<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>asuransicerdas.com</title>
	<atom:link href="http://www.asuransicerdas.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.asuransicerdas.com</link>
	<description>Memilih produk asuransi secara cerdas !</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 09:27:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Asuransi = Pilar dari Perencanaan Keuangan</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2012/01/28/asuransi-pilar-dari-perencanaan-keuangan/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2012/01/28/asuransi-pilar-dari-perencanaan-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 09:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan aset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1011</guid>
		<description><![CDATA[Perencanaan keuangan adalah langkah pengelolaan uang secara cermat untuk mencapai tujuan finansial. Dan pada prinsipnya, hal ini mencakup empat pilar pentng, yaitu : 1) Akumulasi Kekayaan, 2) Percepatan Kekayaan, 3) Proteksi Kekayaan dan 4) Distribusi Kekayaan.
Untuk memenuhi kebutuhannya, orang membutuhkan uang. Sehingga setiap orang harus berupaya mendapatkan dan mengelolanya secara cermat supaya tidak defisit dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-1012" title="Kunci" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2012/01/Kunci-300x199.jpg" alt="Kunci" width="300" height="199" />Perencanaan keuangan</strong> adalah langkah pengelolaan uang secara cermat untuk mencapai tujuan finansial. Dan pada prinsipnya, hal ini mencakup empat pilar pentng, yaitu : 1) Akumulasi Kekayaan, 2) Percepatan Kekayaan, 3) Proteksi Kekayaan dan 4) Distribusi Kekayaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk memenuhi kebutuhannya, orang membutuhkan uang. Sehingga setiap orang harus berupaya mendapatkan dan mengelolanya secara cermat supaya tidak defisit dan tentunya bisa bertambah. Inilah yang disebut sebagai Mengakumulasi Kekayaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian dengan perencanaan yang tepat, kekayaan ini perlu diakselerasi agar menjadi aset yang produktif melalui investasi, sehingga uang yang sudah diperoleh bisa bertumbuh dan bertambah. Inilah yang disebut sebagai Percepatan Kekayaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu sebuah kekayaan yang sudah berhasil diakumulasikan dan dikembangkan (akselerasi) tersebut tentu juga perlu dilindungi dari berbagai resiko yang mungkin terjadi. Karena jika resiko tersebut muncul, karena datangnya resiko tidak pernah tahu kapan terjadi (seperti resiko sakit, meninggal, sakit kritis), maka diperlukanlah Perlindungan atau Proteksi Kekayaan. Sehingga apabila si Pencari nafkah ada resiko, maka aset yg sudah dikumpulkan tidak akan tergerus untuk biaya perawatan. Inilah yang disebut sebagai Proteksi Kekayaan. Sehingga adanya asuransi sangat dibutuhkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan setiap orang yang punya good value sangat menginginkan kekayaannya tetap terjaga dan dapat diwariskan demi kesejahteraan ahli waris dan orang &#8211; orang yang dicintainya. Inilah yang disebut sebagai Distribusi Kekayaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kesimpulannya Anda yang mempunyai keluarga atau orang-orang yang Anda cintai, dan Anda mempunyai Good Value, PASTIKAN untuk memiliki rekening Asuransi untuk melindungi nilai ekonomis diri Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Ingin berkonsultasi,</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan kirim pertanyaan Anda ke : <strong>wiwitcerdas888@gmail.com</strong> atau Hp :  <strong>0878 3952 8881</strong> atau BB : <strong>27f6f97c</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Sukses Mulia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N,Md</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2012/01/28/asuransi-pilar-dari-perencanaan-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Perlu Khawatir dengan Hari Tua, Anak Saya Banyak &amp; Punya Pensiun</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/12/18/tidak-perlu-khawatir-dengan-hari-tua-anak-saya-banyak-punya-pensiun/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/12/18/tidak-perlu-khawatir-dengan-hari-tua-anak-saya-banyak-punya-pensiun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 02:18:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1007</guid>
		<description><![CDATA[Setiap anak pasti ingin merawat dan membahagiakan orang tuanya.  Dan pastinya itu merupakan cita-cita yang sangat mulia. Akan tetapi,  kita lihat sekarang ini, kenyataan membuktikan betapa susahnya itu  terjadi.
Karena mereka sudah punya  keluarga sendiri, kesibukan sendiri, dan masalah sendiri, bahkan berada  jauh di luar kota. Dan anak pun tanpa sadar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-1008" title="Hari Tua" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/12/Hari-Tua.jpg" alt="Hari Tua" width="200" height="200" />Setiap anak pasti ingin merawat dan membahagiakan orang tuanya</strong>.  Dan pastinya itu merupakan cita-cita yang sangat mulia. Akan tetapi,  kita lihat sekarang ini, kenyataan membuktikan betapa susahnya itu  terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena mereka sudah punya  keluarga sendiri, kesibukan sendiri, dan masalah sendiri, bahkan berada  jauh di luar kota. Dan anak pun tanpa sadar menjadi kurang perhatian,  kurang waktu dan tentunya kurang uang.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #008000;">Seharusnya kita sendirilah yang mempersiapkan diri untuk bisa tetap mandiri sampai tua.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan  kita mengabaikan hari tua karena sudah ada pensiun dari kantor atau  mungkin negara (bagi yang PNS). Berdasarkan fakta, pensiun yang diterima  justru lebih sedikit dari penghasilan yang didapat saat ini. Padahal  semakin tua harga kebutuhan semakin mahal dan kebutuhan pun meningkat  terutama untuk biaya kesehatan dan sosial.  Akhirnya, mereka yang  mengandalkan hidup hanya dari pensiun, hidupnya serba kekurangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan kah sering kita mendengar &#8230; &#8221; Pak, saya hanya pensiunan&#8230;&#8221; , atau &#8220;&#8230;Wah, Pensiun saya kecil, tolong di bantu..?</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga  kita semakin sadar, bahwa masa Pensiun atau Hari Tua kita lah yang  menentukan. Mari kita siapkan sekarang juga, untuk mewujudkan masa depan  yang <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/09/30/menghitung-dana-pensiun-secara-cerdas/" target="_blank">Kaya, Sejahtera dan Berkelimpahan</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/12/18/tidak-perlu-khawatir-dengan-hari-tua-anak-saya-banyak-punya-pensiun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta &#8230; untuk Istri dan Anakku</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/12/11/surat-cinta-untuk-istri-dan-anakku/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/12/11/surat-cinta-untuk-istri-dan-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 07:07:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[polis asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1003</guid>
		<description><![CDATA[Istri dan Anakku yang tercinta,
Dulu aku melakukan semua tugasku sebagai seorang ayah. Menyediakan makanan, pakaian, tempat tinggal, biaya pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan kebahagiaan kalian. Semua itu karena aku berada di antara kalian dan begitu mencintai kalian. Tidak ada sesuatu pun di dunia yang bisa menukar tempat kalian di  hati Ayah.
Bagitu surat ini sampai ditangan kalian, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Istri dan Anakku yang tercinta</strong>,</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-1004" title="Surat Cinta" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/12/Surat-Cinta-300x198.jpg" alt="Surat Cinta" width="300" height="198" />Dulu aku melakukan semua tugasku sebagai seorang ayah. Menyediakan makanan, pakaian, tempat tinggal, biaya pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan kebahagiaan kalian. Semua itu karena aku berada di antara kalian dan begitu mencintai kalian. Tidak ada sesuatu pun di dunia yang bisa menukar tempat kalian di  hati Ayah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagitu surat ini sampai ditangan kalian, berarti karena sesuatu hal Ayah harus kembali pulang kepada Sang Pencipta. Jangan sedih, teruskan mimpi yang pernah Ayah pompakan kepada kalian. Raih semua yang bisa kalian raih. Karena sepeninggal Ayah, Ayah sudah meninggalkan kepada kalian surat cinta, suatu bukti lagi betapa Ayah mencintai kalian. Surat ini sengaja Ayah selipkan di &#8220;Polis Asuransi&#8221;, itulah Bukti Cinta Ayah.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang tidak bisa menggantikan posisi Ayah, tetapi Polis Asuransi ini akan menggantikan fungsi Ayah dalam membiayai hidup kalian. Jadilah anak yang berguna dan jaga Mama kalian sebaik-baiknya. Dan tetap jaga juga Sholat dan Ibadah lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah surat dan bukti cinta Ayah kepada kalian.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Love</strong></p>
<p style="text-align: right;">Ayah</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;"><em>Disadur dari Buku : &#8220;Agen Asuransi Nggak Kaya, Ngapain Aja..? Karya : Wira Arjuna</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/12/11/surat-cinta-untuk-istri-dan-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perencanaan Pengeluaran</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/11/07/perencanaan-pengeluaran/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/11/07/perencanaan-pengeluaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 03:50:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan pengeluaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=998</guid>
		<description><![CDATA[Penganggaran atau perencanaan pengeluaran sangat penting untuk kesuksesan sebuah perencanaan keuangan. Penganggaran mencerminkan apa yang ingin dicapai dalam pengeluaran dan investasi yang bisa dilakukan untuk menapaki tujuan di masa depan. Jika dibiasakan untuk mengelola keuangan secara bijaksana, maka sebuah anggaran dapat membantu untuk mencapai tujuan keuangan yang telah direncanakan.
Anda tidak akan pernah menjadi kaya jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-1000" title="Pengeluaran" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/11/Pengeluaran.gif" alt="Pengeluaran" width="288" height="293" />Penganggaran atau perencanaan pengeluaran sangat penting untuk kesuksesan sebuah <a href="http://www.asuransicerdas.com/2011/09/07/investasi-atau-gengsi-pilih-mana/" target="_blank">perencanaan keuangan</a></strong>. Penganggaran mencerminkan apa yang ingin dicapai dalam pengeluaran dan investasi yang bisa dilakukan untuk menapaki tujuan di masa depan. Jika dibiasakan untuk mengelola keuangan secara bijaksana, maka sebuah anggaran dapat membantu untuk mencapai tujuan keuangan yang telah direncanakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda tidak akan pernah menjadi kaya jika termasuk satu diantara sekian banyak orang yang berpikir bahwa mereka dapat mengeluarkan uang sepanjang masih tersisa lembaran dalam dompet mereka atau masih berpikir bahwa kartu kredit dapat menjadi &#8220;penyelamat&#8221; diakhir bulan.</p>
<p style="text-align: justify;">Anggaran haruslah realistis. Penghasilan yg kita terima, seperti gaji, hasil dari investasi atau dana pensiun, dapat berasal dari sumber yang berbeda. Jika Anda punya kartu kredit, jangan sekali-kali kartu kredit itu dijadikan sebagai &#8220;penghasilan tambahan&#8221;. Pengeluaran seharusnya tetap dibiayai oleh penghasilan yang tetap.</p>
<p style="text-align: justify;">Mempersiapkan sebuah anggaran akan menunjukkan bagaimana Anda mendapatkan gambaran langsung berapa banyak uang yang dibutuhkan setiap bulan atau tahunnya.  Penganggaran sebaiknya dilakukan setiap bulanan, karena angka yang didapat bisa lebih tepat dan akurat sehingga dapat dimonitor dan diambil tindakan yg cepat apabila dibutuhkan perubahan. Dan anggaran harus juga dievaluasi secara berkala. Apakah penghasilan kurang mencukupi atau tidak seperti yang diharapkan atau malah lebih besar..? dan Mengapa..?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika penghasilan (apabila dirasa masih kurang), maka sebaiknya menambah aktifitas kerja yang menambah penghasilan. Salah satunya bisa menjadi Agen Asuransi. Dan Kadang, Masalah Keuangan bukan terletak di Pengeluaran yang terlalu besar, tapi Penghasilan yang TERLALU KECIL.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keuntungan yang bisa Anda peroleh ketika melakukan Perencanaan Pengeluaran adalah </strong>:</p>
<p style="text-align: justify;">1) Membantu menemukan tujuan pribadi atau tujuan keuangan.</p>
<p style="text-align: justify;">2) Membantu menahan laju &#8220;kenaikan gaya hidup&#8221; agar tidak melebihi kenaikan penghasilan.</p>
<p style="text-align: justify;">3) Membantu mengontrol pengeluaran &amp; membantu pengeluaran mana yang dapat dikurangi secara efektif.</p>
<p style="text-align: justify;">4) Memungkinkan unt pembayaran pengeluaran dan kewajiban tepat waktu.</p>
<p style="text-align: justify;">5) Menjamin pengeluaran dalam batas yang telah ditetapkan &amp; memudahkan menata jadwal pembelian aset (mobil atau rumah).</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat melakukan Perencanaan Pengeluaran.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sumber </strong>: Disadur dari buku &#8220;Fiqih Perencanaan Keuangan Syariah&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt ., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/11/07/perencanaan-pengeluaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asuransi Murni atau Unit Link (Asuransi + Investasi)</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/12/asuransi-murni-atau-unit-link-asuransi-investasi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/12/asuransi-murni-atau-unit-link-asuransi-investasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 10:03:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[unit  link]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=994</guid>
		<description><![CDATA[Sering saya mendapatkan pertanyaan dalam memilih sebuah asuransi. Apakah memilih Asuransi Murni atau Asuransi + Investasi atau dikenal dengan istilah unit link.
Bagi Anda yang masih bertanya-tanya mana yang lebuh bagus, mungkin artikel saya ini bisa memberikan jawabannya :
Mungkin sebagian dari Anda mengatakan kalau Asuransi dipisah itu lebih menguntungkan. Yang menjadi pertanyaan adalah bisakah Anda menemukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-995" title="Wiwit.Edit 2" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/09/Wiwit.Edit-2-201x300.jpg" alt="Wiwit.Edit 2" width="201" height="300" />Sering saya mendapatkan pertanyaan dalam memilih sebuah asuransi.</strong> Apakah memilih Asuransi Murni atau Asuransi + Investasi atau dikenal dengan istilah <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_blank">unit link</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Anda yang masih bertanya-tanya mana yang lebuh bagus, mungkin artikel saya ini bisa memberikan jawabannya :</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin sebagian dari Anda mengatakan kalau Asuransi dipisah itu lebih menguntungkan. Yang menjadi pertanyaan adalah bisakah Anda menemukan asuransi yang terpisah dengan investasi. Coba dicari dulu, apakah benar-benar ada asuransi yang terpisah. Dan pastinya uang yang Anda setorkan akan hangus tidak bersisa di masa yang akan datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah asuransi tersebut berhasil anda temukan, langkah berikutnya  adalah <strong>Apakah anda  siap menyetorkan uang ke perusahaan asuransi sekian juta setiap tahun  dan uang tersebut hangus meskipun anda sehat walafiat dan tidak sakit</strong>. Apakah mau&#8230;? Sekali lagi maukah Uang Anda hangus setiap tahunnya dengan membeli Asuransi Murni..? Sebab asuransi murni seperti ini tidak murah (baca : mahal) Selain itu, anda juga perlu mengambil lagi asuransi kesehatan untuk mengantisipasi penyakit kritis dan biaya pengobatan yang nilainya juga tidak murah. Umumnya asuransi jiwa dan kesehatan itu terpisah, namun ada juga yang digabung.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Apakah Anda bisa disiplin untuk berinvestasi sendiri dan mampu memilih Manajer Investasi yang tepat atau memilih Produk Investasi yang akan Anda gunakan sebagai kendaraan dalam mewujudkan masa depan finansial Anda..?</p>
<p style="text-align: justify;">Bila Anda sudah menentukan tempat investasi dan produknya, lalu baru berjalan 2 tahun Anda mengalami sakit kritis bagaimana dengan Investasi Anda..? Apa masih bisa lanjut..? atau Investasinya berhenti, sehingga tujuan keuangan tidak tercapai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Jadi menurut Anda mana yg terbaik..? Asuransi Murni + Investasi terpisah atau Unit Link. Kalau saya sendiri memilih Unit Link, karena praktis dan efisien. Dan yang pasti dikelola oleh Manager Investasi yang Handal</span></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Penting Anda cermati secara seksama hal diatas, sehingga Anda mengambil  keputusan atau pertimbangan bukan teori di atas kertas saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan berikut contoh investasi di unitlink, silahkan download <a href="http://www.asuransicerdas.com/ilustrasi_asuransi.zip" target="_self">disini</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selamat merencanakan keuangan. Kaya hari ini, super kaya di masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</strong></p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/12/asuransi-murni-atau-unit-link-asuransi-investasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Investasi atau Gengsi, pilih mana ?</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/07/investasi-atau-gengsi-pilih-mana/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/07/investasi-atau-gengsi-pilih-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 01:19:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[gengsi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=990</guid>
		<description><![CDATA[Lebaran kemarin saya bertemu dengan sahabat lama saya Basori. Pada tahun 90-an dia menjadi buruh panggul di gudang-gudang yang ada di Bandar Lampung. Bayaran yang diterimanya antara Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu per hari. Namun sering juga ia tidak memperoleh bayaran karena tidak ada barang yang harus dipanggul.
Saat orang tuanya meninggal ia mendapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-991" title="Investasi" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/09/Investasi-300x198.jpg" alt="Investasi" width="300" height="198" />Lebaran kemarin saya bertemu dengan sahabat lama saya Basori. Pada tahun 90-an dia menjadi buruh panggul di gudang-gudang yang ada di Bandar Lampung. Bayaran yang diterimanya antara Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu per hari. Namun sering juga ia tidak memperoleh bayaran karena tidak ada barang yang harus dipanggul.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat orang tuanya meninggal ia mendapat warisan sawah dan kebun. Ia olah sawah dan kebun itu dengan sungguh-sungguh, dan hanya sekali-kali menjadi buruh sekadar untuk mendapat uang tunai. Suatu saat hasil kebunnya lumayan, saat itulah ia dihadapkan pada pilihan: membeli sepeda motor yang ketika itu sedang trendi atau membeli sapi yang bisa beranak pinak.</p>
<p style="text-align: justify;">Saudara dan teman-temannya di kampung itu berkata, “Gengsi (malu) lagi gak punya motor…” Tetapi Basori “melawan arus” pendapat di kampungnya, ia membeli sapi bukan sepeda motor. Untuk keperluan transportasi dia menggunakan sepeda tuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasilnya, sapinya terus berkembang biak. Dari hasil ternak sapi inilah akhirnya Basori bisa membeli tiga sepeda motor buat dirinya dan keluarganya. Sementara teman-temannya yang dulu memilih membeli sepeda motor, sekarang harus menjualnya untuk menutupi berbagai kebutuhan hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita belajar satu hal dari Basori, saat memiliki uang berlebih gunakanlah untuk sesuatu yang bisa menghasilkan atau berkembang biak bukan untuk sesuatu yang menambah pengeluaran. Bila kita membelanjakan sesuatu demi gengsi dalam jangka panjang kita yang rugi. Sebaliknya, bila kita gunakan untuk investasi maka gengsi akan mendatangi kita di kemudian hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Pilihan antara investasi dan gengsi bukan hanya terjadi di kampung Basori. Akan tetapi itu terjadi juga disekitar kehidupan kita. Betapa banyak orang yang rela menggunakan dana pinjaman hanya sekadar untuk memperbaiki penampilan demi gengsi. Namun, banyak juga yang hidupnya tetap sederhana dan menggunakan dananya untuk memperbesar atau memperbanyak investasinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang pasti, <span style="color: #0000ff;">gengsi menjadikan banyak orang hidupnya merana sedangkan investasi menjadikan kehidupan kita semakin lama semakin bergengsi. So, mari kita berinvestasi dan kuburlah gengsi!</span></p>
<p><strong>Salam SuksesMulia</strong>!</p>
<p>Oleh Jamil Azzaini, Anda bisa kunjungi webnya di : <a href="http://www.jamilazzaini.com/" target="_blank">www.jamilazzaini.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/07/investasi-atau-gengsi-pilih-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asuransi vs Takdir</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/07/24/asuransi-vs-takdir/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/07/24/asuransi-vs-takdir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 04:22:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[finansial]]></category>
		<category><![CDATA[ikut asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[klaim]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=985</guid>
		<description><![CDATA[Obrolan ringan selepas dzuhur di mesjid sebelah kantor….
A: Gak mau ah ikut asuransi. Ikut asuransi itu melanggar takdir tau!
B: Maksudnya melanggar takdir gimana?
A: Ngapain juga asuransi-asuransi segala. Kalau emang udah takdirnya meninggal ya meninggal aja. Jaman dulu juga gak ada asuransi.
B: Lah, emang lu pikir dengan ikut asuransi orang gak jadi meninggal apa. Meninggal sih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-986" title="destiny_life" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/07/destiny_life-300x172.jpg" alt="destiny_life" width="300" height="172" />Obrolan ringan selepas dzuhur di mesjid sebelah kantor….</p>
<p>A: Gak mau ah ikut asuransi. Ikut asuransi itu melanggar takdir tau!</p>
<p>B: <span style="color: #0000ff;">Maksudnya melanggar takdir gimana?</span></p>
<p style="text-align: justify;">A: Ngapain juga asuransi-asuransi segala. Kalau emang udah takdirnya meninggal ya meninggal aja. Jaman dulu juga gak ada asuransi.</p>
<p style="text-align: justify;">B:<span style="color: #0000ff;"> Lah, emang lu pikir dengan ikut asuransi orang gak jadi meninggal apa. Meninggal sih meninggal aja. Asuransi kan bukan buat orang yang meninggal, tapi buat orang yang ditinggal. Biar ada santunan yang gantiin nafkah kalo kita-kita ini meninggal.</span></p>
<p>A: Kalau kita meninggal, kan itu udah takdir. Masalah keluarga kita kaya gimana setelah ditinggal juga udah ada takdirnya.</p>
<p>B: <span style="color: #0000ff;">Hari ini kita udah tahu takdir kemarin. Kalau besok kita belum tahu, makanya Allah suruh kita berusaha, bukan nungguin takdir.</span></p>
<p style="text-align: justify;">A: Tapi kalo kita ikut asuransi, itu sama aja kita bergantung pada manusia. Gak tawakal. Rezeki itu datangnya dari Allah, bukan dari asuransi. Lagian rezeki kan sudah dijamin sama Allah, termasuk rezeki istri &amp; anak-anak kita walaupun kita sudah meninggal.</p>
<p>B: <span style="color: #0000ff;">Bener banget, rezeki datangnya dari Allah dan sudah dijamin. Yuk, kita ngaji aja ampe sore di mesjid, jam 5 baru deh kita pulang.</span></p>
<p>A: Gila lu, gue kan mesti kerja. Masa bolos setengah hari, bisa diomelin bos gue nanti.</p>
<p>B: <span style="color: #0000ff;">Ah, takut amat sih lu sama bos. Emang rezeki lu datangnya dari Allah apa dari si bos?</span></p>
<p>A: (mikir sebentar) Eeee…. Rezeki gue datengnya dari Allah, ….melalui perusahaan gue, …. yang dipimpin oleh bos gue…</p>
<p>B:<span style="color: #0000ff;"> Lu bergantung sama manusia dong?</span></p>
<p style="text-align: justify;">A: Nggak lah. Rezekinya tetap dari Allah, nah gue usahain dengan cara kerja. Kan gak mungkin rezeki turun gitu aja dari langit,</p>
<p>mesti dijemput.</p>
<p style="text-align: justify;">B: <span style="color: #0000ff;">Nah, bukannya asuransi juga sama aja tuh. Usaha untuk mendapatkan rezeki dari Allah melalui kontrak saling sepenanggungan dengan perusahaan asuransi dan sesama peserta asuransi yang lainnya. Gak melanggar takdir kan?</span></p>
<p>Rezekinya jelas dari Allah, kita usahakan dengan cara berasuransi. Karena rezeki gak turun dari langit begitu aja kaaann…?</p>
<p>Sudah jelas bukan, Asuransi adalah salah satu cara bentuk ikhtiar, agar senantiasa <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/11/06/rahasia-dan-keajaiban-asuransi-syariah/" target="_self">kemapanan finansial</a> tetap terjaga.</p>
<p>sumber : <a href="http://ahmadgozali.com/" target="_blank">http://ahmadgozali.com/</a></p>
<p>Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p>081 2277 1607 , mail : wiwitcerdas888@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/07/24/asuransi-vs-takdir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaya dengan Berasuransi</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/06/12/kaya-dengan-berasuransi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/06/12/kaya-dengan-berasuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 22:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan finansial]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=980</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar orang bekerja seumur hidup tanpa melakukan perencanaan keuangan untuk hari tua, dan di hari tua mereka tidak memiliki apa-apa. Sebagian menabung, tapi karena bunga bank sangat kecil, dan uang yang masuk di bank akan tergerus oleh inflasi. Dan hanya sebagian kecil saja orang yang berusaha mencapai kebebasan finansial dengan melakukan investasi dan berasuransi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-982" title="Sukses Finansial" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/06/Sukses-Finansial.jpg" alt="Sukses Finansial" width="300" height="198" /><strong>Sebagian besar orang bekerja seumur hidup tanpa melakukan perencanaan keuangan untuk hari tua, dan di hari tua mereka tidak memiliki apa-apa</strong>. Sebagian menabung, tapi karena bunga bank sangat kecil, dan uang yang masuk di bank akan tergerus oleh inflasi. Dan hanya sebagian kecil saja orang yang berusaha mencapai kebebasan finansial dengan melakukan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/" target="_self">investasi dan berasuransi </a>semenjak dini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini bukan hanya sekedar mimpi dan bukan harapan belaka. Kalau Anda sudah berpikir-pikir soal investasi dan asuransi, itu pertanda bahwa Anda tak ingin kekurangan sesuatu apapun di masa mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasalnya, masih banyak orang yang bangga atas kekayaanya hari ini saja, sementara untuk masa depanya ia hanya berharap semata-mata dari pendapatan bulan depan. Bagaimana mereka bisa berkipas-kipas menikmati masa depan tanpa stres?</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, masih banyak orang berfikir tentang bagaimana bisa bekerja selama mungkin untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Dalam benak mereka masih terpikir tentang masa pensiun yang tenang dan mapan penuh jaminan adalah tabungan hasil kerja sekian puluh tahun dan uang pensiun dari perusahaan tempat bekerja mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah Anda juga demikian..? masih mengharapkan kebaikan hati perusahaan tempat Anda bekerja, untuk memberikan jaminan pensiun yang memadai..?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya rasa Anda orang yang cukup realistis, Jadi lebih baik Anda merencanakan masa depan Anda dengan berinvestasi dan berasuransi. Karena dengan berinvestasi dan berasuransi merupakan cara yang tepat untuk mencapai harapan Tua Kaya Raya dan Sejahtera.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, semua keputusan ada di tangan Anda. Prinsipnya sederhana saja “<a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/08/perencanaan-cerdas-menuju-kesejahteraan-finansial/" target="_self">Tua Kaya Raya dan Sejahtera</a>” akan tercipta berkat satu langkah yang tidak bisa diabaikan, dan yang perlu Anda lakukan sekarang, saat ini juga adalah Investasi dan Berasuransi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607 , email : wiwitcerdas888@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/06/12/kaya-dengan-berasuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Berani untuk Berasuransi dan Berinvestasi</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 03:28:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[biaya pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian kerja]]></category>
		<category><![CDATA[masa pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[masa tua]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pns]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=971</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seorang sahabat saya yang masih bekerja sebagai seorang PNS, sahabat saya merasa semua kebutuhan hidup sudah terpenuhi. Fasilitas yang diberikan sangat lengkap dan memberikan kenyamanan luar biasa. Dari jaminan kesehatan (walau hanya sekedar ASKES) untuk keluarga sampai seumur hidup, kepastian pekerjaan yang tetap, hingga dana pensiun. Rasanya tidak diperlukan hal lain, yang penting fokus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-973" title="Wiwit" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/05/Wiwit.jpg" alt="Wiwit" width="124" height="137" /><strong>Ketika seorang sahabat saya yang masih bekerja sebagai seorang PNS, sahabat saya merasa semua kebutuhan hidup sudah terpenuhi</strong>. Fasilitas yang diberikan sangat lengkap dan memberikan kenyamanan luar biasa. Dari jaminan kesehatan (walau hanya sekedar ASKES) untuk keluarga sampai seumur hidup, kepastian pekerjaan yang tetap, hingga <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_self">dana pensiun</a>. Rasanya tidak diperlukan hal lain, yang penting fokus saja pada pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi, sahabat saya tersebut mulai merasakan hal-hal yang tidak wajar, karena seringnya bertemu dengan pegawai yang sudah pensiun. Banyak hal yang mereka ceritakan, termasuk kurangnya dana pensiun yang mereka terima. Waktu itu sahabat saya menganggapnya masih wajar, sebab semua orang kalau ditanya selalu tidak pernah merasa cukup dan merasa puas dengan apa yang mereka miliki. Ketika suatu hari, salah seorang pegawai  meninggal muda, mulailah mata sahabat saya terbuka. Istrinya hanya menerima dana pensiun yang kecil sekali dari Negara, pastinya tidak cukup untuk menghidupi dirinya dan dua anaknya yang masih sekolah. Barulah saya mulai berhitung, berapa sebenarnya dana pensiun yang akan saya terima? Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga?</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak puas dengan angka yang muncul, sahabat sayapun tersadarkan. Selama ini, kita merasa puas dengan kondisi kantor  / tempat kita bekerja akan memberikan dana pensiun hingga kita meninggal. Namun, cukup atau tidaknya untuk hidup nanti, tidak pernah ada yang membahasnya. Sampai akhirnya, para pensiunan tersebut menyadari bahwa mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya bisa memohon untuk menaikkan dana pensiun mereka. Sangat tidak menyenangkan, bukan? Sementara, di masa pensiun kita ingin hidup nyaman, menikmati hasil kerja keras selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat saya kemudian mulai berhitung. Kalau pensiun, gaya hidup saya mau seperti apa? Berapa sebenarnya uang pensiun yang saya dapat dari kantor? Fasilitas apa saja yang masih saya terima setelah pensiun dan apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan nanti? Semakin bertanya, semakin banyak angka yang muncul dan semakin menakutkan melihat jumlah uang yang saya harus tabung dari sekarang untuk menutupi kekurangannya. Sahabat saya baru sadar bahwa dana dan fasilitas pensiun tidak cukup memenuhi kebutuhan masa tua nanti. Menabung saja pun tidak cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak itulah, Sahabat saya mulai berani untuk mengambil risiko dan memilih berinvestasi, misalnya direksadana dan asuransi. Mengapa harus demikian? Coba lihat iluistrasi di bawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau saat ini umur kita 30 tahun dan ingin pensiun di usia 55, dengan biaya hidup Rp 5 juta perbulan (saat ini), maka angka tersebut nantinya akan meningkat jadi Rp 12,5  juta. Untuk mencukupi hidup selama pensiun, total dibutuhkan biaya sebesar Rp 1,8 miliar (dengan asumsi inflasi 6 % per tahun). Betapa banyaknya uang yang dibutuhkan, bukan? Coba cek dan bandingkan berapa yang Anda terima dari kantor saat Anda pensiun. Kalau hanya menabung, maka kita harus menyisihkan uang dari sekarang sampai usia 55 tahun sebesar Rp 6 sd 7  juta per bulan. Tapi, <span style="color: #0000ff;"><strong>jika berinvestasi dan berasuransi kita hanya membutuhkan Rp 1 juta per bulan saja</strong></span>, itu pun sudah termasuk Fasilitas Perlindungan Income keluarga, manfaat rawat inap dan kecelakaan serta manfaat perlindungan sakit kritis.</p>
<p style="text-align: justify;">Jalan manakah yang akan Anda ambil? Beranikah Anda untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/12/27/kiat-sejahtera-dan-berkelimpahan-di-masa-pensiun/" target="_self">berinvetasi dan berinvestasi</a>? Saya sendiri dan sahabat saya memilih untuk tidak takut berinvestasi dan mengambil risiko akan naik turunnya nilai investasi tersebut. Menabung saja tidak cukup dan saya tidak mau susah, saat pensiun. Masa tua adalah untuk dinikmati, bukannya memelas kesana-sini kepada anak, keluarga, atau tempat kerja sebelumnya, agar biaya hidup terpenuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari Berani untuk Berinvestasi dan Berasuransi</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Artikel diatas diambil dan disadur dari  <a href="http://www.tatadana.com/" target="_self">www.tatadana.com</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan Keuangan Hari Tua</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/22/persiapan-keuangan-hari-tua/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/22/persiapan-keuangan-hari-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 02:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[investasi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun syariah]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=966</guid>
		<description><![CDATA[Usia yang menua merupakan suatu keniscayaan bagi manusia. Manusia dilahirkan dalam keadaan lemah dan tak berdaya, berangsur-angsur kuat, mencapai puncak kesehatan dan kekuatan fisik, dan kemudian dengan seiring bertambahnya usia berangsur-angsur menjadi menua dan melemah kembali. Dengan makin baiknya kesehatan dan gizi yang didapatkan, maka usia harapan hidup akan semakin tinggi. Dengan adanya kenyataan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-969" title="Merencanakan Dana Hari Tua" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/05/Merencanakan-Dana-Hari-Tua-300x222.jpg" alt="Merencanakan Dana Hari Tua" width="300" height="222" />Usia yang menua merupakan suatu keniscayaan bagi manusia</strong>. Manusia dilahirkan dalam keadaan lemah dan tak berdaya, berangsur-angsur kuat, mencapai puncak kesehatan dan kekuatan fisik, dan kemudian dengan seiring bertambahnya usia berangsur-angsur menjadi menua dan melemah kembali. Dengan makin baiknya kesehatan dan gizi yang didapatkan, maka usia harapan hidup akan semakin tinggi. Dengan adanya kenyataan ini maka <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/09/30/menghitung-dana-pensiun-secara-cerdas/" target="_blank">merencanakan dan mempersiapkan hari tua atau masa pensiuan</a> menjadi sangat penting.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada kutipan doa dari doa meminta rezeki yang berkah dan menarik untuk disimak : &#8221; Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketikam tuaku dan ketika lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezeki Mu yang halal dari pada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia Mu dari yang lainnya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Merencanakan keuangan dihari tua merupakan bentuk ikhtiar yang perlu kita lakukan demi untuk menjemput keberkahan dan rezeki yang Allah SWT telah persiapkan untuk kita. Oleh karena itu, diperlukan persiapan untuk menyambut hari tua yang berkualitas dan merupakan saat-saat yang sama membahagiakannya pada saat masih muda. Dan mempersiapkan masa tua merupakan suatu proses yang tidak bisa instant. Harus dilakukan sedini mungkin.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Mempersiapkan dana untuk masa pensiun adalah prioritas terpenting dalam perencanaan keuangan setiap orang</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih banyak orang tidak mempersiapkan hal ini dengan berbagai alasan, entah karena belum terpikirkan atau tidak tahu bagaimana cara melakukannya atau bisa juga karena masa pensiun masih jauh banget, jadi buat apa mempersiapkan pensiun sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya tidak akan ada kata cukup untuk uang. Kita mesti mempunyai pemahaman untuk menjalani gaya hidup sesuai dengan kemampuan keuangan kita, di kelas ekonomi manapun. Terlebih lagi bagi mereka yang bekerja sebagai seorang profesional atau self employment, seperti : dokter, notaris, psikolog, pengacara, atau bisnis yang hanya bisa jalan kalau ada keberadaan empunya harus lebih ekstra dalam mempersiapkan dana pensiunnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya telah melihat cukup banyak orang berpenghasilan rendah yang ternyata mampu berstrategi dan berdisiplin mempersiapkan dana hari tuanya sehingga menjadi relatif sejahtera pada masa pensiunnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu tidak sedikit pula orang yang berpenghasilan besar pada masa produktif nya namun sangat kesulitan keuangan ketika mencapai usia pasca produktif.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang paling ideal yaitu bilamana kondisi keuangan telah siap untuk menghadapi pensiun, namun usia dan fisik masih produktif. Benar-benar nikmat. Anda pun pasti bisa pula seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, persiapkan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/05/12/tua-kaya-raya-atau-sengsara-mana-pilihan-anda/" target="_self">Dana Pensiun</a> Anda sekarang juga.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt. N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/22/persiapan-keuangan-hari-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

