak cukup dan saya tidak mau susah, saat pensiun. Masa tua adalah untuk dinikmati, bukannya memelas kesana-sini kepada anak, keluarga, atau tempat kerja sebelumnya, agar biaya hidup terpenuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari Berani untuk Berinvestasi dan Berasuransi</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Artikel diatas diambil dan disadur dari  <a href="http://www.tatadana.com/" target="_self">www.tatadana.com</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan Keuangan Hari Tua</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/22/persiapan-keuangan-hari-tua/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/22/persiapan-keuangan-hari-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 02:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[investasi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun syariah]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=966</guid>
		<description><![CDATA[Usia yang menua merupakan suatu keniscayaan bagi manusia. Manusia dilahirkan dalam keadaan lemah dan tak berdaya, berangsur-angsur kuat, mencapai puncak kesehatan dan kekuatan fisik, dan kemudian dengan seiring bertambahnya usia berangsur-angsur menjadi menua dan melemah kembali. Dengan makin baiknya kesehatan dan gizi yang didapatkan, maka usia harapan hidup akan semakin tinggi. Dengan adanya kenyataan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-969" title="Merencanakan Dana Hari Tua" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/05/Merencanakan-Dana-Hari-Tua-300x222.jpg" alt="Merencanakan Dana Hari Tua" width="300" height="222" />Usia yang menua merupakan suatu keniscayaan bagi manusia</strong>. Manusia dilahirkan dalam keadaan lemah dan tak berdaya, berangsur-angsur kuat, mencapai puncak kesehatan dan kekuatan fisik, dan kemudian dengan seiring bertambahnya usia berangsur-angsur menjadi menua dan melemah kembali. Dengan makin baiknya kesehatan dan gizi yang didapatkan, maka usia harapan hidup akan semakin tinggi. Dengan adanya kenyataan ini maka <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/09/30/menghitung-dana-pensiun-secara-cerdas/" target="_blank">merencanakan dan mempersiapkan hari tua atau masa pensiuan</a> menjadi sangat penting.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada kutipan doa dari doa meminta rezeki yang berkah dan menarik untuk disimak : &#8221; Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketikam tuaku dan ketika lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezeki Mu yang halal dari pada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia Mu dari yang lainnya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Merencanakan keuangan dihari tua merupakan bentuk ikhtiar yang perlu kita lakukan demi untuk menjemput keberkahan dan rezeki yang Allah SWT telah persiapkan untuk kita. Oleh karena itu, diperlukan persiapan untuk menyambut hari tua yang berkualitas dan merupakan saat-saat yang sama membahagiakannya pada saat masih muda. Dan mempersiapkan masa tua merupakan suatu proses yang tidak bisa instant. Harus dilakukan sedini mungkin.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Mempersiapkan dana untuk masa pensiun adalah prioritas terpenting dalam perencanaan keuangan setiap orang</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih banyak orang tidak mempersiapkan hal ini dengan berbagai alasan, entah karena belum terpikirkan atau tidak tahu bagaimana cara melakukannya atau bisa juga karena masa pensiun masih jauh banget, jadi buat apa mempersiapkan pensiun sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya tidak akan ada kata cukup untuk uang. Kita mesti mempunyai pemahaman untuk menjalani gaya hidup sesuai dengan kemampuan keuangan kita, di kelas ekonomi manapun. Terlebih lagi bagi mereka yang bekerja sebagai seorang profesional atau self employment, seperti : dokter, notaris, psikolog, pengacara, atau bisnis yang hanya bisa jalan kalau ada keberadaan empunya harus lebih ekstra dalam mempersiapkan dana pensiunnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya telah melihat cukup banyak orang berpenghasilan rendah yang ternyata mampu berstrategi dan berdisiplin mempersiapkan dana hari tuanya sehingga menjadi relatif sejahtera pada masa pensiunnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu tidak sedikit pula orang yang berpenghasilan besar pada masa produktif nya namun sangat kesulitan keuangan ketika mencapai usia pasca produktif.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang paling ideal yaitu bilamana kondisi keuangan telah siap untuk menghadapi pensiun, namun usia dan fisik masih produktif. Benar-benar nikmat. Anda pun pasti bisa pula seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, persiapkan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/05/12/tua-kaya-raya-atau-sengsara-mana-pilihan-anda/" target="_self">Dana Pensiun</a> Anda sekarang juga.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt. N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/22/persiapan-keuangan-hari-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Konsep Harta yang Layak Anda Ketahui agar Berkah</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/04/17/3-konsep-harta-yang-layak-anda-ketahui-agar-berkah/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/04/17/3-konsep-harta-yang-layak-anda-ketahui-agar-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 08:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[barokah]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[infaq]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[masa pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan harta]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa gaji]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=959</guid>
		<description><![CDATA[Harta yang berlimpah itulah salah satu harapan kita. Namun yang lebih penting  adalah berlimpah dan penuh dengan keberkahan harta yang kita peroleh. Untuk itu, Ada tiga konsep dasar yang perlu kita semua ketahui dalam masalah keuangan ditinjau dalam kerangka Islam. Ketiga hal inilah sebagai pondasi untuk menjaga keberkahan harta kita.
 1. Harta adalah titipan, bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-963" title="Agar harta berkah" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/04/Agar-harta-berkah-300x196.jpg" alt="Agar harta berkah" width="300" height="196" /><strong>Harta yang berlimpah itulah salah satu harapan kita. Namun yang lebih penting  adalah berlimpah dan penuh dengan keberkahan harta yang kita peroleh</strong>. Untuk itu, Ada tiga konsep dasar yang perlu kita semua ketahui dalam masalah keuangan ditinjau dalam kerangka Islam. Ketiga hal inilah sebagai pondasi untuk menjaga keberkahan harta kita.</p>
<p><strong> 1. Harta adalah titipan, bukan milik kita.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Uang, harta dan kekayaan bukanlah milik kita. Karena tidak ada se-senpun yang akan kita bawa ketika kita harus pergi meninggalkan dunia ini untuk menghadap Ilahi Rabbi. Harta sekaligus sebagai amanah yang harus dijaga pemanfaatannya agar mendatangkan kebaikan di dunia dan sekaligus keselamatan dan kebahagiaan di akhirat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ada kabar baik bagi Anda pecinta harta, bahwa Harta yg Anda miliki sekarang, ternyata bisa Anda bawa sampai mati. Caranya : Nafkahkan dijalannya, melalui Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">Sedekah bisa disebut juga sebagai Jamu Manjur 4 in 1 </span></strong>, karena jamu ini berfungsi sebagai jamu tolak bala, jamu galian rezeki, jamu enteng jodoh dan jamu sehat perkasa. Jadi mulai sekarang jangan sungkan-sungkan untuk sedekah, baik diam-diam atau terang-terangan. Jangan sampai terang-terangan tidak bersedekah.</p>
<p><strong>2. Perolehan, pengelolaan dan penggunaan harta harus sesuai dengan syariah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di suatu masa nanti tidak akan ditanya &#8220;seberapa besar harta yang engkau peroleh&#8221;, Namun pertanggungjawaban seseorang atas harta yang pernah &#8220;dimiliki&#8221; akan dilihat dari dua sudut : <strong>darimana </strong>/ <strong>bagaimana </strong>ia mendapatkannya dan <strong>kemana </strong>/ <strong>bagaimana </strong>ia mempergunakannya. Oleh karena itu cara kita mendapatkan dan mengelolanya pun perlu memperhatikan prinsip-prinsip syariah, agar kita sanggup melakukan pertanggungjawaban kelak di akhirat atas harta yang dititipkan tersebut.</p>
<p><strong>3. Menata dan merencanakan keuangan secara menyeluruh</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih ingatkan kisah Nabi Yusuf as. Belajar dari Nabi Yusuf as, kita tidak boleh diam saja dan membiarkan  segala terjadi begitu saja. Perlu rencana dan strategi yang matang untuk menghadapi  masa sulit. Itulah esensi dari <span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/04/18/mau-saya-beri-rp-1-juta-setiap-bulan-untuk-anda/" target="_self">perencanaan keuangan</a></span> secara menyeluruh.</p>
<p style="text-align: justify;">Memanfaatkan masa  sejahtera (baca : produktif) untuk menghadapi masa sulit. Begitulah dalam kehidupan kita, terkadang masa subur datang, tidak jarang pula masa sulit menerpa. Masalahnya adalah, sudahkah kita mempersiapkan masa depan baik. Memang betul kita tidak dapat meramal apa yang akan terjadi di masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun dengan mudah kita bisa memprediksi, bahwa 6 tahun setelah anak kita lahir ia sudah akan butuh biaya untuk masuk SD, 6 tahun kemudian ia akan masuk SMP, 3 tahun kemudian akan masuk SMA, dan 3 tahun selanjutnya ia masuk Perguruan Tinggi. Dengan mudah pula kita bisa memprediksi bahwa pada usia 55 tahun nanti, perusahaan sudah tidak akan mau memperkerjakan kita lagi, alias kita harus pensiun, tanpa pekerjaan, tanpa gaji.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya, masa sulit sudah bisa prediksi kapan akan terjadi. Setidaknya kita bisa tahu bahwa di masa depan nanti kita butuh sumber finansial yang cukup besar seperti untuk <span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/03/28/asuransi-untuk-pendidikan-anak/" target="_self">pendidikan anak</a></span>, untuk <span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_self">dana pensiun</a></span> atau adanya resiko yang terjadi pada sang pencari nafkah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/04/17/3-konsep-harta-yang-layak-anda-ketahui-agar-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tipe Manusia Berdasarkan Horizon Keuangannya</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/03/20/tipe-manusia-berdasarkan-horizon-keuangannya/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/03/20/tipe-manusia-berdasarkan-horizon-keuangannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 09:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[biaya pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=940</guid>
		<description><![CDATA[Dilihat dari horizonnya dalam mengelola keuangan, kita bisa golongkan manusia menjadi 3 kategori. Yaitu mereka yang hidupnya untuk masa lalu, mereka yang hidup untuk masa kini, dan mereka yang hidup untuk masa depan.
1) Orang yang hidupnya untuk masa lalu adalah mereka yang kerjanya sekarang, dapat gajinya sekarang, tapi gajinya tersebut sebagian besar habis untuk membayar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-942" title="Wiwit &amp; LA Team" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/03/Wiwit-LA-Team-300x224.jpg" alt="Wiwit &amp; LA Team" width="300" height="224" />Dilihat dari horizonnya dalam mengelola keuangan, kita bisa golongkan manusia menjadi 3 kategori</strong>. Yaitu mereka yang hidupnya untuk masa lalu, mereka yang hidup untuk masa kini, dan mereka yang hidup untuk masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1) Orang yang hidupnya untuk masa lalu</strong> adalah mereka yang kerjanya sekarang, dapat gajinya sekarang, tapi gajinya tersebut sebagian besar habis untuk membayar pengeluarannya di masa lalu (hutang). Ia menggadaikan penghasilannya di masa depan untuk memenuhi kebutuhannya sekarang, karena penghasilannya yang sekarang ini sudah dihabiskannya di masa lalu sebelum penghasilan itu sendiri diterima. Orang seperti ini selalu menengok ke belakang dan sulit memandang ke depan karena dikejar-kejar oleh bayangan hutangnya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2) Orang yang hidupnya untuk masa kini</strong>, adalah mereka yang bekerja sekarang, mendapatkan hasil sekarang, dan dihabiskan sekarang juga. Gajinya bulan ini habis untuk keperluannya bulan ini juga. Gajinya bulan depan, habis untuk keperluan bulan itu juga. Pekerjaan utama orang seperti ini adalah menunggu dari tanggal gajian ke tanggal gajian berikutnya. Motivasinya adalah mencari uang secepat dan sebesar mungkin agar bisa sesegera mungkin dan sebanyak mungkin belanja.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3) Orang yang hidupnya untuk masa depan</strong>. Yaitu bekerja sekarang, dan mengalokasikan sebagian penghasilan yang terima sekarang untuk keperluan di masa depan. Pandangannya jauh ke depan, hanya sesekali saja menengok spion dan toleh kanan-kiri untuk evaluasi. Visioner dengan kondisi keuangannya di masa depan, <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/08/15/langkah-cerdas-pengelolaan-dana-pendidikan/" target="_self">untuk pendidikan anak-anak</a>, <a href="http://www.asuransicerdas.com/category/asuransi-dana-pensiun/" target="_self">untuk pensiunnya</a> dan keperluan lainnya di masa depan sudah direncanakan dan disiapkan sedini mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena tak mungkin bekerja selamanya, tapi kita tetap perlu berpenghasilan selamanya.<span style="color: #ff0000;"> <strong>Maka pastikan, pekerjaan yang kita lakukan sekarang, penghasilan yang kita terima sekarang, sebagiannya adalah untuk masa-masa ketika sudah tak lagi bisa bekerja, namun tetap berpenghasilan</strong>.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #000000;">Oleh : <strong>Ahmad Ghozali</strong> , bisa dikunjungi di </span></span><a href="http://ahmadgozali.com" target="_self">http://ahmadgozali.com</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/03/20/tipe-manusia-berdasarkan-horizon-keuangannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa sih Harus Mempunyai Asuransi ..?</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/02/27/kenapa-sih-harus-mempunyai-asuransi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/02/27/kenapa-sih-harus-mempunyai-asuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 01:27:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[biaya kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[dana hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah haji]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan finansial]]></category>
		<category><![CDATA[krisis finansial]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=927</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah anda, seberapa besarpun pendapatan Anda maka pengeluaran Anda besarnya akan mengikuti pendapatan. Namun, ketika Anda mampu mengelola pendapatan dengan baik, maka Anda akan memiliki tabungan yang lumayan besar.
Dan tentunya Anda sebagai pribadi yang bijak sudah mulai mempersiapkan masa depan Anda dan keluarga, diantaranya :
1. Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak.
2. Mempersiapkan Biaya Kesehatan keluarga.
3. Mempersiapkan Dana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-932" title="Wiwit" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/02/Wiwit.jpg" alt="Wiwit" width="124" height="137" />Tahukah anda, seberapa besarpun pendapatan Anda maka pengeluaran Anda besarnya akan mengikuti pendapatan</strong>. Namun, ketika Anda mampu mengelola pendapatan dengan baik, maka Anda akan memiliki tabungan yang lumayan besar.</p>
<p>Dan tentunya Anda sebagai pribadi yang bijak sudah mulai mempersiapkan masa depan Anda dan keluarga, diantaranya :</p>
<p>1. Mempersiapkan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/03/28/asuransi-untuk-pendidikan-anak/" target="_self">Dana Pendidikan Anak</a>.</p>
<p>2. Mempersiapkan Biaya Kesehatan keluarga.</p>
<p>3. Mempersiapkan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/02/14/mengelola-keuangan-dengan-asuransi-ala-orang-kaya/" target="_self">Dana Hari Tua atau Pensiun</a>.</p>
<p>4. Menjamin kehidupan untuk keluarga jika kita meninggal.</p>
<p>5. Mempersiapan Dana Ibadah Haji.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya  yakin diantara Anda mungkin saat ini sudah menabung untuk mempersiapkan  biaya-biaya untuk keperluan diatas. Pertanyaannya, apakah tabungan Anda  menjamin itu semua.</p>
<p>Apakan Anda pernah berfikir yang akan terjadi ketika sebelum semua  dana tabungan terkumpul ada resiko kehidupan yang menimpa Anda, seperti  sakit, kecelakaan bahkan kematian.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Apakah anda masih dapat memenuhi itu semua jika resiko tersebut menimpa diri Anda ..?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Karena  itulah, maka Anda harus memiliki rekening Asuransi, untuk memastikan  semua rencana Anda bisa terwujud.  Seseorang yang telah memahami dan  merencanakan keuangan pribadinya dengan baik, melalui Asuransi akan  lebih mudah mewujudkan impiannya.</p>
<p><strong>Jika Anda memiliki Rekening Asuransi, maka keuntungan yang akan dapatkan antara lain</strong>:</p>
<p>1. Krisis finansial Anda dan keluarga akan terhindarkan</p>
<p>2. Anda telah bertanggung jawab atas masa depan anda sendiri dan orang-orang yang Anda cintai.</p>
<p>3. Ketidakpastian hidup pada hari tua dapat dihilangkan</p>
<p>4. Memungkinkan Anda untuk pensiun dengan kebebasan finansial yang memadai</p>
<p>5. Anda akan memiliki keluarga yang bahagia dan sejahtera</p>
<p>6. Anggota keluarga Anda akan belajar untuk menggunakan uang secara bijak.</p>
<p style="text-align: justify;">7. <span><span>Kelebihan  dari  mengikuti program asuransi apabila terjadi claim maka dibebaskan  dari   Pajak, dan tepat sasaran sesuai dgn penerima manfaatnya.</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #0000ff;"><span class="status-body"><span class="entry-content">Miliki asuransi sekarang juga. Jangan tunda, esok mungkin sudah terlambat</span></span></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;"></span><span class="status-body"><span class="entry-content">Salam Cerdas.</span></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="status-body"><span class="entry-content">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</span></span></p>
<p>Hp    : 081 2277 1607</p>
<p>mail : wiwit.prayitno@prudential-agent.co.id  &amp; wiwitcerdas888@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/02/27/kenapa-sih-harus-mempunyai-asuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alasan Mengapa Asuransi itu Tidak Penting</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/01/10/alasan-mengapa-asuransi-itu-tidak-penting/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/01/10/alasan-mengapa-asuransi-itu-tidak-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 01:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asset]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[biaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[biaya pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[klaim]]></category>
		<category><![CDATA[makmur]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[pentingnya asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=911</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang yang ragu-ragu untuk memiliki asuransi. Salah satunya mungkin Anda, yang sedang membaca artkel ini. Alasannya pun bermacam-macam mulai dari nggak percaya bisa di-claim, takut uang hilang, ribet urus claim, ngerasa belum butuh, nggak peduli dan masih banyak alasan lainnya. Padahal alasan itu tidaklah benar. Pada kenyataannya klaimnya mudah, tidak ribet dan prosedurnya cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-916" title="Asuransi" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/01/Asuransi.jpg" alt="Asuransi" width="300" height="195" />Banyak orang yang ragu-ragu untuk memiliki asuransi</strong>. Salah satunya mungkin Anda, yang sedang membaca artkel ini. Alasannya pun bermacam-macam mulai dari nggak percaya bisa di-claim, takut uang hilang, ribet urus claim, ngerasa belum butuh, nggak peduli dan masih banyak alasan lainnya. Padahal alasan itu tidaklah benar. Pada kenyataannya <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/11/14/klaim-asuransi-permasalahan-dan-solusinya/" target="_self">klaimnya mudah, tidak ribet dan prosedurnya cukup simple</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, pertanyaannya sekarang apakah Asuransi itu penting..? apakah Anda membutuhkan Asuransi&#8230;? Kalau Anda merasa punya tanggungan, punya utang, dan ngga punya cukup uang atau asset, maka jawabannya:  Asuransi itu PENTING dan Anda memBUTUHkan Asuransi, Mengapa &#8230;?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketika kita mempunyai tanggungan</strong>, seperti istri, anak, orang tua, adik atau siapa pun yang secara financial tergantung dengan kita, maka kita harus memastikan bahwa kalo sesuatu yang buruk menimpa kita maka orang-orang yang kita tinggalkan TIDAK akan kesusahan untuk meneryuskan kehidupannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Contohnya : misalkan Anda adalah seorang kepala keluarga, Anda  pencari nafkah utama dan istri tidak bekerja, dan sudah dikaruniai seorang anak yang masih kecil, dan untuk biaya pendidikannya nanti anda sudah menabung di bank secara disiplin setiap bulannya. Tiba-tiba  dan tidak disangka Anda menderita sakit kritis dan akhirnya harus berhenti kerja, atau parahnya lagi Anda meninggal dunia. Apa yang akan terjadi pada buah hati Anda? Jelas masa depannya terganggu karena pendidikannya sekarang menjadi ngga terjamin lagi.  Siapa yang akan menabung di Bank untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/03/28/asuransi-untuk-pendidikan-anak/" target="_self">mempersiapkan pendidikannya</a>..?. Itu baru dalam pendidikan, belum lagi dalam biaya hidup keluarga yang sekarang harus tergantung pada istri saja. Apa yang terjadi pada istri Anda?  padahal istri Anda tidak bekerja. Terpaksa harus bekerja dan bekerjanya lebih keras lagi karena punya tanggungan, baik untuk mempersiapkan pendidikan anak maupun untuk memebuhi kebutuhan sehari-hari..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketika mempunyai hutang</strong>, misalkan hutang mobil atau rumah atau bahkan hutang untuk usaha Anda, sebaiknya kita harus mempunyai. Maaf kata kalau harus pindah dunia (baca : meninggal), lantas siapa dong yang harus bayar hutang? Kalau sudah nikah nanti istri yang dikejar <em>debt collector</em>, kalo masih single maka orang tua kita yang dikejar-kejar, bahkan diteror. Kasian kan pasangan dan orang tua Anda&#8230;?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketika</strong><strong> TIDAK punya cukup uang atau asset</strong> untuk mengatasi risiko-risiko yang mungkin terjadi. Karena buat apa asuransi kalo kita udah punya uang or asset yang melimpah? Kalo kenapa-kenapa ama kita, toh keluarga masih bisa tetap hidup dengan semua warisan kita. Nah, bagi Anda yang uang dan assetnya belum cukup, segera ambil deh Asuransi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagi saya pribadi, sebagai Seorang suami dan mempunyai buah hati, asuransi menjadi hal yang sangat penting buat saya. Kenapa?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Karena saya tidak mau kalau sesuatu terjadi pada diri saya, istri saya menjadi repot, harus bekerja lebih keras lagi dan tidak bisa menikmati kehidupannya seperti sekarang ini. Dan pastinya agar gaya hidupnya tidak menurun, tetap bisa memanjakan dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Karena saya tidak mau rencana pendidikan anak  jadi brantakan dan akhirnya dia cuma bisa dapet pendidikan pas-pasan dengan alasan keterbatasan ekonomi. <img class="alignright size-medium wp-image-917" title="Keluarga bahagia" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/01/Keluarga-bahagia-300x213.jpg" alt="Keluarga bahagia" width="300" height="213" /></p>
<p>3.  Karena saya ingin dimasa tua saya dan istri bisa semakin <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/02/14/mengelola-keuangan-dengan-asuransi-ala-orang-kaya/" target="_self">KAYA dan SEJAHTERA</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Karena saya belum punya cukup uang dan asset yang bisa menghasilkan <em>Pasif Income</em> yang bisa digunakan oleh istri dan anak  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun untuk kebutuhan yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">So, jangan pernah memandang remeh masalah asuransi ini. Jadi Anda yang sedang membangun keluarga yang Harmonis, Kaya, Bahagia dan Sejahtera wajib hukumnya memiliki rekening Asuransi.</p>
<p>Selamat merencanakan kesejahteraan dan kemakmuran Anda dan Keluarga</p>
<p><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p>Wiwit Prayitno, S.Pt , N.Md</p>
<p>081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/01/10/alasan-mengapa-asuransi-itu-tidak-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Anda Ingin Kaya, Silahkan Baca Tulisan Ini</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/12/20/jika-anda-ingin-kaya-silahkan-baca-tulisan-ini/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/12/20/jika-anda-ingin-kaya-silahkan-baca-tulisan-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Dec 2010 01:23:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[agen]]></category>
		<category><![CDATA[agen asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[berkelimpahan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[klaim]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan gemilang]]></category>
		<category><![CDATA[menabung]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[polis]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=902</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang di dunia ini pasti akan senang apabila membicarakan hal yang berhubungan dengan kekayaan, uang, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan finansial mereka.
Tanpa kekayaan / uang yang terus mengalir, kredit sepeda motor, mobil atau rumah yang kita ambil bisa macet di tengah jalan. Atau mungkin kita dipaksa untuk terus nebeng di rumah kontrakan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-906" title="Why We Want You To Be Rich" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/12/Why-We-Want-You-To-Be-Rich-231x300.jpg" alt="Why We Want You To Be Rich" width="231" height="300" />Setiap orang di dunia ini pasti akan senang apabila membicarakan hal yang berhubungan dengan kekayaan, uang, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan finansial mereka</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa kekayaan / uang yang terus mengalir, kredit sepeda motor, mobil atau rumah yang kita ambil bisa macet di tengah jalan. Atau mungkin kita dipaksa untuk terus nebeng di rumah kontrakan. Dan bukankah anak-anak kita butuh pendidikan yang layak. Tanpa nafkah yang memadai, bagaimana kita yakin mereka akan punya <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_self">masa depan yang sejahtera</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, ternyata banyak orang gagal dalam memperoleh kekayaan. Banyak orang menginginkan uang atau kekayaan dengan cara tidak bekerja/tidak berusaha, hanya ongkang-ongkang kaki saja, tentu tidak bisa. Sehingga mereka ikut money game, arisan berantai, investasi bodong yang menawarkan cara cepat untuk menjadi kaya. Pada akhirnya bukan kekayaan yang mereka dapatkan, tapi kebangkrutan dan lebih parah lagi meninggalkan hutang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada cara instan dalam memperoleh kekayaan, semua melalui sebuah proses. Seperti halnya Kupu-kupu yang indah, harus melalui tahapan dari telur, kemudian menjadi ulat, menjadi kepompong dan akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi apa kiat dan rahasia menjadi kaya, kalau begitu? Kiatnya hanya satu kata yaitu : <strong>Disiplin</strong>.  Hah,&#8230;.disiplin..? Ya, disiplin adalah rahasia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kalau Anda mampu disiplin dalam menyisihkan penghasilan setiap bulannya untuk diinvestasikan, Maka di pastikan Anda akan memperoleh kekayaan dan kesejahteraan di masa depan</strong>. Masa tua Anda terjamin kesejahteraan dan dana <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/08/23/asuransi-syariah-pendidikan/" target="_self">pendidikan anak</a> juga akan tersedia adanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh kasus : Rudy berusia 29 tahun, mempunyai penghasilan Rp 3 juta per bulan.  Beliau mempunyai Impian di usia 55 tahun mendapatkan dana 1 Milyar. Maka setelah dihitung hitung (<em>dengan asumsi hasil investasi 15% pertahun, asumsi ini  dipilih dengan melihat kinerja IHSG dari 1999 sd 2009 bertumbuh 18% per tahun</em>) , maka setiap bulannya Rudy harus menyisihkan setiap bulannya sebesar Rp 700 ribu, untuk di investasikan di Rekening Asuransi Syariah.</p>
<p>Dengan menabung sebesar Rp 700 ribu setiap bulannya secara disiplin, maka di usia 55 tahun akan didapatkan hasil 1 Milyar lebih. Selain itu, Rudi akan mendapatkan <strong>BONUS </strong>dari rekening ini, yaitu <strong>Manfaat Proteksi / perlindungan</strong>, antara lain :</p>
<p style="text-align: justify;">1) Ketika Rudi menjalani Opname/rawat-Inap di Rumah Sakit, Asuransi ini  akan Memberikan santunan sebesar Rp 600.000 per hari (Kamar biasa) dan Rp 1.200.000 per hari (jika di ICU), Pembedahan Rp 1.500.000 sd Rp 6.000.000.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski baru nabung 2 kali saja, kalau Rudi dirawat di Rumah sakit. Misalnya rawat inap selama 10 hari, maka Rudi akan mendapatkan santunan sebesar  10 hr x Rp 600.000 = Rp 6 juta , yang akan ditransfer ke rekening Rudi di BCA atau Mandirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">2) Ketika terjadi resiko sakit kritis  (misal Stroke, Kanker, Jantung, dll), maka rekening ini akan memberikan santunan Rp 50 juta untuk perawatan dan STOP Nabungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">3) Selain NABUNGnya STOP, selanjutnya Perusahaan Asuransi ini akan meneruskan nabung sampai usia Rudi 65 tahun sebesar Rp 700.000 perbulan. Jadi Rudi tidak perlu nabung lagi, meskipun Rudi sembuh dari sakitnya…. sangat menguntungkan bukan..?</p>
<p style="text-align: justify;">4) Ketika Terjadi Resiko meninggal, ahli waris mendapat santunan dari rekening ini sebesar Rp 200 juta, ditambah nilai tunai/tabungan yang ada. Jadi, meskipun baru menabung 3 kali saja, kalai terjadi resiko Meninggal pada Rudi, maka keluarga yang ditinggalkan akan mendapat santunan sebagai tali kasih sebesar Rp 200 juta.</p>
<p style="text-align: justify;">5) Ketika Terjadi Resiko meninggal karena kecelakaan, ahli waris mendapat santunan Rp 350 juta, ditambah nilai tunai/tabungan yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi dapat disimpulkan, <strong>JAMINAN DANA PENSIUN, DANA untuk MODAL USAHA, atau DANA untuk PENDIDIKAN ANAK  senantiasa akan tersedia meski dalam perjalanan berinvestasi terjadi suatu resiko yang tidak diinginkan</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">So, semua orang bisa jadi kaya dan sejahtera. Tak terkecuali Anda. Anda punya potensi kaya yang sangat besar, karena mau membaca sajian renyah ini, apa lagi jika Anda segera <em>ACTION</em>. Ayo cepet, gunakan HP anda untuk hubungi <strong>081 2277 1607</strong> atau kirim email ke : <strong>wiwitcerdas888@gmail.com </strong>untuk berkonsultasi lebih lanjut tentang rekening ini. <img class="alignright size-medium wp-image-907" title="Pencapaian Target" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/12/Pencapaian-Target-300x240.jpg" alt="Pencapaian Target" width="300" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Segera bertindak, tanam dan tabur benih masa depanmu mulai sekarang. Anda menunda sekarang maka hidup kaya dan sejahteramu akan mundur terus. Ayo menabung dan berinvestasi demi masa depan gemilang. Jangan menjadi benalu bagi keluarga dan sesama</span>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/12/20/jika-anda-ingin-kaya-silahkan-baca-tulisan-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menabung, Berinvestasi dan Berasuransi</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/11/03/menabung-berinvestasi-dan-berasuransi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/11/03/menabung-berinvestasi-dan-berasuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 00:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[berasuransi]]></category>
		<category><![CDATA[berinvestasi]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen resiko]]></category>
		<category><![CDATA[menabung]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>
		<category><![CDATA[nafkah]]></category>
		<category><![CDATA[naik haji]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan resiko]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[Apakah menabung dan berinvestasi itu baik..? Tentu. Namun, bagaimana jika tabungan dan investasi itu ludes karena terkena musibah di masa depan, seperti biaya pengobatan atau karena harus kehilangan Sang Pencari nafkah. Tabungan yang direncanakan untuk biaya pendidikan anak, untuk membeli rumah, mobil, naik haji dan biaya pensiun harus hilang. Nah, disinilah pengelolaan resiko diperlukan. Kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-867" title="Happy Family" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/11/Happy-Family-300x202.jpg" alt="Happy Family" width="300" height="202" />Apakah menabung dan berinvestasi itu baik..?</strong> Tentu. Namun, bagaimana jika tabungan dan investasi itu ludes karena terkena musibah di masa depan, seperti biaya pengobatan atau karena harus kehilangan Sang Pencari nafkah. Tabungan yang direncanakan untuk biaya <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/08/23/asuransi-syariah-pendidikan/" target="_self">pendidikan anak</a>, untuk membeli rumah, mobil, naik haji dan biaya pensiun harus hilang. Nah, disinilah pengelolaan resiko diperlukan. Kalau sudah begini, inilah perlunya <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/06/30/asuransi-adalah-solusi-wujud-cinta-pada-diri-dan-keluarga/" target="_self">asuransi</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup kita memang penuh dengan resiko. Mulai dari kita membuka mata hingga kita terlelap dan terbangun lagi, kita menanggung beban resiko atas diri, keluarga dan tak ketinggalan seluruh harta benda kita. Seseorang dikatakan bijak jika ia mampu memperhitungkan resiko yang ada di depannya tersebut dan mengantisipasi mulai dari awal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kesadaran berasuransi berangkat dari pengalaman manusia bahwa banyak hal yang tidak diinginkan kelak dapat mengubah arah kehidupan seseorang. Keadaan yang tampak  cemerlang seketika dapat berubah menjadi begitu suram</strong>. Akan sangat sia-sia, misalkan, jika peristiwa yang terjadi di luar kendali kita, seperti banjir, tsunami, gunung meletus atau wedus gembel maupun kecelakaan menyebabkan  si Pencari Nafkah sakit, atau bahkan harus pindah dunia. Tanpa pengendalian resiko yang matang, bukan mustahil kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di masa akan datang  memaksa kita mengumpulkan harta kita mulai dari titik nol  karena harus membiayai pengobatan maupun perawatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Melakukan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/05/16/risiko-risiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/" target="_self">manajemen resiko</a> berarti merencanakan masa depan dengan lebih sistematis, matang dan terencana. Kita semua menginginkan jaminan keamanan, kemakmuran dan kesehatan. Asuransi merupakan salah satu mekanisme yang telah terbukti ampuh dalam melindungi asset-aset paling berharga, yaitu diri Anda sendiri. Memilih untuk berasuransi atau tidak adalah suatu pilihan. Kita mungkin tidak akan merasakan dampaknya sekarang. Mungkin setahun, dua tahun, lima bahkan sepuluh tahun kemudian kita baru menyadarinya. Semua bisa terjadi, tidak ada seorang pun yang tahu apakah resiko akan menjadi kenyataan atau tidak. Tetapi bagaimanapun, masa depan yang kita cita-citakan harus mulai dibangun dari detik ini juga. Dan berbicara masa depan, sangat erat kaitannya dengan kemampuan kita untuk mengelola resiko hari ini, esok, dan seterusnya. <img class="alignright size-full wp-image-868" title="mari berasuransi" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/11/mari-berasuransi.jpg" alt="mari berasuransi" width="300" height="196" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Jadi kita tidak perlu lagi bertanya-tanya bagaimana nasib kita di masa depan. Yang seharusnya kita lakukan adalah merancang masa depan kita sendiri</strong>.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/11/03/menabung-berinvestasi-dan-berasuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencanakan Kesejahteraan Masa Pensiun Anda dari Sekarang</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2010 10:10:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[1 milyar]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[gaji pokok]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[masa tua]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[sukses pensiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=839</guid>
		<description><![CDATA[Agar tetap menjalani kehidupan yang memadai ketika pensiun nanti, kita perlu mengumpulkan dana dari sekarang dengan cara berinvestasi. Sejumlah instrumen investasi bisa menjadi pilihan, salah satunya melalui Asuransi Dana Pensiun.
Perlu kita sadari, bahwa ketika Pensiun sudah tidak ada lagi yang namanya tunjangan, mobil dinas maupun rumah dinas. Yang Artinya bila finansial tidak disiapkan secara matang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-844" title="Retirement Planning" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/09/Retirement-Planning-253x300.jpg" alt="Retirement Planning" width="253" height="300" />Agar tetap menjalani kehidupan yang memadai ketika pensiun nanti, kita perlu mengumpulkan dana dari sekarang dengan cara berinvestasi</strong>. Sejumlah instrumen investasi bisa menjadi pilihan, salah satunya melalui <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/09/30/menghitung-dana-pensiun-secara-cerdas/" target="_self">Asuransi Dana Pensiun</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlu kita sadari, bahwa ketika Pensiun sudah tidak ada lagi yang namanya tunjangan, mobil dinas maupun rumah dinas. Yang Artinya bila finansial tidak disiapkan secara matang dari sekarang bisa jadi masa tua nanti bisa melarat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai gambaran Gaji Pokok tertinggi PNS (<em>Golongan 4 E dengan masa kerja 32 tahun</em>) adalah Rp 3.580.000,- , yang artinya ketika pensiun yang didapatkan tidak lagi sebesar Rp 3.580.000 , melainkan hanya sekitar 70 % sd 80 % nya saja. Yang berarti Uang pensiun jauh dari yang Anda dapatkan sekarang. Bukan kah sekarang Anda mendapatkan Gaji Pokok + Tunjangan ..? Siapkah di saat Pensiun Anda mendapatkan HANYA 70 % sd 80 % Gaji Pokok terakhir Anda. Ingat Gaji Pokok tertinggi PNS (<em>Gol 4 E dengan masa kerja 32 tahun</em>) Rp 3.580.000,- .  Apalagi bagi yg bekerja di Perusahaan Swasta atau pun para profesional dan entrepeneur yang tidak ada uang pensiunnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Siapa pun ingin agar saat pensiun nanti bisa hidup memadai dan kualitas hidup tidak menurun. Pertanyaannya, bagaimana merencanakan pensiun agar target pensiun bisa sesuai dengan harapan?</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi dapat disimpulkan bahwa menyiapkan kebutuhan masa pensiun yang kita idam-idamkan adalah tanggung jawab kita masing-masing. Kita harus melakukan sesuatu. <strong>Anda semua adalah arsitek bagi keuangan masa depan Anda masing-masing</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Mungkin kita tidak sadar perjalanan hidup kita. Anggap saja mulai bekerja di usia 25 tahun dan pensiun usia 55 tahun, berarti masa kerja kita selama 30 tahun. Mulai pensiun usia 55 tahun sampai wafat usai 75 tahun. Artinya kita akan melewati masa pensiun selama 20 tahun, Masa itulah masa yang akan memerlukan biaya banyak. Orang sering beranggapan kalau pensiun tidak perlu uang banyak, itu salah besar. Bukan biaya transportasi, makan siang dan entertainment yang memerlukan biaya banyak, tetapi biaya berobat yang diperlukan. Berapa banyak orang yang menyiapkan dana hari tua, terutama biaya untuk berobat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada saja alasan seseorang untuk menolak menyiapkan pensiun. Padahal menyiapkan pensiun itu manfaatnya untuk diri sendiri bukan untuk orang lain. Beberapa alasan penolakan atau menunda merencanakan dana pensiun antara lain :</p>
<p>1. Sudah ada uang pensiun dari perusahaan</p>
<p>2. Seorang PNS jadi tidak perlu lagi dana pensiun karena akan mendapat dari Negara</p>
<p>3. Masih terlalu muda</p>
<p>4. Masih banyak hutang</p>
<p>5. Belum bisa menabung</p>
<p style="text-align: justify;">Alasan-alasan ini yang akan mengakibatkan kesulitan pada waktu pensiun nanti. Semakin muda usia seseorang semakin baik dalam mempersiapkan dana hari tua, karena dana yang disisihkan semakin sedikit. Beberapa hal yang perlu disiapkan dalam merencanakan dana pensiun :</p>
<p>a) Tentukan usia pensiun anda . Misalnya 25 tahun lagi</p>
<p>b) Tentukan biaya perbulan yang diharapkan sama dengan jumlah uang saat ini, untuk pensiun anda nanti.</p>
<p>c) Tentukan berapa lama anda akan menggunakan dana pensiun anda. Misalnya : 25 tahun setelah pensiun.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sebagai contoh</strong> : <em>Seseorang yang berusia 33 tahun dan akan pensiun diusia 55 tahun. Dimana di usia 55 tahun tersedia dana sebesar Rp 1 Milyar. Maka Anda cukup menyisihkan Rp 1 juta setiap bulannya atau hanya Rp 33 ribuan setiap harinya. Disamping itu, Anda akan mendapatkan Fasilitas Kesehatan secara Komplit sebesar Rp 150 juta per tahun sd usia 75 tahun , Perlindungan Sakit Kritis  sebesar Rp 100 juta sd usia 65 tahun dan Perlindungan atas Jiwa Anda sebesar Rp 200 juta sd usia 99 tahun.</em></p>
<p>Apa sih gunanya mempersiapkan dana pensiun ?</p>
<p>1) Agar tidak menurunkan standard hidup</p>
<p>2) Tidak kesulitan keuangan dikala pensiun</p>
<p>3) Bisa mandiri ketika masa pensiun tiba</p>
<p>4) Tidak menyusahkan anak-anak ataupun keluarga.</p>
<p>5) Tidak terbebani biaya untuk kesehatan, seperti rawat inap, obat-obatan, dll. <img class="alignright size-medium wp-image-845" title="Analyzing financial data" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/09/retirement-plan-300x199.jpg" alt="Analyzing financial data" width="300" height="199" /></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda merencanakan dana pensiun, bila anda kesulitan dalam menentukannya. Silahkan hubungi financial planner anda atau hubungi saya di : <strong>wiwitcerdas888@gmail.com </strong>atau di<strong> 081 2277 1607</strong>. Anda juga dapat bertanya dengan meninggalkan pesan atau comments pada website ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah ulasan mengenai pentingnya perencanaan pensiun demi <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/08/26/pensiun-itu-pasti-pensiun-sejahtera-itu-pilihan/" target="_self">kesejahteraan masa tua Anda</a>, semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rencanakan hidup Anda dan hidupkan rencana Anda</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Hormat</p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

