<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>asuransicerdas.com &#187; Perencana Keuangan</title>
	<atom:link href="http://www.asuransicerdas.com/category/perencana-keuangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.asuransicerdas.com</link>
	<description>Memilih produk asuransi secara cerdas !</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 04:50:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tips Cerdas Kelola THR, Agar Tidak Menguap dengan Percuma</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/08/30/tips-cerdas-kelola-thr-agar-tidak-menguap-dengan-percuma/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/08/30/tips-cerdas-kelola-thr-agar-tidak-menguap-dengan-percuma/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 02:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[bonus]]></category>
		<category><![CDATA[dana darurat]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pns]]></category>
		<category><![CDATA[THR]]></category>
		<category><![CDATA[tunjangan]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=828</guid>
		<description><![CDATA[Selamat pagi, Apa kabar hari ini..? Puasanya lancar kan..? Semoga demikian&#8230;Amiin. Bila anda seorang pekerja/karyawan/PNS, pasti sebentar lagi akan menerima THR, atau bahkan ada yang sudah menerimanya, ya nggak ? Bagaimana perasaan anda saat menerima THR ? Pasti senangkan ?
Anda tentu senang menerima uang tunjangan hari raya (THR). Baru membayangkannya saja rasanya sudah ingin membeli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-829" title="THR" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/08/THR-300x199.jpg" alt="THR" width="300" height="199" />Selamat pagi, Apa kabar hari ini..? Puasanya lancar kan..? Semoga demikian&#8230;Amiin</strong>. Bila anda seorang pekerja/karyawan/PNS, pasti sebentar lagi akan menerima THR, atau bahkan ada yang sudah menerimanya, ya nggak ? Bagaimana perasaan anda saat menerima THR ? Pasti senangkan ?</p>
<p style="text-align: justify;">Anda tentu senang menerima uang tunjangan hari raya (THR). Baru membayangkannya saja rasanya sudah ingin membeli ini dan itu. Kendati terjadi setiap tahun, kebiasaan menghabiskan uang THR sepertinya sulit terelakkan. Padahal, setiap akhir bulan puasa Anda sebenarnya memiliki dua kali uang gaji.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu kali gaji untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, dan satu lagi untuk membiayai keperluan khusus di hari raya (THR). Namun, entah mengapa, sering kali godaan untuk berbelanja dan menghabiskan THR begitu besarnya. Tapi, hati-hati jika pemenuhan segala keinginan itu tidak terencana dengan baik, THR yang Anda terima bisa-bisa tidak termanfaatkan secara optimal.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu, <strong>buatlah perencanaan belanja secara detail</strong>. Jangan lupa, pisahkan uang gaji bulanan dengan bonus THR untuk merancang daftar anggaran belanja. Mulailah membuat anggaran pengeluaran normal, seperti belanja harian, tagihan bulanan, biaya sekolah anak, gaji pembantu, transportasi, dan lainnya. Buat sedetail mungkin sebagaimana Anda mengalokasikan pengeluaran normal bulanan. Usahakan harus tetap sehemat mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, <strong>buat anggaran khusus hari raya</strong> juga sedetail mungkin. Masukkan semua rencana pengeluaran hari raya seperti biaya transportasi mudik, oleh-oleh bagi setiap orang yang akan diberi, penganan kecil dan hidangan hari raya, uang reward anak-anak, pakaian baru, zakat, THR pembantu, dan lainnya. Masukkan dulu semua sesuai pos pengeluarannya. Dan ingat, buat sehemat mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kalkulasi &amp; Skala Prioritas Setelah membuat daftar anggaran</strong>, akan terlihat bagaimana pos pengeluaran Lebaran Anda sebenarnya. Jika memang ternyata anggaran belanja lebih besar daripada pendapatan, sebaiknya perbaiki pAndangan Anda terhadap uang THR. Ingat, THR idealnya dipakai untuk membiayai tambahan pengeluaran akibat adanya hari raya. Dengan dasar pemikiran ini, sarannya, buat kalkulasi dengan skala prioritas. Utamakan yang benar-benar jadi tanggung jawab Anda (THR pembantu dan zakat) dan kurangi yang bukan prioritas.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda bisa mengurangi pos lain. Misalnya, jika ternyata biaya transportasi mudik yang direncanakan tak mencukupi, perhitungkan untuk mengganti alat transportasi. Atau, bisa mengajak orangtua berlebaran di rumah. Selain itu, Anda juga bisa memangkas biaya lain seperti biaya membeli oleh-oleh, pakaian baru, hidangan hari raya, dan lainnya. Jika ternyata budget masih belum mencukupi, utak-atik kembali anggaran Anda berdua. Siapa tahu masih bisa dikurangi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pos Darurat dan Uang Sisa Terkadang</strong>, saat Lebaran ada pengeluaran ekstra di luar daftar yang sudah dibuat. Misalnya, jika tiba-tiba Anda diajak berkunjung ke rumah kerabat dan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyumbang uang bahan bakar atau mengajak kerabat makan di perjalanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sediakan paling tidak 5-10 persen dari budget keperluan khusus hari raya untuk keperluan darurat ini. Dan, usahakan tidak terpakai untuk menambal anggaran lain. Bila semua sudah didaftar dan dikalkulasi, usahakan untuk mendapat sisa dari masing-masing pos pendapatan. Untuk pos pengeluaran normal, sisanya bisa langsung ditabung. Sedangkan sisa dari pos THR, bisa ditabung atau digunakan untuk mengurangi pokok cicilan, bila ada. <em><strong>Intinya, jangan membuat anggaran impas dengan pendapatan. Buat seefisien mungkin hingga didapatkan sisa uang</strong></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal lain yang penting dicatat, <strong>hindari menanggung utang setelah hari raya lewat</strong>. Meski harus diakui, banyak pos pengeluaran yang membengkak di momen istimewa ini, jangan lantas jadi alasan Anda untuk berutang. Sebisa mungkin pengeluaran harus disesuaikan dengan modal yang ada. Jangan sampai momen Lebaran ini membuat Anda dan pasangan akhirnya jadi berhutang.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih bijak lagi jika Uang THR Anda, sebagian untuk membuka Rekening Investasi, seperti untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/08/23/asuransi-syariah-pendidikan/" target="_self">Dana Pendidikan Anak</a> atau untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/09/30/menghitung-dana-pensiun-secara-cerdas/" target="_self">Perencanaan Dana Pensiun Anda</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sumber </strong>: <a href="http://www.perempuan.com" target="_blank">Perempuan.com</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/08/30/tips-cerdas-kelola-thr-agar-tidak-menguap-dengan-percuma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wasiat Perencanaan Keuangan untuk Profesional</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/08/03/wasiat-perencanaan-keuangan-untuk-profesional/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/08/03/wasiat-perencanaan-keuangan-untuk-profesional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 23:13:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[dana darurat]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[dokter gigi]]></category>
		<category><![CDATA[dokter hewan]]></category>
		<category><![CDATA[financial]]></category>
		<category><![CDATA[karier]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[notaris]]></category>
		<category><![CDATA[pengacara]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<category><![CDATA[profesional]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[trainer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[Perencanaan keuangan yang baik akan meningkatkan kualitas kehidupan seseorang, saat ini maupun di masa mendatang. Apalagi para profesional, seperti dokter, dokter gigi, dokter hewan, notaris, pengacara,  konsultan, trainer adalah profesi yang independen hingga perlu sekali melakukan perencanaan keuangan secara seksama, baik untuk menunjang kegiatan profesi dan prakteknya, maupun bila kelak sudah pensiun.
Seorang Profesional membutuhkan perencanaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-807" title="Profesional 1" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/08/Profesional-1-300x225.gif" alt="Profesional 1" width="300" height="225" />Perencanaan keuangan yang baik akan meningkatkan kualitas kehidupan seseorang, saat ini maupun di masa mendatang.</strong> Apalagi para profesional, seperti dokter, dokter gigi, dokter hewan, notaris, pengacara,  konsultan, trainer adalah profesi yang independen hingga perlu sekali melakukan perencanaan keuangan secara seksama, baik untuk menunjang kegiatan profesi dan prakteknya, maupun bila kelak sudah <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/08/26/pensiun-itu-pasti-pensiun-sejahtera-itu-pilihan/" target="_self">pensiun</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang Profesional membutuhkan perencanaan keuangan yang berbeda dengan seseorang yang berpendapatan tetap. Dalam situasi ini, seorang profesional dituntut untuk lebih bijak dan disiplin mengelola pemasukan dan pengeluaran.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Berikut gambaran perencanaan keuangan yang bisa dijadikan acuan bagi Anda seorang Profesional</strong> :</p>
<p><strong>1. Dana Darurat / <em>Emergency Fund</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Keberadaan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/11/05/dana-darurat-cukup-hidup-pun-nyaman/" target="_self">Dana Darurat</a> / <em>Emergency Fund</em> sangat penting bagi Anda. Dana darurat ini untuk mengantisipasi apabila dalam beberapa hari/bulan tidak mendapatkan klien, ada sekretaris atau staf Anda yang masuk rumah sakit, atau ada kebutuhan yang sifatnya sangat urgent.</p>
<p><strong>2. Proteksi (Asuransi)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/09/28/renungan-pentingnya-asuransi/" target="_self">Asuransi</a> memegang peranan yang sangat penting bagi Anda untuk mencapai tujuan keuangan. Asuransi juga melindungi Anda dalam mengumpulkan kekayaan untuk mencapai financial independent, makanya asuransi dalam  perencanaan keuangan disebut sebagai <em>Wealth Protection</em> (pelindung kekayaan).</p>
<p>Tiga resiko utama dalam kehidupan kita sebagai manusia adalah :</p>
<p>1. Mati terlalu muda</p>
<p>2. Hidup terlalu lama dan</p>
<p>3. Mati tidak hidup tidak (sakit/disabilities).</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa kita perlu dilindungi oleh asuransi? Jawabannya karena anda sebagai orang yang memberikan penghasilan bagi keluarga anda, untuk itu anda harus menyadari penghasilan anda sangat berarti bagi kehidupan anda dan keluarga anda, bukan juga berarti menggantikan jiwa anda dengan suatu nilai ekonomis, karena jiwa anda tak ternilai harganya tetapi lebih kepada apresiasi terhadap diri anda sebagai kepala rumah tangga yang memiliki tanggungan istri dan anak.</p>
<p><strong>3. Dana Pensiun</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mempersiapkan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/11/25/muda-bergaya-jangan-sampai-tua-tak-berdaya/" target="_self">dana pensiun</a> dalam perencanaan keuangan juga merupakan salah satu hal penting yang perlu direncanakan sejak awal. Karena sebagai seoarang profesional tidak ingin terus menerus bekerja. Beberapa alasan pentingnya perencanaan dana pensiun adalah:</p>
<p>1. Ketidakpastian fisik di masa yang akan datang</p>
<p>2. Ketidakpastian ekonomi di masa yang akan datang</p>
<p>3. Tingginya biaya hidup nanti</p>
<p style="text-align: justify;">Jika tidak melakukan perencanaan pensiun dengan benar maka Anda bisa kesulitan dalam menjalani hari-hari tua nanti. Oleh karena itu Anda perlu merencanakan pensiun sejak awal untuk  mendapatkan kehidupan yang lebih baik, sesuai dengan yang diimpikan.<img class="alignright size-medium wp-image-808" title="Profesional 2" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/08/Profesional-2-300x200.jpg" alt="Profesional 2" width="300" height="200" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Masa depan sangat ditentukan dari apa yang sudah diikhtiarkan hari ini, sehingga perlu sebuah perencanan yang baik termasuk mengevaluasi secara berkala, hal ini sesuai dengan firman Allah</span> : <em><span style="color: #0000ff;">&#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&#8221;</span> </em> (Al-Hasyr : 18).</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian tahapan-tahapan yang perlu dilakukan dalam perencanaan keuangan. Akhirnya, dengan perencanaan keuangan yang baik Anda akan mendapatkan kesuksesan dalam Profesi, Keluarga dan Financial. Semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber gambar</em> : <a href="http://empleo.universiablogs.net" target="_self">empleo.universiablogs.net</a></p>
<p><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p>Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p>081 2277 1607</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 803px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Masa depan sangat ditentukan dari apa yang sudah diikhtiarkan hari ini, sehingga perlu sebuah perencanan yang baik<br />
termasuk mengevaluasi secara berkala, hal ini sesuai dengan firman Allah : &amp;ldquo;Hai orang-orang yang beriman,<br />
bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah diantara diri merencanakan untuk kehidupan hari esok, bertaqwalah kepada<br />
Allah Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&amp;rdquo;. (Al-Hasyr : 18)</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/08/03/wasiat-perencanaan-keuangan-untuk-profesional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seperti Apakah Hubungan Anda dengan Uang?</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/07/27/seperti-apakah-hubungan-anda-dengan-uang/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/07/27/seperti-apakah-hubungan-anda-dengan-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 00:19:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[biaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[diskon]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[kredit]]></category>
		<category><![CDATA[masalah keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[menabung]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=789</guid>
		<description><![CDATA[Selalu &#8216;bokek&#8217;? Utang menggunung tak terkendali? Merasa menjadi budak kredit yang berlebihan? Tidak menemukan cara menyisihkan uang untuk menabung, pensiun, dan asuransi karena lebih ingin uang yang ada digunakan sekarang?
Apakah Anda lagi-lagi membuat alasan untuk berbelanja: Obral ini terlalu bagus untuk dilewatkan! Saya akan berpuasa atau tidak berpergian untuk menanggung biayanya! Padahal, pada kenyataannya Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-790" title="Anda dan Uang" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/07/Anda-dan-Uang.jpg" alt="Anda dan Uang" width="250" height="243" />Selalu &#8216;bokek&#8217;? Utang menggunung tak terkendali? Merasa menjadi budak kredit yang berlebihan? </strong>Tidak menemukan cara menyisihkan uang untuk menabung, <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/09/30/menghitung-dana-pensiun-secara-cerdas/" target="_self">pensiun</a>, dan <a href="http://www.asuransicerdas.com/category/asuransi/" target="_self">asuransi</a> karena lebih ingin uang yang ada digunakan sekarang?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah Anda lagi-lagi membuat alasan untuk berbelanja: Obral ini terlalu bagus untuk dilewatkan! Saya akan berpuasa atau tidak berpergian untuk menanggung biayanya! Padahal, pada kenyataannya Anda takkan sanggup menanggung.</p>
<p style="text-align: justify;">Suka atau tidak, uang memang penting. Semua orang membutuhkannya dan harus mengetahui cara menggunakan, menangani, serta mendapatkannya. Beberapa orang memang terlihat sangat berbakat dalam mengatur keuangan, menghasilkan uang yang sangat banyak, dan hidup dalam kemewahan. Yang lain sekedar merasa nyaman dengan uang yang mereka miliki sehingga tidak pernah merasa khawatir. Lalu, ada pula orang yang merasa tidak pernah memiliki cukup uang, sangat khawatir dan menghabiskan uang yang sedikit itu dengan cepat, atau sebaliknya memegang uang dengan begitu erat sehingga tidak pernah menikmati apa yang mereka miliki.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Seperti apakah hubungan Anda dengan uang?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bacalah pernyataan di bawah ini dan carilah yang paling tepat untuk mendeskripsikan Anda. Tandai pernyataan yang sesuai, kemudian tambahkan deskripsi lain yang ada dalam pikiran Anda. Anda boleh mengidentifikasikan diri dengan lebih dari satu pernyataan.</p>
<p>1. Anda menghasilkan banyak uang, tetapi Anda menghabiskannya lebih cepat daripada mendapatkannya.</p>
<p>2. Anda menghasilkan cukup uang dan selalu bisa hidup seadanya, namun tidak pernah merasa puas secara keuangan.</p>
<p>3. Anda menggenggam uang Anda erat-erat dan merasa berat setiap kali harus menggunakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Anda cukup pintar dalam menangani masalah keuangan sehari-hari. Namun, masalah-masalah yang lebih berat, seperti uang pensiun, asuransi dan investasi, menjadi sebuah misteri bagi Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Anda sama sekali tidak mengetahui cara mengatur keuangan. Anda pun merasa tidak memegang kendali jika sudah menyangkut hal-hal keuangan.</p>
<p>6. Anda sering kali tidak memiliki uang. Jika sedang merasa sedih, Anda menghabiskan uang yang sebenarnya tidak Anda miliki.</p>
<p>7. Anda memiliki penghasilan yang sangat rendah dan sudah muak memperjuangkannya.</p>
<p>8. Anda selalu meminjam uang dari teman atau keluarga, berutang, atau terus membeli barang sampai melebihi batas kredit.</p>
<p>9. Anda sama sekali tidak mengetahui jumlah utang yang Anda miliki, tetapi kemungkinan besar jumlahnya sangat banyak.</p>
<p>10. Anda merasa sangat malu dengan masalah keuangan yang Anda buat, tetapi enggan untuk meminta bantuan. <img class="alignright size-medium wp-image-791" title="Chek Up Uang" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/07/Chek-Up-Uang-300x257.jpg" alt="Chek Up Uang" width="300" height="257" /></p>
<p style="text-align: justify;">Berapa pun banyaknya kebenaran dari pernyataan di atas mengenai Anda, janganlah merasa sedih. Anda tidak sendirian! Sebagian besar orang mempunyai masalah dalam mengatur keuangan. Kita menghabiskan uang lebih banyak dari yang dihasilkan serta selalu merasa kekurangan uang dan gelisah. Begitu banyak orang yang menghabiskan uang lebih banyak dari yang mereka miliki. Masalah keuangan juga dapat membuat banyak orang tidak percaya diri dan selalu merasa cemas.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabar baiknya masalah-masalah ini dapat dipecahkan. Siapa pun dapat belajar untuk menjadi lebih baik dalam menangani keuangan. Tidak ada misteri, keajaiban, atau keterampilan yang sulit untuk dipelajari jika menyangkut uang. Anda hanya membutuhkan tekad, kemampuan untuk bertahan, keinginan untuk melakukan segalanya secara berbeda, serta kemauan untuk memperluas cara berpikir. Putuskanlah hari ini bahwa Anda akan menjadikan uang sebagai sahabat dan bukannya musuh. <a href="http://www.asuransicerdas.com/category/perencana-keuangan/" target="_self">Pilihlah keberhasilan keuangan daripada kegagalan</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Disadur dari : <em>Mantap Dalam 30 Hari Mengatur Keuangan, karya : Caro Handley</em></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar <em>:<strong> </strong><a href="http://lifestyle.okezone.com/read/2009/11/23/197/278387/197/uang-versus-cinta" target="_self">lifestyle.okezone.com</a></em> dan <a href="http://sbelen.wordpress.com/2009/06/" target="_self"><em>sbelen.wordpress.com</em></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/07/27/seperti-apakah-hubungan-anda-dengan-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solusi Jitu Menuju Kaya</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/07/18/solusi-jitu-menuju-kaya/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/07/18/solusi-jitu-menuju-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 14:03:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[hemat]]></category>
		<category><![CDATA[income]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[menabung]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>
		<category><![CDATA[solusi kaya]]></category>
		<category><![CDATA[tagihan]]></category>
		<category><![CDATA[tips menjadi kaya]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=782</guid>
		<description><![CDATA[Uang bukan segala-segalanya, tetapi segalanya tidak berjalan lancar  tanpa adanya uang. Bagi sebagian orang, agar bisa menjadi kaya secara finansial adalah dengan bekerja keras sekaligus cerdas, dengan asumsi bahwa uang yang akan didapat akan semakin banyak. Menurut saya, cara seperti ini sudah benar, namun sebaiknya tidak berhenti sampai disini.
Yang jauh lebih penting lagi adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-784" title="Uang dalam Genggaman" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/07/Uang-dalam-Genggaman.jpg" alt="Uang dalam Genggaman" width="127" height="187" /><strong>Uang bukan segala-segalanya, tetapi segalanya tidak berjalan lancar  tanpa adanya uang.</strong> Bagi sebagian orang, agar bisa menjadi kaya secara finansial adalah dengan bekerja keras sekaligus cerdas, dengan asumsi bahwa uang yang akan didapat akan semakin banyak. Menurut saya, cara seperti ini sudah benar, namun sebaiknya tidak berhenti sampai disini.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang jauh lebih penting lagi adalah bagaimana mengendalikan uang kita agar tidak mudah ‘menguap atau kebobolan’, misalnya untuk pengeluaran keperluan belanja bulanan, bayar tagihan, dll. Sebenarnya yang menjadi persoalan bukanlah apakah gaji/income kita perbulan 2 juta, 5 juta, 10 juta atau 100 juta sekali pun. Yang sangat menjadi persoalan adalah seberapa besar kita melakukan pengeluaran per bulannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau pendapatan kita 2 juta, pengeluaran kita 1,5 juta, berarti kita beruntung bisa menabung dan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/02/14/mengelola-keuangan-dengan-asuransi-ala-orang-kaya/" target="_self">berinvestasi</a>. Kalau pengeluaran kita sama yaitu 2 juta, berarti kita seperti yang dibilang Robert Kiyosaki, tak ubahnya seperti rat race atau perlombaan tikus. Yang paling apes adalah kalau pengeluaran kita diatas 2 juta! Lha apa yang akan ditabung, apalagi investasi? Jadinya malah ngutang he he he.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, secara finansial, tidak selalu misalnya Budi dengan income 5 juta per bulan dan Rudi berincome 2 juta per bulan, maka Budi akan lebih kaya dari Rudi. Apabila ternyata pengeluaran Budi adalah 4,5 juta, sementara Rudi pengeluarannya Rp 1 juta jelas Rudi akan menjadi lebih kaya dari Budi. Jadi yang terpenting adalah seberapa banyak uang yang bisa Anda simpan untuk ditabung atau diinvestasikan.</p>
<p style="text-align: justify;">So, Anda tidak perlu menunggu menjadi ahli keuangan untuk cerdas dalam hal mengelola keuangan. Yang Anda butuhkan adalah kejelian melihat pos-pos pengeluaran yang paling kita butuhkan dan membandingkannya dengan pendapatan yang kita terima setiap bulannya. Defisit keuangan bisa kita kurangi dengan mencoret pengeluaran-pengeluaran tidak terlalu penting yang kita miliki kemudian menitik beratkannya pada hal-hal yang penting.</p>
<p style="text-align: center;">&#8220;Besar kecilnya pendapatan tidak menjamin bahwa kita bisa menutup seluruh biaya-biaya bulanan kita. Jadi  jangan pernah minder dengan gaji / income anda saat ini meskipun masih berada dikisaran 2 juta atau dibawah angka itu. Asal kita bisa mengelolanya dengan bijak, semua pendapatan kita akan mencukupi kehidupan sehari-hari.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kesimpulannya adalah <strong>bukan terutama seberapa besar penghasilan kita,  namun seberapa besar kemampuan kita dalam meminimalkan pengeluaran itu  tiap bulannya dan</strong> <strong>seberapa banyak uang yang bisa Anda simpan untuk ditabung atau  diinvestasikan</strong>. Ini yang menurut saya bisa menjadi salah satu solusi jitu  untuk menjadi kaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana menurut Anda..? Anda setuju..?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.asuransicerdas.com/visi-misi/" target="_self"><strong>Salam Cerdas</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-786" title="Wiwit_Prayitno" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/07/Wiwit_Prayitno.jpg" alt="Wiwit_Prayitno" width="240" height="185" /></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt , N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/07/18/solusi-jitu-menuju-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Jitu Mengoptimalkan Gaji ke-13</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/06/24/tips-jitu-mengoptimalkan-gaji-ke-13/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/06/24/tips-jitu-mengoptimalkan-gaji-ke-13/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 06:09:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[dana darurat]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[gaji ke-13]]></category>
		<category><![CDATA[gaji pokok]]></category>
		<category><![CDATA[jurus jitu]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi finansial]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[tips keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=756</guid>
		<description><![CDATA[Pada akhir bulan Juni ini merupakan masa yang menyenangkan buat Pegawai Negeri Sipil (PNS), karena akan menerima gaji ke-13 dari pemerintah. Namun tak sedikit pula menjadi awal yang cukup pelik, karena setumpuk tagihan sudah menunggu didepan mata.
Bila salah dalam mengatur pengeluaran yang ada setiap bulan, Anda akan mengalami besar pasak daripada tiang, alias besar pengeluaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-758" title="gaji-naik-pajeknya-juga-naik" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/06/gaji-naik-pajeknya-juga-naik-300x222.jpg" alt="gaji-naik-pajeknya-juga-naik" width="300" height="222" /><strong>Pada akhir bulan Juni ini merupakan masa yang menyenangkan buat Pegawai Negeri Sipil (PNS), karena akan menerima gaji ke-13 dari pemerintah</strong>. Namun tak sedikit pula menjadi awal yang cukup pelik, karena setumpuk tagihan sudah menunggu didepan mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila salah dalam mengatur pengeluaran yang ada setiap bulan, Anda akan mengalami besar pasak daripada tiang, alias besar pengeluaran dari pada pemasukan. Nah, agar Anda tidak mengalaminya maka berikut beberapa Tips  jitu agar Kehidupan Finansial Anda cukup bagus alias Anda akan memiliki keuangan yang sehat.</p>
<p><strong>Stop Mengeluh</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau mengeluh bisa mengetuk hati pemerinta untuk menaikkan gaji Anda? Bagus! Tapi kalau hanya bikin sakit hati, untuk apa. Tidak ada gunanya mengeluh. Yang terpenting bagaimana mengatur pendapatan anda agar selalu kondusif.</p>
<p><strong>Rencanakan Tabungan untuk Dana Darurat<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Milikilah setidaknya 3 kali sd 12 kali pengeluaran bulanan Anda, sehingga apa bila timbul kebutuhan mendesak maka dana ini yang akan menopang. Jadi gak perlu ngutang atau pergi ke pegadaian. Dan satu hal yang pasti, dengan memiliki dana darurat ini maka akan membuat psikologis anda bertambah bagus. Anda juga lebih mudah untuk bahagia.</p>
<p><strong>Pastikan minimal 10% dari Gaji Anda Terselamatkan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak yang berpikir tabungan adalah sisa akhir gaji. Itu tidak benar! Tabunan bukan juga sejumlah nominal yang disisihkan dari gaji. Ingat! Sisihkan dulu Gaji Anda untuk diri sendiri, baru sisanya Anda belanjakan. <em>Pay Your Self First.</em> Selamatkan minimal 10 % dari gaji Anda untuk masa depan yang lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk masa depan yang lebih baik, Anda bisa memiliki sebuah <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/09/30/menghitung-dana-pensiun-secara-cerdas/" target="_self">Rekening Dana Pensiun</a>, untuk menambah Pensiun kelak dari pemerintah. Ingat! Ketika Anda pensiun, Anda sudah tidak memiliki lagi tunjangan, mobil dinas, rumah dinas dan pensiun Anda Hanya sekitar 70% dari Gaji Pokok Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda bisa juga memiliki <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/08/23/asuransi-syariah-pendidikan/" target="_self">Rekening Dana Pendidikan</a> untuk Anak. Anak merupakan Aset terbaik Anda. Jadi persiapkan dana pendidikannya sedini mungkin.</p>
<p><strong>Evaluasi Pengeluaran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata laki-laki dan perempuan punya kekuatan seimbang dalam hal menghabiskan uang. Cek lagi pengaluaran Anda. Bedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Kebutuhan ada batasannya sedangkan keinginan batasnya adalah langit. Jangan makan gengsi. Dengan pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan secara bijak, maka hidup Anda akan lebih nyaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan menjalankan beberapa Tips diatas, pastinya Kondisi Finansial Anda akan menjadi lebih baik, masa depan Anda pun akan gemilang. Selamat merencanakan keuangan Anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber gambar : <a href="http://politikana.com" target="_self">politikana.com</a></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/06/24/tips-jitu-mengoptimalkan-gaji-ke-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tua Kaya Raya atau Sengsara, Mana Pilihan Anda?</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/05/12/tua-kaya-raya-atau-sengsara-mana-pilihan-anda/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/05/12/tua-kaya-raya-atau-sengsara-mana-pilihan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 01:50:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[boros]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[hidup boros]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[karetu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kaya raya]]></category>
		<category><![CDATA[menabung]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=697</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya dikagetkan dengan tulisan di suatu tabloid mengenai Sang Superstar Michael Jackson yang dikabarkan bangkrut dan meninggalkan banyak utang di usianya yang menjelang 50 tahun. Bahkan, ranch kebanggan sang Superstar, Neverland, yang berisi beraneka ragam hewan eksotis dikabarkan akan segera dilego.
Biaya hidup sang bintang dan perawatan ranch mahal tersebut yang diperkirakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-698" title="Rencana dan Evaluasi" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/05/Rencana-dan-Evaluasi-275x300.png" alt="Rencana dan Evaluasi" width="275" height="300" /><strong>Beberapa waktu yang lalu saya dikagetkan dengan tulisan di suatu tabloid mengenai Sang Superstar Michael Jackson yang dikabarkan bangkrut dan meninggalkan banyak utang di usianya yang menjelang 50 tahun. </strong>Bahkan, ranch kebanggan sang Superstar, Neverland, yang berisi beraneka ragam hewan eksotis dikabarkan akan segera dilego.</p>
<p style="text-align: justify;">Biaya hidup sang bintang dan perawatan ranch mahal tersebut yang diperkirakan mencapai USD 2 juta (Rp 17 miliar) per bulan akan menambah berat beban utangnya yang diperkirakan sekitar USD 70 juta (sekitar Rp 595 miliar).</p>
<p style="text-align: justify;">Yang membuat hati saya miris adalah siapa yang tidak kenal Michael Jackson? Superstar yang kaya raya, mencetak begitu banyak hit dan penjualan album yang luar biasa, kok bisa-bisanya hampir bangkrut? Michael Jackson yang superkaya saja bisa bangkrut, apalagi kita. Kembali saya merenung, memang sebagai manusia, tidak ada yang bisa memprediksikan masa depan. Namun, kalau memikirkan hanya pasrah tanpa berjuang, kok rasanya juga tidak baik. Tuhan saja menjanjikan akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut mau berjuang.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut saya, ada dua kata kunci yang bisa kita pegang, <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/08/26/pensiun-itu-pasti-pensiun-sejahtera-itu-pilihan/" target="_self">menabung dan menabung</a>. Sederhana memang, cuma menabung. Akan tetapi, pengalaman saya sebagai perencana keuangan membuat saya berpikir ulang, ternyata membuat orang untuk menabung luar biasa susahnya. Bagaimana tidak? Banyak klien yang komplain, tak bisa menabung karena harga barang barang naik, ada kebutuhan mendadak, kepincut beli tas Louise Vitton terbaru, dan seribu satu alasan lainnya. Padahal, kalau mau diteliti lebih dalam, sebenarnya ini berpulang kepada <a href="http://www.asuransicerdas.com/category/perencana-keuangan/" target="_self">perencanaan keuangan</a> yang salah, gaya hidup yang boros, dan satu hal yang paling penting, kemauan dan tekad bulat untuk menabung.</p>
<p style="text-align: justify;">Merupakan hal yang cukup unik, mengingat kita begitu mudah untuk berbelanja atau menukar ponsel lama kita dengan ponsel baru, dibandingkan dengan untuk menabung. Atau nongkrong berjam-jam di kafe mahal yang sekali nongkrong bisa menghabiskan uang ratusan ribu rupiah dibandingkan menabung. Berbagai gaya hidup metropolis lainnya yang tanpa sadar menjadi “siluman” pengeruk uang kita. Sebenarnya ada beberapa cara agar menabung bisa dijadikan sebagai gaya hidup kita, berikut tipsnya:</p>
<p><strong> 1. Punya impian</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada orang bijak yang mengatakan, ”Tak ada yang lebih menyakitkan daripada hidup tidak punya impian.” Jadi mulailah dengan mempunyai impian. Ada salah satu klien saya yang mempunyai impian sederhana tapi sangat spesifik, yaitu membeli rumah tanpa utang ketika mencapai umur 40 tahun (umurnya sekarang 25 tahun). Setelah melalui perhitungan dan analisa risiko, dia menabung setiap bulan sebesar Rp 2,5 juta ke dalam reksa dana saham yang terus-menerus di-rebalancing, sehingga pada umur 40 tahun, dia bisa membeli rumah idamannya.</p>
<p><strong> 2. &#8220;Pay your self first before you pay others&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita gajian tiap bulan, atau ketika kita menerima uang, seringkali kita harus membayar orang lain lebih dulu, membayar perusahaan listrik untuk tagihan listrik, membayar perusahaan telepon untuk tagihan telepon, membayar gaji pembantu, membayar uang sekolah, dan sisanya (kalau ada sisa), barulah dipikir-pikir untuk menabung (kalau tidak tergoda sale di mal).</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau caranya begini, kapan kita bisa kaya? Kapan kita bisa <a href="http://www.asuransicerdas.com/category/asuransi-dana-pensiun/" target="_self">pensiun</a> dini? Dan yang terpenting, kapan bisa tercapai tujuan keuangan kita tanpa utang? Cara yang terbaik adalah pay your self first, gaji diri Anda terlebih dahulu, tabung uang Anda di awal bulan, investasikan uang Anda di awal ketika Anda menerima uang. Sebab “gaji” yang Anda bayarkan ke diri Anda sendiri ini, akan dapat mewujudkan impian Anda tanpa anda perlu berutang ke sana ke mari.</p>
<p><strong>3. Pikir sejuta kali, kalau perlu semiliar kali untuk berutang</strong></p>
<p>Bila Anda punya pikiran, “Sepertinya enak nih, naik mobil pribadi, capek naik motor terus, tapi uang di tabungan belum cukup, utang aja ah”, pikir sejuta kali. Atau, Anda punya pikiran seperti ini, ”Sepatunya keren banget, diskon 10% lagi, tapi belum gajian nih. Gesek aja ah, nanti pas gajian baru dibayar (dijamin, pas gajian pun, tidak dibayar)”, pikir semiliar kali.</p>
<p style="text-align: justify;">Amerika, perekonomiannya sedang mengalami deep crisis karena utang. Amerika, negara superpower pun bisa terkena krisis karena utang mortgage, apalagi kita. Bunga bank terutama bunga kartu kredit yang mencapai 3-3,5% per bulan atau 42 % per tahun, merupakan utang yang sangat mahal. Investasi mana yang bisa memberikan return sebesar itu per tahun? Jadi please, consider, consider and reconsider again, kalau Anda ingin berutang.</p>
<p><strong>4. Bergaya hidup sederhana</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Warren Buffet, salah satu pria terkaya di dunia, pemilik perusahaan Berkshire Hathaway, yang selembar saham perusahaannya mencapai nilai ribuan dollar, mempunyai gaya hidup yang sangat menarik. Dia tinggal di rumah yang sama yang dia beli 30 tahun yang lalu, dan setiap anaknya hanya diberi uang yang cukup sedikit untuk ukuran orang superkaya seperti dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia tidak terlena dengan gaya hidup mewah, sebab Buffet tahu benar, extravaganza life style comes with the expensive price. Oleh sebab itu, dia tidak pernah tertarik untuk bergaya hidup mewah. Rumah yang besar, pajaknya pun pasti mahal, begitu juga dengan perawatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila keempat langkah tadi sudah berhasil diterapkan, bersiaplah untuk menyambut masa depan yang lebih terjamin, nyaman, dan pasti terbebas dari lilitan utang. Don’t worry, pengorbanan yang Anda lakukan sekarang, akan berbuah sangat manis di kemudian hari. Jadi pilih mana? <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/02/14/mengelola-keuangan-dengan-asuransi-ala-orang-kaya/" target="_self">Muda gemar menabung tua kaya raya</a>, atau muda hura hura mati sengsara? The choice is yours.</p>
<p>Penulis: Fauziah Arsiyanti, SE, MM, Dipl. FP, konsultan dan perencana keuangan dari First Principal Financial-Singapore</p>
<p>Sumber : <a href="http://nasional.kompas.com/read/2008/10/24/14335124/tua.kaya.raya.atau.sengsara.mana.pilihan.anda" target="_self">kompas.com</a></p>
<p><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p>Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md</p>
<p>081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/05/12/tua-kaya-raya-atau-sengsara-mana-pilihan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlunya Identifikasi Keperluan Masa Depan</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/04/26/perlunya-identifikasi-keperluan-masa-depan/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/04/26/perlunya-identifikasi-keperluan-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 01:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[biaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[biaya kelahiran]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah umroh]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[naik haji]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah idaman]]></category>
		<category><![CDATA[solusi financial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda melakukan perenungan untuk mengidentifikasi keperluan / kebutuhan Anda di masa Depan? Kalau kita renungkan dengan serius sebenarnya setiap orang itu sangat banyak keperluan / kebutuhan yang akan dipenuhinya di masa datang yang biayanya bisa dikatakan cukup besar. Mari kita coba daftar satu persatu :
Biaya Kelahiran Anak
Rumah
Kendaraan bermotor (sepeda motor atau mobil)
Biaya Pendidikan Anak
Naik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-684" title="Keuangan Keluarga" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/04/Keuangan-Keluarga-300x211.jpg" alt="Keuangan Keluarga" width="300" height="211" />Pernahkah Anda melakukan perenungan untuk mengidentifikasi keperluan / kebutuhan Anda di masa Depan?</strong> Kalau kita renungkan dengan serius sebenarnya setiap orang itu sangat banyak keperluan / kebutuhan yang akan dipenuhinya di masa datang yang biayanya bisa dikatakan cukup besar. Mari kita coba daftar satu persatu :</p>
<p>Biaya Kelahiran Anak</p>
<p>Rumah</p>
<p>Kendaraan bermotor (sepeda motor atau mobil)</p>
<p><a href="http://www.asuransicerdas.com/category/asuransi-pendidikan/" target="_self">Biaya Pendidikan Anak</a></p>
<p>Naik Haji atau Ibadah Umroh</p>
<p>Liburan</p>
<p><a href="http://www.asuransicerdas.com/category/asuransi/" target="_self">Asuransi</a> untuk mengantisipasi Kejadian di luar rencana (sakit atau bahkan meninggal)</p>
<p><a href="http://www.asuransicerdas.com/category/asuransi-dana-pensiun/" target="_self">Dana Pensiun</a></p>
<p style="text-align: justify;">Cukup banyak bukan keperluan Anda di masa mendatang ? Bila kita total seluruh keperluan masa depan tersebut jumlahnya bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah! Bayangkan bila semua keperluan tersebut tidak kita siapkan sejak saat ini, apa yang terjadi dengan kondisi keuangan rumah tangga kita? Untuk itulah sebuah perencanaan dan pengelolaan keuangan  yang baik memegang peranan vital, agar semuanya bisa tercapai.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan satu hal yang perlu Anda garis bawahi disini adalah, ketika Anda sudah tidak berada di sisi orang-orang yang Anda kasihi, kepada siapa nanti mereka bergantung?</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai Orang yang memiliki budaya dan culture timur, kita pasti akan sangat malu, ketika kita atau keluarga kita nanti hidup dengan meminta belas kasihan orang. Anak-anak yang tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya atau tidak dapat meneruskan biaya sekolah. Para janda yang harus bekerja keras untuk berjuang menghidupi anak-anak yang ditinggalkan ayahnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Oleh karena itu, didalam sebuah perencanaan keuangan Asuransi harus masuk dalam Pondasi Utama perencanaan yang harus Anda ambil</strong>. Asuransi merupakan sebuah solusi yang memberikan pengharapan bagi setiap keluarga Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">So Rencanakan Keuangan Anda dan Jangan Tunda untuk mengambil Asuransi, sebelum semuanya terlambat.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber gambar : Cover buku &#8220;Cara Mudah Mengelola Keuangan Keluarga secara Islami&#8221; Karya Eko P. Pratomo</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/04/26/perlunya-identifikasi-keperluan-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengungkap Rahasia Kenapa Wanita Harus Menyiapkan Pensiun</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/03/07/mengungkap-rahasia-kenapa-wanita-harus-menyiapkan-pensiun/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/03/07/mengungkap-rahasia-kenapa-wanita-harus-menyiapkan-pensiun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 14:39:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[Anda percaya enggak kalau saya bilang bahwa banyak wanita di Indonesia yang tidak atau belum mempersiapkan masa pensiunnya dengan baik? Buat Anda yang masih bingung, coba saya jelaskan sedikit saja tentang apa yang dimaksud dengan Masa Pensiun. Masa Pensiun adalah masa dimana seseorang tidak lagi bekerja. Di Indonesia, biasanya sih kalau Anda bekerja, Anda akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-602" title="wanita berjilbab" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/03/wanita-berjilbab-199x300.jpg" alt="wanita berjilbab" width="159" height="240" />Anda percaya enggak kalau saya bilang bahwa banyak wanita di Indonesia yang tidak atau belum mempersiapkan masa pensiunnya dengan baik?</strong> Buat Anda yang masih bingung, coba saya jelaskan sedikit saja tentang apa yang dimaksud dengan Masa Pensiun. <a href="http://www.asuransicerdas.com/category/asuransi-dana-pensiun/" target="_self">Masa Pensiun</a> adalah masa dimana seseorang tidak lagi bekerja. Di Indonesia, biasanya sih kalau Anda bekerja, Anda akan memilih (atau dipaksa memilih) untuk pensiun pada sekitar usia 50-60 tahun. Itulah karenanya, banyak orang yang lalu mempersiapkan masa pensiunnya dengan cara memiliki sebuah Program Pensiun.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada sejumlah alasan, mengapa wanita perlu lebih banyak memberi perhatian untuk mempersiapkan masa pensiun. Karena yang sering terjadi, kaum wanita banyak yang meremehkan soal dana pensiun. Banyak di antara mereka, hanya mengandalkan dana pensiun dari suaminya.</p>
<p><strong>Nah, kenapa wanita harus lebih memperhatikan soal pensiun. Berikut ini alasannya</strong> :</p>
<p><strong>Umur Wanita Biasanya Lebih Panjang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah survei menunjukkan bahwa umur wanita biasanya lebih panjang daripada pria. Ini juga akan terjadi pada Anda, para wanita. Semakin lama Anda hidup, semakin besar jumlah Dana Pensiun yang harus Anda persiapkan untuk bisa membiayai pensiun Anda. Sayangnya, sering sekali wanita yang harus merelakan uang pensiunnya menyusut karena dipakai untuk membayar Biaya Kesehatan suami mereka yang  menurut survei  memiliki umur yang lebih pendek daripada wanita.</p>
<p><strong>Rata-rata Penghasilan Wanita Lebih Kecil.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam sebuah perusahaan, posisi manajemen biasanya memiliki gaji yang lebih tinggi daripada posisi staf yang ada di bawahnya. Ini wajar terjadi. Sekarang pertanyaannya, siapa yang lebih banyak menduduki posisi manajemen? Jawabannya: pria. Posisi direktur, misalnya, sampai saat ini masih lebih banyak didominasi oleh pria. Begitu juga dengan berbagai posisi lain dalam struktur manajemen dari sebuah perusahaan. Itu di dunia kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam dunia bisnis, seorang wanita biasanya  biasanya lho, ya  lebih takut untuk mengambil risiko berbisnis, dibanding pria. Otomatis, pria biasanya lebih memiliki potensi untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar daripada wanita, karena mereka lebih berani mengambil risiko. Tetapi seorang wanita, biasanya akan lebih senang kalau berada di dalam sebuah posisi yang secure (baca: memberikan gaji tetap). Sehingga otomatis, kenaikan gaji mereka betul-betul didasarkan pada aturan di perusahaan itu. Beda dengan mereka yang berani menjalankan usaha sendiri, sehingga bisa memiliki kemungkinan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Dan hal itu biasanya dimiliki pria, bukan wanita.</p>
<p><strong>Wanita Lebih Sering Berhenti Kerja.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Betul, wanita lebih sering masuk dan berhenti kerja daripada pria. Banyak alasannya. Salah satunya adalah kalau mereka melahirkan, atau ketika ingin membesarkan anak mereka dulu selama 2-3 tahun. Otomatis, mereka akan mengambil cuti, dan tidak bekerja. Sehingga, kesempatan mereka untuk bisa menyalip rekannya yang lain untuk bisa mendapatkan posisi yang lebih tinggi menjadi tertunda. Posisi yang tertunda, berarti tertunda juga kesempatan untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Bisa dibayangkan kalau seorang wanita melahirkan anak sampai empat kali.</p>
<p><strong>Wanita Lebih Sering Gonta-ganti Kerja</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena lebih sering berhenti kerja, wanita biasanya jadi lebih sering gonta-ganti lapangan pekerjaan dibanding pria. Seorang wanita yang berhenti dari pekerjaannya karena melahirkan, misalnya, biasanya belum tentu mau kembali bekerja lagi di perusahaan yang sama setelah ia mengasuh anaknya selama dua tiga tahun. Jangankan wanita yang sudah menikah dan punya anak, sekarang saja saya mengenal seorang wanita single yang masih berumur 26 tahun, tetapi sudah pindah pekerjaan sampai 4-5 kali. Bagaimana nanti kalau dia sudah menikah? Bisa-bisa jumlahnya lebih banyak lagi. pindah kerja daripada mereka yang di posisi manajemen.</p>
<p><strong>Peraturan yang Merugikan Wanita</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak perusahaan di Indonesia yang masih memberikan upah yang berbeda bagi  pria dan wanita yang menduduki posisi yang sama. Ini mungkin didasarkan pada pertimbangan bahwa prialah yang menanggung biaya hidup keluarga, sehingga wajar saja kalau pria menerima upah yang lebih besar. Tetapi akibatnya, dengan jumlah upah yang lebih kecil, biasanya akan menyulitkan wanita untuk bisa menabung dalam jumlah yang lebih besar untuk persiapan pensiunnya.</p>
<p><strong>Sering Harus Mengalah apabila Suami Pindah Kerja</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama ini, apabila seorang suami harus direlokasi (pindah lokasi kerja) ke kota lain, maka istrinyalah yang sering mengalah, misalnya dengan cara berhenti dari pekerjaannya. Berbeda dengan apabila si istri yang harus pindah, maka jarang sekali kita mendengar suaminya mau mengalah dengan mengorbankan pekerjaannya. Ini wajar terjadi, mengingat si prialah yang biasanya menanggung biaya hidup keluarga. Namun demikian, hal ini jelas membuat kemungkinan wanita untuk berhenti kerja, atau ganti pekerjaan baru menjadi lebih besar. Ini berarti, kesempatan mereka untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar menjadi tertunda, sehingga kesempatan mereka untuk menabung dengan jumlah yang lebih besar menjadi berkurang.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga dari tulisan di atas, dapat disimpulkan bahwa wanita memiliki lebih banyak &#8216;halangan&#8217; ketika ia masih bekerja. Padahal, umur wanita biasanya lebih panjang daripada pria sehingga wanita memerlukan lebih banyak uang untuk pensiunnya kelak. Karena itu, bila Anda seorang wanita, Anda perlu menaruh perhatian yang jauh lebih besar terhadap persiapan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/09/30/menghitung-dana-pensiun-secara-cerdas/" target="_self">pensiun Anda</a>, dibanding pada pria. Mudah-mudahan tulisan kali ini bisa cukup memberikan inspirasi Anda para kaum hawa.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Sumber</strong> : Disadur dari Tabloid NOVA No. 840/XVI</em></p>
<p><strong>Salam Cerdas.</strong></p>
<p>Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md</p>
<p>081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/03/07/mengungkap-rahasia-kenapa-wanita-harus-menyiapkan-pensiun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Gaji yang Mana..? Tentukan Pilihanmu Sekarang!</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2010/03/03/pilih-gaji-yang-mana-tentukan-pilihanmu-sekarang/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2010/03/03/pilih-gaji-yang-mana-tentukan-pilihanmu-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 02:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan finansial]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[Gaji adalah suatu bentuk balas jasa ataupun penghargaan yang diberikan secara teratur kepada seorang pegawai atas jasa dan hasil kerjanya. Gaji sering juga disebut sebagai upah, dimana keduanya merupakan suatu bentuk kompensasi, yakni imbalan jasa yang diberikan secara teratur atas prestasi kerja yang diberikan kepada seorang pegawai. Perbedaan gaji dan upah hanya terletak pada kuatnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-595" title="salary" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/03/salary-199x300.jpg" alt="salary" width="199" height="300" />Gaji adalah suatu bentuk balas jasa ataupun penghargaan yang diberikan secara teratur kepada seorang pegawai atas jasa dan hasil kerjanya</strong>. Gaji sering juga disebut sebagai upah, dimana keduanya merupakan suatu bentuk kompensasi, yakni imbalan jasa yang diberikan secara teratur atas prestasi kerja yang diberikan kepada seorang pegawai. Perbedaan gaji dan upah hanya terletak pada kuatnya ikatan kerja dan jangka waktu penerimaannya. Seseorang menerima gaji apabila ikatan kerjanya kuat, sedang seseorang menerima upah apabila ikatannya kerjanya kurang kuat. Dilihat dari jangka waktu penerimaannya, gaji pada umumnya diberikan pada setiap akhir bulan, sedang upah diberikan pada setiap hari ataupun setiap minggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Besarnya gaji  yang diberikan kepada seorang karyawan, biasanya sangat tergantung dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki, kemampuan maupun pengalaman kerjanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang Bila Anda dihadapkan dengan pilihan berikut, mana yang Anda pilih ..?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>GAJI : Rp 5 Juta / bulan</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>atau</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gaji : Rp 4 Juta / bulan</strong>. Tapi mendapatkan Jaminan , yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">1) Dana Pensiun di Usia 55 tahun sebesar Rp 1,1 Milyar</p>
<p style="text-align: justify;">2) Dana Kesehatan Rp 800 ribu per harinya (maksimal 80 juta dalam setiap tahunnya, bila mengalami rawat inap)</p>
<p style="text-align: justify;">3) Dana Pembedahan / Operasi sebesar Rp 2 juta sd 8 juta (setiap tahunnya)</p>
<p style="text-align: justify;">4) Perawatan Sakit Kritis Rp 100 juta</p>
<p style="text-align: justify;">5) Diberikan tabungan Rp 1 juta setiap bulannya bila mengalami sakit kritis sd usia 65 tahun</p>
<p style="text-align: justify;">6) Jaminan Finansial untuk Keluarga sebesar Rp 300 juta, Ketika Anda pindah dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">7) Jaminan Finansial untuk keluarga sebesar Rp 400 juta, ketika Anda pindah dunia karena kecelakaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>D</strong><strong>an saya sangat yakin, Anda sebagai orang yang bijak Pasti memilih yang kedua</strong>. Namun Anda belum merealisasikannya bukan..? Untuk merealisasikannya cukup mudah. Dan tidak ada rahasianya sama sekali. Kuncinya cukup disiplin, yaitu : Sisihkan sebagian kecil Gaji Anda saat ini untuk mendapatkan Fasilitas / Jaminan diatas pada rekening Asuransi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabar baiknya, setiap orang (termasuk Anda) bisa memulai langkahnya dengan menyisihkan Rp 500 ribu tiap bulan, atau bagi Anda yang berpenghasilan tinggi bisa Rp 1 juta, 2 juta atau bahkan 10 juta. Tentunya Dana yang Anda sisihkan saat ini di rekening Asuransi akan memberikan Anda kepastian dan Jaminan Masa Pensiun yang Sejahtera, Fasilitas Kesehatan yang Lengkap dan yang tak kalah pentingnya adalah Keluarga Anda akan terjamin Financialnya ketika Anda tidak lagi bersamanya.<img class="alignright size-medium wp-image-596" title="gaji" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2010/03/gaji-300x265.jpg" alt="gaji" width="210" height="186" /></p>
<p style="text-align: justify;">Masih ingatkan sebuah kalimat bijak, <em><strong>Seorang Kepala Rumah Tangga Boleh Tidak Ada, TETAPI Penghasilan Seorang Kepala Rumah Tangga Harus Tetap Ada</strong></em>.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/11/29/rahasia-menciptakan-rp-1-milyar-secara-halal-dan-barokah/" target="_self"><strong>Jadi berikan yang terbaik untuk diri Anda dan Keluarga Anda.</strong></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Ingin mengetahui lebih jauh tentang hal ini, segera hubungi kami bisa melalui 081 2277 1607 atau email : wiwitcerdas888@gmail.com atau wiwit@asuransicerdas.com atau YM : wiwit_gt888</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2010/03/03/pilih-gaji-yang-mana-tentukan-pilihanmu-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Menciptakan Rp 1 Milyar Secara Halal dan Barokah</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2009/11/29/rahasia-menciptakan-rp-1-milyar-secara-halal-dan-barokah/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2009/11/29/rahasia-menciptakan-rp-1-milyar-secara-halal-dan-barokah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 13:43:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1 milyar]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang didunia ini termasuk Anda ternyata bisa menciptakan uang senilai Rp 1 Milyar. Kuncinya cukup sederhana, yaitu disiplin dan bersahabat dengan waktu, time is your friends. Disiplin disini ialah disiplin dalam berinvestasi &#38; berasuransi. Bersahabat dengan waktu yang berarti Anda harus memulainya  saat ini, sekarang juga. Karena begitu Anda menunda maka akan dibutuhkan perjuangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-479" title="Investasi" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2009/11/Investasi.JPG" alt="Investasi" width="247" height="165" />Setiap orang didunia ini termasuk Anda ternyata bisa menciptakan uang senilai Rp 1 Milyar</strong>. Kuncinya cukup sederhana, yaitu disiplin dan bersahabat dengan waktu, <em>time is your friends</em>. Disiplin disini ialah disiplin dalam berinvestasi &amp; <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/10/28/asuransi-syariah-solusi-finansial-anda/" target="_blank">berasuransi. </a>Bersahabat dengan waktu yang berarti Anda harus memulainya  saat ini, sekarang juga. Karena begitu Anda menunda maka akan dibutuhkan perjuangan lebih keras lagi, salah satunya yaitu membutuhkan dana yang besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Investasi yang  Anda lakukan bertujuan untuk memberikan return yang optimal dan  mengalahkan  laju inflasi, sehingga  tujuan dari perencanaan keuangan Anda  akan tercapai. Sedangkan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/10/28/asuransi-syariah-solusi-finansial-anda/" target="_blank">asuransi </a>bertujuan untuk  memberikan perlindungan / proteksi terhadap diri  Anda,  ketika ada resiko yang menimpa Anda, seperti sakit, sakit kritis, cacat tetap atau meninggal. Asuransi bisa juga berfungsi sebagai pengganti nilai ekonomis. Dengan  memiliki asuransi maka  akan ada &#8220;jaminan kepastian&#8221; tersedianya dana 1 Milyar, yang bisa digunakan untuk  pensiun , modal usaha atau membeli  Alphard.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian dari kita mungkin bertanya , &#8220;Saya tidak punya cukup uang untuk berinvestasi &amp; berasuransi, bagaimana melakukannya..?&#8221;,</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Tak perlu khawatir Anda  cukup menyisihkan setiap harinya HANYA dengan 17,000 ribu  saja atau Rp 500,000 perbulan maka Rp 1 Milyar akan tercipta. Rahasianya cukup DISIPLIN</strong>.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut contohnya, Pak Rudi (30 th) seorang karyawan dengan penghasilan Rp  3 juta perbulan, berencana pensiun di usia 56 tahun dengan Target Dana yang ingin dicapai Rp 1 Milyard. Dengan target tersebut maka Pak Rudi harus menyisihkan Rp 500,000 setiap bulannya selama 25 tahun (asumsi return investasi adalah 15% per tahun).</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/10/28/asuransi-syariah-solusi-finansial-anda/" target="_blank">Bagaimana dengan asuransinya..?</a> apakah harus menyisihkan dana lagi..? Tidak Perlu, Karena didalam rekening investasi yang dipilih Pak Rudi didalamnya sudah memberikan perlindungan  (asuransi), baik rawat inap, biaya operasi / pembedahan, sakit kritis dan meninggal dunia. Detailnya perlindungan adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">1) Ketika Pak Rudi menjalani Opname/rawat-Inap di Rumah Sakit, Asuransi ini  akan Memberikan santunan sebesar Rp 440,000 per hari (Kamar Biasa) dan Rp 880,000 per hari (jika di ICU), Pembedahan Rp 1,100,000 sd Rp 4,400,000.</p>
<p style="text-align: justify;">2) Ketika terjadi resiko sakit kritis (misal Stroke, Kanker, Jantung, dll), maka Asuransi ini akan memberikan santunan Rp 50 juta untuk perawatan dan STOP Nabungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">3) Selain NABUNGnya STOP, selanjutnya Perusahaan Asuransi ini akan meneruskan nabung sampai usia Pak Rudi 65 tahun sebesar Rp 6 juta pertahun atau Rp 500,000 perbulan. Jadi Pak Rudi tidak perlu nabung lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">4) Ketika Terjadi Resiko Meninggal, ahli waris mendapat santunan dari Program ini Rp 150 juta, ditambah nilai tunai/tabungan yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">5) Ketika Terjadi Resiko meninggal karena kecelakaan, ahli waris mendapat santunan Rp 250 juta, ditambah nilai tunai/tabungan yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga  JAMINAN DANA PENSIUN atau DANA untuk MODAL USAHA  senantiasa akan tersedia meski dalam perjalanan menabung terjadi suatu resiko .</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jadi dari uraian diatas dapat disimpulkan Anda pun bisa menciptakan Rp 1 Milyar dengan cara Halal dan tentunya gak Perlu Korupsi  untuk mencapainya. Hanya dibutuhkan kedisiplinan saja untuk mencapainya</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari wujudkan masyarakat cerdas finansial.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam  Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">WiwitPrayitno, S.Pt, N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2009/11/29/rahasia-menciptakan-rp-1-milyar-secara-halal-dan-barokah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
