<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>asuransicerdas.com</title>
	<atom:link href="http://www.asuransicerdas.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.asuransicerdas.com</link>
	<description>Memilih produk asuransi secara cerdas !</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 May 2013 00:18:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perencanaan Pengeluaran</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2013/03/31/perencanaan-pengeluaran-2/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2013/03/31/perencanaan-pengeluaran-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2013 16:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan pengeluaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1090</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu cara mengelola gaji dan mengerem pengeluaran adalah dengan membuat atau melakukan Perencanaan Pengeluaran !!! Bagaimana Caranya..? Berikut langkah-langkahnya :
1. Banyak juga lho yang berpendapat buat apa bikin perencanaan pengeluaran. Padahal setiap rupiah dihasilkan dari keringat dan energi energi, yang harus dihargai
2. Pernah menghhitung berapa harga kita per hari..? Coba deh hitung jumlah gaji [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Salah satu cara mengelola gaji dan mengerem pengeluaran adalah dengan membuat atau melakukan Perencanaan Pengeluaran !!!</strong> Bagaimana Caranya..? Berikut langkah-langkahnya :</p>
<p>1. Banyak juga lho yang berpendapat buat apa bikin perencanaan pengeluaran. Padahal setiap rupiah dihasilkan dari keringat dan energi energi, yang harus dihargai</p>
<p>2. Pernah menghhitung berapa harga kita per hari..? Coba deh hitung jumlah gaji dibagi dengan total hari kerja per bulan.</p>
<p>3. Contoh : Kalau Gaji Rp 5 Juta per bulan, dalam seminggu 5 hari kerja, berarti energi kita dihargai Rp 250 ribu per hari. Jadi kalau beli baju Rp 500 ribu, butuh 2 hari bekerja.</p>
<p>4. Nah, sekaranng setiap kali gajian, apa hal pertama yang biasa dilakukan? Apakah Belanja bulanan? Bayar utang? Zakat? Atau..?</p>
<p>5. Perencana pengeluaran = Sebagai PENGINGAT saat pengeluaran berlebih. Langkah awal , kita harus tahu KBUTUHAN dasar per bulan.</p>
<p>6. Perlu diingat-iangat  perbedaan Butuh vs Ingin ! Jadi nonton bioskop ,ngafe itu diluar angka kebutuhan dasar hidup</p>
<p>7. Butuh = u can&#8217;t live without it. Dapet angkanya? Nah berapa % biaya kebutuhan hidup tersebut dari total pendapatan?</p>
<p>8. Kalau angkanya diatas 50% artinya gajinya yg kekecilan atau kebutuhan yang berlebihan? Apa yang bisa dilakukan? Apakah masih bisa diturunkan kebutuhan atau keinginannya?</p>
<p>9. Sekarang hitung cicilan hutang. Mulai dari kpr, kpm, kta, kartu kredit, hutang semua temen..semua deh! Berapa total cicilan per bulan.?</p>
<p>10. Ketemu angka total cicilannya? Berapa % tuh dari gaji ? kalau lebih dari 30% hmmm&#8230;.butuh debt management nih!</p>
<p>11. Selama ini sudah investasi belum ? Berapa % dari pendapatan.? Inget loh ,invest buat pensiun itu palingg ideal dilakukan sejak pertama kali bekerja !</p>
<p>12. Zakat, infaq, sedekah bagaimana? Sdh dialokasikan tiap bulan apa belum? 2.5% wajibnya&#8230;.Giving nya?</p>
<p>13. Butuh bersenang-senang..? Buat perencanaan juga dong, biar ga kebablasan. Idealnya maksimal 10% dari pendapatan itu bida dipake buat bersenang-senang.</p>
<p>14. Nah, berarti ada kebutuhan hidup, cicilan hutang, giving, senang-senang dan investasi. And amasih punya pos lain yang harus punya rencana pengeluaran sendiri?</p>
<p>15. Post diluar tadi misalnya hobi yang ngabisin duit, biaya pengembangan diri (buku,seminar,kursus), dan lain-lain.</p>
<p>15. Berarti ada 5-6 pos utama dalam membuat perencanaan pengeluaran. Sekarang kita urutkan berdasarkan prioritas ya. Mana yang paling wajib sampai sunah.</p>
<p>17. Kalau saya pribadi urutannya seperti ini. Tuhan, masa depan, utang, pengembangan diri, fun, kebuuhan hidup</p>
<p>18. Jelas zakat no 1 soalnya ga bisa ditawar. Kalau kebutuhan paling akhir, Kenapa..? Karena paling flexible. Bukankah kalau kita makan, tak ada daging tempe pun jadi. Betul apa betul..?</p>
<p>19. Kenapa investasi masa depan dulu baru bayar hutang? Ini yang disebut prinsip pay yourself first! Brp pun besar utang, selalu gaji diri sendiri terlebih dahulu.</p>
<p>20. Secara keseluruham proporsi persentase setiap post pengeluaran untuk setiap individu berbeda. Rulenya adalah : Zakat minimal 2,5%,  investasi &gt;10%, Upayakan cicilan &lt; 30%, untuk senang-senang &lt; 10% dan sisanya untuk kebutuhan hidup.</p>
<p>Selamat merencakan pengeluaran untuk masa depan sejahtera.</p>
<p>Sumber : <a href="https://twitter.com/bundawita" target="_self">https://twitter.com/bundawita</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2013/03/31/perencanaan-pengeluaran-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangun Dana Pensiun dengan Kekuatan Anda Sendiri</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2013/03/11/bangun-dana-pensiun-dengan-kekuatan-anda-sendiri/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2013/03/11/bangun-dana-pensiun-dengan-kekuatan-anda-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2013 02:41:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[masa pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan pensiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1087</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang tak mempersiapkan Dana Pensiun mereka, karena merasa telah dijamin oleh perusahaan dan pemerintah melalui JAMSOSTEK. Anda mungkin tidak paham bahwa Dana Pensiun (pesangon) yang disediakan oleh perusahaan umumnya berjumlah 32 kali dari gaji pokok bulanan terakhir Anda (bagi mereka yang memiliki masa kerja lebih dari 24 tahun). Hal ini sesuai peraturan yang diwajibkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Banyak orang tak mempersiapkan Dana Pensiun mereka, karena merasa telah dijamin oleh perusahaan dan pemerintah melalui JAMSOSTEK</strong>. Anda mungkin tidak paham bahwa Dana Pensiun (pesangon) yang disediakan oleh perusahaan umumnya berjumlah 32 kali dari gaji pokok bulanan terakhir Anda (bagi mereka yang memiliki masa kerja lebih dari 24 tahun). Hal ini sesuai peraturan yang diwajibkan pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu artinya <span style="color: #ff0000;">Dana Pensiun yang kelak Anda terima, besarnya tak lebih dari gaji pokok selama 3 tahun. COBA BANYANGKAN !!! Padahal, Anda tentu ingin menjalani masa pensiun selama mungkin. Bagaimana mungkin Anda bisa membiayai hidup selama itu dengan uang sebanyak 32 gaji..? Tidak mungkin cukup.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Saya percaya, <a href="http://www.asuransicerdas.com/2012/04/08/pensiun-gaul-mau/" target="_self">Dana Pensiun</a> sebaiknya kita bangun dengan kekuatan sendiri. Tidak mengandalkan perusahaan apalagi pemerintah. Setidaknya 80% dari Dana Pensiun yang Anda inginkan harus dibangun sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Seandainya pun Anda tetap mengahrapkan Dana Pensiun dari Perusahaan atau Pemerintah, tak ada salahnya bila Anda menyiapkan dana tambahan sejak sekarang. Bila Anda berinvestasi secara mandiri, Anda akan memiliki Dana Pensiun yang lebih banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan Dana Pensiun yang semakin banyak, bisa membuat Anda lebih sejahtera. Siapa tak mau pensiun dengan lebih sejahtera, layakkah dikejar..? Tentu saja!. Maka dari itu, Siapkan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_self">Dana Pensiun Anda</a> sekarang juga.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Sumber </strong>: <em>Disadur dari buku 6 Keranjang, 7 Langkah, Karya : Lim Tung Ning</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2013/03/11/bangun-dana-pensiun-dengan-kekuatan-anda-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rezeki Itu Berputar</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2013/02/20/rezeki-itu-berputar/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2013/02/20/rezeki-itu-berputar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2013 23:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[roda kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1083</guid>
		<description><![CDATA[“Rezeki itu berputar layaknya siklus. Menahannya berarti merusak putaran. Membaginya berarti menyempurnakan putaran. Sebagaimana milikmu mengalir pada orang lain, milik orang lain pun mengalir padamu.”
Kehidupan senantiasa berada dalam kesempurnaan putaran. Sesuatu yang ada pada kita, akan mengalir pada yang lain. Persis sebagaimana yang kita terima pun berasal dari orang lain.
Layaknya putaran roda, berhati-hatilah tuk menyentuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">“Rezeki itu berputar layaknya siklus. Menahannya berarti merusak putaran. Membaginya berarti menyempurnakan putaran. Sebagaimana milikmu mengalir pada orang lain, milik orang lain pun mengalir padamu.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kehidupan senantiasa berada dalam kesempurnaan putaran</strong>. Sesuatu yang ada pada kita, akan mengalir pada yang lain. Persis sebagaimana yang kita terima pun berasal dari orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Layaknya putaran roda, berhati-hatilah tuk menyentuh putarannya, apatah lagi berusaha menghentikannya. Sebab akibatnya sungguh fatal. Demikianlah kiranya menahan apa yang ada padamu, sedang sejatinya ia tak kau perlukan. Jangan heran jika tak berapa lama apa yang menjadi hakmu pun tak kunjung tiba. Bukankah acapkali kita dapati para kikir semakin fakir? Maka  cermatlah kala apa yang kau pinta tak terwujud jua, sebab bisa jadi kau menahan apa yang seharusnya kau lepaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara membagi rezeki persis seperti membiarkan roda berputar dengan mulus tanpa hambatan. Segera saja kau dapati bahwa setiap titik kan kembali pada tempatnya semula. Begitupun rezeki yang kau bagikan, ia kan kembali padamu jua, bahkan dalam lipatan yang tak disangka-sangka. Persis seperti roda yang melahirkan tenaga lebih besar kala diputar lebih cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber :<a href="http://teddiprasetya.com/?p=678#comment-1148" target="_self"> http://teddiprasetya.com/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2013/02/20/rezeki-itu-berputar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Kebiasaan yang Bisa Buat Kita Lebih Kaya</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2013/01/28/7-kebiasaan-yang-bisa-buat-kita-lebih-kaya/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2013/01/28/7-kebiasaan-yang-bisa-buat-kita-lebih-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2013 01:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan orang kaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1077</guid>
		<description><![CDATA[  Bagaimana caranya agar kita bisa kaya, namun sedikit di antara kita tidak memikirkan  arti kaya yang sebenarnya. Kebiasaan kita sangat menentukan arah yang  akan kita lalui, Berikut kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh orang kaya :

 
1. Kebiasaan mengucap syukur



 
Ini  adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"> </span><span style="color: #000000;"> </span><span style="color: #000000;"><span style="line-height: 22px;"><span style="font-size: small;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-1078" title="IMG00584-20121026-1027" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2013/01/IMG00584-20121026-1027-300x225.jpg" alt="IMG00584-20121026-1027" width="300" height="225" />Bagaimana caranya agar kita bisa kaya</strong>, namun sedikit di antara kita tidak memikirkan  arti <a href="http://www.asuransicerdas.com/2011/06/12/kaya-dengan-berasuransi/" target="_blank">kaya </a>yang sebenarnya. Kebiasaan kita sangat menentukan arah yang  akan kita lalui, Berikut kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh orang kaya :<br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="line-height: 22px; font-size: 14px;"><span style="font-weight: bold;"> </span></span></span></p>
<div style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: small;">1. Kebiasaan mengucap syukur</span></strong></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></div>
<div style="display: inline; ">
<div style="text-align: justify;"><span style="line-height: normal;"> </span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;">Ini  adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih  baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal  yang baik, tapi juga dalam kesussahan dan hari-hari yang buruk.  Memang  sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah  mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat,  dan sebagainya. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan  dan situasi yang buruk.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></div>
<p><span style="font-weight: bold;"> </span></p>
<div style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: small;">2. Kebiasaan berpikir positif</span></strong></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></div>
<div style="text-align: center;"><span style="font-size: small;"> </span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;">Hidup  kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu  berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif.  Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran,  kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau  apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran  negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Jadikanlah berpikir  positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif  sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan  Anda alami.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></div>
<p><span style="font-weight: bold;"> </span></p>
<div style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: small;">3. Kebiasaan berempati</span></strong></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="line-height: normal;"> </span></div>
<div><span style="line-height: normal;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;">Kemampuan  berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh  banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan  dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang  dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan  perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik  sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru  menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua  orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri  melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar  yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain,  belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda,  dan sebagainya.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></div>
<p><span style="font-weight: bold;"> </span></p>
<div style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: small;">4. Kebiasaan mendahulukan yang penting</span></strong></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;">Pikirkanlah  apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah. Jangan biarkan hidup  Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang  penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg  tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda  efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara  signifikan.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: small;"><br />
</span></strong></div>
<p><strong> </strong><strong> </strong></p>
<div style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: small;">5. Kebiasaan bertindak</span></strong></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></div>
<p><span style="font-size: small;">Bila  Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak  dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan,  maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai  waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang  gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai  tujuan tapi tak mau melangkah.</span></p>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></div>
<p><span style="font-weight: bold;"> </span></p>
<div style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: small;">6. Kebiasaan menabur benih</span></strong></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;">Prinsip  tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai  yang Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda  selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda  bila rajin menabur keburukan.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;"><span style="font-size: small;">7. Kebiasaan hidup jujur</span></span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></span></div>
<div style="text-align: center;"><span style="font-size: small;"> </span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;">Tanpa  kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa  merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan  diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap  orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. </span></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;">Disadur dari : </span><a href="http://curiousdn.blogspot.com/2010/04/7-kebiasaan-yang-bisa-buat-kita-kaya.html" target="_blank">http://curiousdn.blogspot.com/2010/04/7-kebiasaan-yang-bisa-buat-kita-kaya.html</a></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2013/01/28/7-kebiasaan-yang-bisa-buat-kita-lebih-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Fakta, Kenapa Asuransi perlu Anda miliki</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2013/01/01/sebuah-fakta-kenapa-asuransi-perlu-anda-miliki/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2013/01/01/sebuah-fakta-kenapa-asuransi-perlu-anda-miliki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2013 01:07:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[uang pertanggungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1075</guid>
		<description><![CDATA[1. Setiap orang PASTI membutuhkan Dana PENSIUN
2. Setiap orang PASTI membutuhkan Dana untuk PENDIDIKAN putra/i nya
3. Setiap orang PASTI meninggal dunia
4. Keluarga yang ditinggal PASTI butuh Uang TUNAI
5. Meninggalnya Pencari Nafkah selalu memberikan kerugian riil maupun potensial
6. Asuransi Jiwa (Uang Pertanggungan) adalah alat yang PALING PASTI dan MURAH untuk memenuhi Kebutuhan UANG TUNAI.
Sudah saatnya Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Setiap orang PASTI membutuhkan Dana PENSIUN</p>
<p>2. Setiap orang PASTI membutuhkan Dana untuk PENDIDIKAN putra/i nya</p>
<p>3. Setiap orang PASTI meninggal dunia</p>
<p>4. Keluarga yang ditinggal PASTI butuh Uang TUNAI</p>
<p>5. Meninggalnya Pencari Nafkah selalu memberikan kerugian riil maupun potensial</p>
<p>6. Asuransi Jiwa (Uang Pertanggungan) adalah alat yang PALING PASTI dan MURAH untuk memenuhi Kebutuhan UANG TUNAI.</p>
<p>Sudah saatnya Anda Sekarang memiliki Asuransi.</p>
<p><span>Konsultasi Perencanaan Keuangan / Asuransi di<a rel="nofollow nofollow" href="http://www.asuransicerdas.com/" target="_blank"></a> Hp : 0878 3952 8881 atau BB : 27f6f97c.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2013/01/01/sebuah-fakta-kenapa-asuransi-perlu-anda-miliki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngapain beli Asuransi, kayak kita tidak percaya ALLAH Saja</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2012/11/04/ngapain-beli-asuransi-kayak-kita-tidak-percaya-allah-saja/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2012/11/04/ngapain-beli-asuransi-kayak-kita-tidak-percaya-allah-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2012 02:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1071</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang bilang &#8220;Ngapain beli asuransi, kayak kita tidak percaya ALLAH  Saja&#8221;.  Hehe&#8230; taukah anda, bahwa para jamaah haji yg saat ini sedang ibadah, Mereka SEMUA di ASURANSIKAN.
Padahal mereka jelas-jelas TAMU ALLAH&#8230;. harusnya mereka tidak perlu lagi dong beli Asuransi?
Terus, kalau memang bener Rejeki Sudah diatur ALLAH, kenapa Anda mesti  KERJA&#8230;??? harusnya kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-1072" title="IMG00584-20121026-1027" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2012/11/IMG00584-20121026-1027-300x225.jpg" alt="IMG00584-20121026-1027" width="300" height="225" /><strong>Ada yang bilang &#8220;Ngapain beli asuransi, kayak kita tidak percaya ALLAH  Saja&#8221;</strong>.  Hehe&#8230; taukah anda, bahwa para jamaah haji yg saat ini sedang ibadah, Mereka SEMUA di ASURANSIKAN.<br />
Padahal mereka jelas-jelas TAMU ALLAH&#8230;. harusnya mereka tidak perlu lagi dong beli Asuransi?</p>
<p>Terus, kalau memang bener Rejeki Sudah diatur ALLAH, kenapa Anda mesti  KERJA&#8230;??? harusnya kita diam di rumah saja sudah bisa dapat rejeki&#8230;???</p>
<p>Terus, katanya jg Maut ditangan ALLAH, lalu kenapa kalau orang sakit mesti  dibawa ke rumah sakit dan minta dokter selamatkan nyawanya??? harusnya  di diamkan saja, kan kalau belum waktunya, ALLAH pasti akan selamatkan  nyawanya.</p>
<p style="text-align: center;">Sederhana aja sobat&#8230;. <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/03/28/asuransi-untuk-pendidikan-anak/" target="_blank">ASURANSI</a> adalah bagian dari &#8220;Usaha Manusia&#8221; untuk merencanakan masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Asuransi itu prinsipnya sederhana&#8230;&#8221;<strong>Tolong Menolong</strong>&#8221;<br />
Kalau ada 1 orang yg sakit, maka biayanya ditanggung Rame-rame&#8230;<br />
Kalau ada orang Meninggal maka Keluarganya &#8220;Disumbang Rame-rame&#8221; oleh seluruh peserta asuransi.</p>
<p>Nah, di asuransi ini&#8230; Jika ada orang yang sakit atau meninggal, maka Anggota  asuransi nya bukan hanya 1 kampung yg hanya ratusan orang, tapi  anggotanya JUTAAN ORANG&#8230;  Jadi di asuransi, jika ada orang sakit/  meninggal, disumbang oleh Jutaan peserta.</p>
<p>Makanya, walaupun baru ikut 1 bulan jd peserta Asuransi, yg bersangkutan  tetap berhak atas &#8220;SUMBANGAN&#8221; dari seluruh peserta hingga bisa terima dana  santunan &#8220;SANGAT BESAR&#8221;&#8230;</p>
<p>Asuransi mirip nabung di bank, kelebihannya ada perlindungan finansial  dari musibah, supaya tabungan kita tetap utuh saat musibah datang. Jadi   banyak untungnya punya asuransi kan?</p>
<p>Tugas Saya sebagai seorang agent adalah mempertemukan anda dgn perusahaan  asuransi yang TEPAT &amp; Saya akan melayani Anda dgn hati.</p>
<p><span><strong>Pingin Konsultasi</strong> : Silahkan hubungi Hp : 0878 3952 8881 atau BB : 27f6f97c</span> dan email : wiwitcerdas888@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2012/11/04/ngapain-beli-asuransi-kayak-kita-tidak-percaya-allah-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya Ndak Butuh Asuransi</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2012/10/19/saya-ndak-butuh-asuransi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2012/10/19/saya-ndak-butuh-asuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2012 01:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1066</guid>
		<description><![CDATA[Anda ndak butuh Asuransi&#8230; itu benar, namun coba dan renungkan dahulu artikel dibawah ini.
Mari perhatikan &#8230;.
Bagaimana pemerintah mengasuransi semua PNS di ASKES dan menyiapkan dana pensiunnya di TASPEN&#8230;
Bagaimana Semua BANK Mengasuransikan semua orang yang mengajukan kredit di bank tersebut&#8230;
Bagaimana setiap Perusahaan Mengasuransikan semua karyawannya&#8230;.
Bagaimana setiap perusahaan pembiayaan maupun bank juga mengasuransikan setiap Jaminannya&#8230;
Rumah diasuransikan kebakaran, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1068" title="Asuransi" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2012/10/Asuransi.jpg" alt="Asuransi" width="270" height="270" /><strong>Anda ndak butuh Asuransi&#8230; itu benar, namun coba dan renungkan dahulu artikel dibawah ini.</strong></p>
<p>Mari perhatikan &#8230;.</p>
<p>Bagaimana pemerintah mengasuransi semua PNS di ASKES dan menyiapkan dana pensiunnya di TASPEN&#8230;</p>
<p>Bagaimana Semua BANK Mengasuransikan semua orang yang mengajukan kredit di bank tersebut&#8230;</p>
<p>Bagaimana setiap Perusahaan Mengasuransikan semua karyawannya&#8230;.</p>
<p>Bagaimana setiap perusahaan pembiayaan maupun bank juga mengasuransikan setiap Jaminannya&#8230;</p>
<p>Rumah diasuransikan kebakaran, mobil di asuransi All risk dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><strong>Pertanyaannya :</strong></p>
<p>1. Apakah PEMERINTAH GOBLOK hingga buang-buang uang untuk bayar ASKES dan TASPEN ?</p>
<p>2. Apakah semua BANK NDAK PUNYA OTAK hingga repot-repot membebani nasabahnya WAJIB memiliki asuransi Jiwa..</p>
<p>3. Apakah Semua Perusahaan Ndak Punya UANG untuk biaya kesehatan karyawannya hingga harus membelikan Asuransi?</p>
<p>4. Apakah Para perusahaan Leasing YAKIN bahwa setiap rumah yg dijaminkan PASTI TERBAKAR hingga harus di asuransikan, atau Setiap MOBIL PASTI HILANG hingga semua juga harus di asuransikan?</p>
<p style="text-align: center;"><strong>INGAT!!! Asuransi itu untuk :&#8221;MENCIPTAKAN RASA AMAN&#8221;&#8230;</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Rasa aman&#8230;, ya, itulah fungsi asuransi&#8230;</strong></p>
<p>Saat ini saya mengasuransikan DIRI saya, dan Keluarga saya bukan karena saya pengen Sakit. atau juga bukan berarti saya pengen MATI BESOK&#8230;.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Saya beli asuransi karena&#8230;</strong></span></p>
<p>1. Saya pingin jika sakit, saya ndak perlu JUAL-JUAL ASET yang saya kumpulkan sejak Lama, namun Asuransilah yang membiayai perawatan saya.</p>
<p>2. Dan saya Mau, jika &#8220;ALLAH panggil saya&#8221; maka Istri dan anak-anak saya TETAP MEMILIKI KEHIDUPAN TERBAIKNYA&#8230;.</p>
<p>3. Saya juga pingin dihari tua atau MASA PENSIUN saya tetap SEJAHTERA, karena mempunyai Dana Pensiun yang cukup.</p>
<p>4. Saya juga pingin menyekolahkan anak sesuai dengan IMPIAN anak-anak saya kelak.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Temen-temen, coba lihat dan renungkan !!!</strong></span></p>
<p>Ketika ada keluarganya Sakit harus merelakan RUMAH SATU-SATUNYA DIJUAL hanya untuk biaya berobat&#8230;.</p>
<p>Dan Ketika seorang Kepala Rumah Tangga &#8220;meninggal&#8221; maka Istrinya TERPAKSA KERJA untuk menafkahi anak-anaknya yang masih KECIL-KECIL&#8230;</p>
<p>sudahlah&#8230; Kalau anda belum Punya cukup dana untuk berasuransi, ndak usah komentar negatif sama asuransi&#8230;</p>
<p style="text-align: center;">ASURANSI ITU BAIK dan SEMUA ORANG BUTUH ASURANSI&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Lebih baik anda focus meningkatkan penghasilan anda supaya anda memiliki cukup dana untuk Berasuransi&#8230;</strong></p>
<p>Jika anda bernar-benar sudah ingin segera berasuransi, atau sekedar ingin konsultasi anda bisa hubungi kami :</p>
<p style="text-align: left;"><strong>0878 3952 8881 atau 081 2277 1607 atau BB : 27f6f97c dan email : wiwitcerdas888@gmail.com</strong></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Mari berasuransi, untuk masa depan lebih baik.</p>
<p style="text-align: left;">Salam Hormat.</p>
<p style="text-align: left;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2012/10/19/saya-ndak-butuh-asuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Sisakan Penghasilan, Habiskan Saja !</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2012/09/30/jangan-sisakan-penghasilan-habiskan-saja/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2012/09/30/jangan-sisakan-penghasilan-habiskan-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Sep 2012 23:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1063</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang bertanya pada saya, “bagaimana caranya agar  bisa menyisakan uang? soalnya banyak sekali kebutuhan ini dan itu,  jadinya susah sekali untuk bisa menabung”.
Ada lagi yang mengeluh  “Udah kita hitung di atas kertas, akhir bulan bisa ada sisa sekian  ratus ribu buat ditabung. Eh pas akhir bulan, gak ada sisanya tuh. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-1064" title="ahmad gozali" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2012/09/ahmad-gozali.jpg" alt="ahmad gozali" width="230" height="219" />B</strong>anyak yang bertanya pada saya, “<strong>bagaimana caranya agar  bisa menyisakan uang? soalnya banyak sekali kebutuhan ini dan itu,  jadinya susah sekali untuk bisa menabung</strong>”.</p>
<p>Ada lagi yang mengeluh  “Udah kita hitung di atas kertas, akhir bulan bisa ada sisa sekian  ratus ribu buat ditabung. Eh pas akhir bulan, gak ada sisanya tuh. Malah  kadang kurang”</p>
<p>“Uangnya udah dibagi-bagi per amplop, termasuk  untuk tabungan. Tapi kok ya adaaaa aja kebutuhan ini dan itu. Jadinya  gak nabung lagi deh” Begitu pengakuan sebagian orang lain yang  bertanya-tanya bagaimana cara yang efektif agar bisa menyisakan uang  untuk ditabung.</p>
<p>Kalau menurut saya sih, tidak usah mencari cara  untuk menyisakan uang, karena uang memang sulit untuk bersisa. Uang itu  seperti air, mudah menguap, mudah mengalir.</p>
<p>Uang memang diciptakan untuk dipakai, untuk dihabiskan, bukan untuk disisakan. Itulah sebabnya uang sulit sekali untuk bersisa.</p>
<p>Maka  sebagai perencana keuangan, saya TIDAK menyarankan untuk menyisakan  uang untuk kebutuhan masa depan. Sekali lagi, JANGAN sisakan uang.</p>
<p>Saya ulang lagi ya… &#8220;JANGAN sisakan uang untuk kebutuhan masa depan. Setiap Anda gajian, langsung HABISKAN saja.&#8221;</p>
<p>Jangan  cari cara untuk menyisakan uang, karena uang diciptakan memang untuk  dihabiskan, bukan untuk disisakan. Yang seharusnya kita lakukan adalah,  mencari cara untuk MENGHABISKAN uang kita dengan benar. Bukan  menyisakannya.</p>
<p>Bgaimana cara menghabiskan uang dengan benar?  Setiap gajian, langsung bayar zakat, bayar hutang &amp; saving. Sisanya,  habiskan sesuka hati Anda.</p>
<p>Lho, kenapa dihabiskan? Tidak disisakan?</p>
<p>Karena  menurut saya, yang paling menyakitkan yang berhubungan dengan uang  adalah ketika kita punya uang, tapi tidak boleh dipakai. Sakiiiiiiitttt  rasanya…..</p>
<p>Lebih menyakitkan dari kondisi bokek, lebih  menyakitkan dari gaji yang cuma numpang lewat karena langsung bayar  hutang kesana kemari. Karena kalau memang tidak ada uang di tangan, mau  apa lagi… selesai masalah pada saat itu. Tapi kalau ada uangnya di dalam  dompet atau dalam rekening kita, tapi tidak boleh dipakai karena masih  harus membayar tagihan ini dan itu, akan lebih sakit rasanya. Liat  barang oke, diskon pula, duit ada di dompet atau rekening. Tapi gak bisa  dipake karen jatah arisan, atau duit sekolah anak, atau buat bayar  listrik, dll.</p>
<p>Bayangkan kalau Anda sekarang sedang belanja. Jatah  shopping sudah dihabiskan, tapi duit buat saving masih ada di dompet.  Terus liat barang bagus… beli apa nggak?</p>
<p>Beli ato nggak, pasti  nyesel deh. Kalo gak beli, nyesel kapan lagi bisa mendapatkan diskon  gede-gedean. Tapi kalau beli nyesel juga, duit tabungan malah kepake.  Atau setidaknya terjadi “perang batin” ketika sedang mempertimbangkan  untuk beli atau tidak.</p>
<p>Makanya saya punya rumus: Pay your God  first, bayar hutang, saving, nah sisanya puas-puasin deh buat shopping.  Percayalah, shopping-nya jadi lebih puas karena gak harus pusing-pusing  untuk menyisakan uang. Iya kan?</p>
<p>Ketika konsep ini saya bawakan di  twitter, masih juga ada yang bertanya: “bukankah sebaiknya kita  menyiapkan untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/2012/04/08/pensiun-gaul-mau/" target="_self">pensiun</a>? Lalu bagaimana dengan dana cadangan? jadi gak  usah nabung ya?” Dan berbagai pertanyaan sejenisnya.</p>
<p>Biar gak salah kaprah, yuk kita lihat kembali pernyataan mengenai cara menghabiskan uang.</p>
<p>Prioritas  pertama adalah “Pay your God first” tentu artinya bukan membayar pada  Allah, karena tidak Allah memerlukan apapun dari makhluknya. Yang saya  maksud adalah membayar kewajiban yang diminta Allah SWT. Baik itu berupa  zakat, maupun infaq dan sedekah yang bersifat sukarela.</p>
<p>Prioritas  pengeluaran kedua adalah, bayar hutang. Kenapa harus bayar hutang  duluan sebelum yang lain? Karena risikonya besar kalau tertunda. Kena  denda, kena bunga tambahan, dan lain-lain. Semakin ditunda, akan semakin  besar lagi konsekuensinya.</p>
<p>Prioritas pengeluaran yang ketiga  adalah untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/2012/06/26/cerdas-mengelola-penghasilan-untuk-menjadi-kaya-yang-sesungguhnya/" target="_self">saving</a>. Dari namanya saja sudah jelas, saving di sini  maksudnya adalah menabung. Baik itu menabung untuk dana cadangan,  ataupun investasi untuk masa depan seperti dana pensiun dan sebagainya.  Asuransi pun saya masukkan di sini. Karena pos ini saya anggap sebagai  keperluan di masa depan.</p>
<p>Dan prioritas terakhir yaitu pengeluaran  untuk shopping alias konsumsi. Mulai dari makanan, transport, dan  sebagainya yang kita nikmati saat ini juga. Pengeluaran yang ini saya  sarankan ambil dari sisanya saja setelah membayar zakat, setelah  dipotong zakat, dan setelah menabung. Karena pengeluaran ini cenderung  tidak ada batas maksimalnya. Kalau ada uang 1 juta, bisa habis untuk  konsumsi saja. Kalau ada uangnya 10 juta bisa habis hanya untuk  konsumsi.</p>
<p>Mungkin ada juga nyeletuk “Lho, kalo gitu sama aja  dong… selama ini juga habis-habis aja kok, malah kadang kurang… Ya,  paling urutannya aja yang beda. Biasanya belanja dulu, kalo ada sisa  baru deh ditabung, kalo ditagih baru deh bayar hutang. Sedekah? Kalo  inget….”</p>
<p>Beda dong kalo gitu…!</p>
<p>Kenapa selama ini gagal  menabung dengan rutin? Karena menunggu SISA. Dan seperti yang sudah saya  katakan di atas, uang sulit sekali untuk bersisa.</p>
<p>Pengeluarannya  mungkin sama saja, jumlahnya juga sama saja. Tapi mindset kita adalah  MENGHABISKAN, bukan MENYISAKAN. Sehingga lebih mudah dan menyenangkan  untuk dijalankan.</p>
<p>Jadi kesimpulannya adalah, mari kita HABISKAN  uang kita di jalan yang benar dan menyenangkan. Bukan MENYISAKANNYA dgn  sakit hati dan terpaksa.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh <a href="http://www.berita99.com/inspirasi/2123/jangan-sisakan-penghasilan-habiskan-saja" target="_self">Ahmad Gozali</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2012/09/30/jangan-sisakan-penghasilan-habiskan-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tipe Manusia Berdasarkan Horizon Keuangannya</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2012/09/16/tipe-manusia-berdasarkan-horizon-keuangannya-2/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2012/09/16/tipe-manusia-berdasarkan-horizon-keuangannya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Sep 2012 01:41:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1058</guid>
		<description><![CDATA[Dilihat dari horizonnya dalam mengelola keuangan, kita bisa golongkan manusia menjadi 3 kategori. Yaitu mereka yang hidupnya untuk masa lalu, mereka yang hidup untuk masa kini, dan mereka yang hidup untuk masa depan.
Orang yang hidupnya untuk masa lalu adalah mereka yang kerjanya sekarang, dapat gajinya sekarang, tapi gajinya tersebut sebagian besar habis untuk membayar pengeluarannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-1059" title="Tipe Manusia Berdasarkan Horizon Keuangannya" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2012/09/Tipe-Manusia-Berdasarkan-Horizon-Keuangannya.jpg" alt="Tipe Manusia Berdasarkan Horizon Keuangannya" width="300" height="216" />Dilihat dari horizonnya dalam mengelola keuangan, kita bisa golongkan manusia menjadi 3 kategori</strong>. Yaitu mereka yang hidupnya untuk masa lalu, mereka yang hidup untuk masa kini, dan mereka yang hidup untuk masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">Orang yang hidupnya untuk masa lalu</span></strong> adalah mereka yang kerjanya sekarang, dapat gajinya sekarang, tapi gajinya tersebut sebagian besar habis untuk membayar pengeluarannya di masa lalu (hutang). Ia menggadaikan penghasilannya di masa depan untuk memenuhi kebutuhannya sekarang, karena penghasilannya yang sekarang ini sudah dihabiskannya di masa lalu sebelum penghasilan itu sendiri diterima. Orang seperti ini selalu menengok ke belakang dan sulit memandang ke depan karena dikejar-kejar oleh bayangan hutangnya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">Orang yang hidupnya untuk masa kini</span></strong>, adalah mereka yang bekerja sekarang, mendapatkan hasil sekarang, dan dihabiskan sekarang juga. Gajinya bulan ini habis untuk keperluannya bulan ini juga. Gajinya bulan depan, habis untuk keperluan bulan itu juga. Pekerjaan utama orang seperti ini adalah menunggu dari tanggal gajian ke tanggal gajian berikutnya. Motivasinya adalah mencari uang secepat dan sebesar mungkin agar bisa sesegera mungkin dan sebanyak mungkin belanja.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Jadilah kita orang yang hidupnya untuk masa depan</strong></span>. Yaitu bekerja sekarang, dan mengalokasikan sebagian penghasilan yang kita terima sekarang untuk keperluan di masa depan. Pandangannya jauh ke depan, hanya sesekali saja menengok spion dan toleh kanan-kiri untuk evaluasi. Visioner dengan kondisi keuangannya di masa depan, untuk pendidikan anak-anak, untuk pensiunnya dan keperluan lainnya di masa depan sudah direncanakan dan disiapkan sedini mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : http://zelts-consulting.com/</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #000080;">Untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera, berkah dan berlimpah</span></strong> maka Perencanaan Keuangan yang baik yang harus dilakukan adalah : 1) Perencanaan untuk Akhirat, melalui Zakat, Infaq dan Sedekah, 2) Perencanaan untuk masa depan melalui Investasi dan Asuransi, 3) Perencanaan masa kini, yi dengan memenuhi kebutuhan, bukan keinginan. Perencanaan ini Jangan dibalik, alias harus urut.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2012/09/16/tipe-manusia-berdasarkan-horizon-keuangannya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asuransi itu &#8230;.. ?</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2012/08/08/asuransi-itu/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2012/08/08/asuransi-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Aug 2012 02:13:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1053</guid>
		<description><![CDATA[Anda masih Anti dengan yang namanya Asuransi, atau Anda masih bertanya-tanya apa sih manfaatnya memiliki Asuransi. Sebenarnya Asuransi itu &#8230;..
Asuransi itu seperti tabung pemadam kebakaran, anda beli tapi berharap tidak akan pernah pakai.
Asuransi itu seperti fondasi rumah, tak terlihat tapi anda tak bisa membangun rumah tanpanya.
Asuransi itu seperti menunggu bus di malam hari, sekali terlewat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1054" title="Asuransi Itu...." src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2012/08/Asuransi-Itu.....jpg" alt="Asuransi Itu...." width="275" height="183" /><strong>Anda masih Anti dengan yang namanya Asuransi, atau Anda masih bertanya-tanya apa sih manfaatnya memiliki Asuransi.</strong> Sebenarnya Asuransi itu &#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Asuransi itu</span></strong> seperti tabung pemadam kebakaran, anda beli tapi berharap tidak akan pernah pakai.<br />
<span style="color: #0000ff;"><strong>A</strong><strong>suransi itu</strong></span> seperti fondasi rumah, tak terlihat tapi anda tak bisa membangun rumah tanpanya.<br />
<span style="color: #0000ff;"><strong>A</strong><strong>suransi itu</strong></span> seperti menunggu bus di malam hari, sekali terlewat belum tentu kesempatan datang lagi.</p>
<p>Premi asuransi mungkin tidak lebih besar dari gaji pembantu dan supir anda, tapi bisa bernilai seluruh hasil kerja keras anda.<br />
Asuransi ibarat pertahanan dalam sepakbola. Dengan pertahanan yg kuat  mungkin anda tidak menang, tapi anda tidak mungkin kalah.</p>
<p>Sesungguhnya asuransi bukan masalah suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, perlu atau tidak perlu, mampu atau tidak mampu.<br />
Asuransi cuma masalah kebijaksanaan.</p>
<p><strong>Jadilah orang yang bijaksana, bukan hanya untuk anda, tapi juga untuk keluarga anda</strong>.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Dengan memiliki Asuransi berarti Anda telah</strong></span> :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Memastikan bahwa keluarga Anda memiliki dana yang cukup seandainya Anda harus pindah dunia secara tiba-tiba</strong>. Kalaupun itu terjadi, ketika Anda sudah melindungi diri dengan produk  asuransi, keluarga sebagai ahli waris akan mendapatkan perlindungan  berharga terhadap risiko yang tak terduga dalam bentuk uang  pertanggungan.<strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Memastikan bahwa keluarga Anda dapat mempertahankan kualitas hidup manakala Anda harus pindah dunia.</strong> Tanpa perlindungan dari asuransi, kejadian tersebut mengakibatkan sumber  penghasilan keluarga hilang sehingga standard kehidupan keluarga Anda  selanjutnya mengalami penurunan. Polis asuransi yang Anda miliki akan  memberikan kompensasi finansial dalam bentuk uang pertanggungan dan  manfaat asuransi lainnya bagi keluarga Anda sebagai ahli waris.<strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mampu membiayai pendidikan anak-anak Anda</strong>. Ketika Anda membayar premi ibaratnya Anda menyicil sedikit demi sedikit untuk kebutuhan masa depan anak-anak Anda.<strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Terpenuhinya kebutuhan Anda di hari tua / masa pensiun</strong>. Seiring dengan berjalannya waktu, usia Anda terus bertambah dan sampai  pada satu titik Anda akan memasuki masa pensiun. Saat itulah, premi yang  Anda bayarkan untuk keperluan hari tua akan bisa membantu Anda dalam  mencukupi beragam kebutuhan. Anda tetap menerima dana yang cukup untuk  kebutuhan anda dari bulan ke bulan, sehingga bisa menikmati hari tua  dengan kesejahteraan.</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">Sudahkan Anda memberikan yang terbaik untuk diri Anda dan keluarga Anda? Hanya Andalah yang bisa menjawabnya</span></strong>.</p>
<p><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p>Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2012/08/08/asuransi-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
