<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>asuransicerdas.com &#187; Asuransi</title>
	<atom:link href="http://www.asuransicerdas.com/category/asuransi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.asuransicerdas.com</link>
	<description>Memilih produk asuransi secara cerdas !</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 09:27:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Asuransi = Pilar dari Perencanaan Keuangan</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2012/01/28/asuransi-pilar-dari-perencanaan-keuangan/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2012/01/28/asuransi-pilar-dari-perencanaan-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 09:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan aset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1011</guid>
		<description><![CDATA[Perencanaan keuangan adalah langkah pengelolaan uang secara cermat untuk mencapai tujuan finansial. Dan pada prinsipnya, hal ini mencakup empat pilar pentng, yaitu : 1) Akumulasi Kekayaan, 2) Percepatan Kekayaan, 3) Proteksi Kekayaan dan 4) Distribusi Kekayaan.
Untuk memenuhi kebutuhannya, orang membutuhkan uang. Sehingga setiap orang harus berupaya mendapatkan dan mengelolanya secara cermat supaya tidak defisit dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-1012" title="Kunci" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2012/01/Kunci-300x199.jpg" alt="Kunci" width="300" height="199" />Perencanaan keuangan</strong> adalah langkah pengelolaan uang secara cermat untuk mencapai tujuan finansial. Dan pada prinsipnya, hal ini mencakup empat pilar pentng, yaitu : 1) Akumulasi Kekayaan, 2) Percepatan Kekayaan, 3) Proteksi Kekayaan dan 4) Distribusi Kekayaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk memenuhi kebutuhannya, orang membutuhkan uang. Sehingga setiap orang harus berupaya mendapatkan dan mengelolanya secara cermat supaya tidak defisit dan tentunya bisa bertambah. Inilah yang disebut sebagai Mengakumulasi Kekayaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian dengan perencanaan yang tepat, kekayaan ini perlu diakselerasi agar menjadi aset yang produktif melalui investasi, sehingga uang yang sudah diperoleh bisa bertumbuh dan bertambah. Inilah yang disebut sebagai Percepatan Kekayaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu sebuah kekayaan yang sudah berhasil diakumulasikan dan dikembangkan (akselerasi) tersebut tentu juga perlu dilindungi dari berbagai resiko yang mungkin terjadi. Karena jika resiko tersebut muncul, karena datangnya resiko tidak pernah tahu kapan terjadi (seperti resiko sakit, meninggal, sakit kritis), maka diperlukanlah Perlindungan atau Proteksi Kekayaan. Sehingga apabila si Pencari nafkah ada resiko, maka aset yg sudah dikumpulkan tidak akan tergerus untuk biaya perawatan. Inilah yang disebut sebagai Proteksi Kekayaan. Sehingga adanya asuransi sangat dibutuhkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan setiap orang yang punya good value sangat menginginkan kekayaannya tetap terjaga dan dapat diwariskan demi kesejahteraan ahli waris dan orang &#8211; orang yang dicintainya. Inilah yang disebut sebagai Distribusi Kekayaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kesimpulannya Anda yang mempunyai keluarga atau orang-orang yang Anda cintai, dan Anda mempunyai Good Value, PASTIKAN untuk memiliki rekening Asuransi untuk melindungi nilai ekonomis diri Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Ingin berkonsultasi,</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan kirim pertanyaan Anda ke : <strong>wiwitcerdas888@gmail.com</strong> atau Hp :  <strong>0878 3952 8881</strong> atau BB : <strong>27f6f97c</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Sukses Mulia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N,Md</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2012/01/28/asuransi-pilar-dari-perencanaan-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta &#8230; untuk Istri dan Anakku</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/12/11/surat-cinta-untuk-istri-dan-anakku/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/12/11/surat-cinta-untuk-istri-dan-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 07:07:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[polis asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=1003</guid>
		<description><![CDATA[Istri dan Anakku yang tercinta,
Dulu aku melakukan semua tugasku sebagai seorang ayah. Menyediakan makanan, pakaian, tempat tinggal, biaya pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan kebahagiaan kalian. Semua itu karena aku berada di antara kalian dan begitu mencintai kalian. Tidak ada sesuatu pun di dunia yang bisa menukar tempat kalian di  hati Ayah.
Bagitu surat ini sampai ditangan kalian, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Istri dan Anakku yang tercinta</strong>,</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-1004" title="Surat Cinta" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/12/Surat-Cinta-300x198.jpg" alt="Surat Cinta" width="300" height="198" />Dulu aku melakukan semua tugasku sebagai seorang ayah. Menyediakan makanan, pakaian, tempat tinggal, biaya pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan kebahagiaan kalian. Semua itu karena aku berada di antara kalian dan begitu mencintai kalian. Tidak ada sesuatu pun di dunia yang bisa menukar tempat kalian di  hati Ayah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagitu surat ini sampai ditangan kalian, berarti karena sesuatu hal Ayah harus kembali pulang kepada Sang Pencipta. Jangan sedih, teruskan mimpi yang pernah Ayah pompakan kepada kalian. Raih semua yang bisa kalian raih. Karena sepeninggal Ayah, Ayah sudah meninggalkan kepada kalian surat cinta, suatu bukti lagi betapa Ayah mencintai kalian. Surat ini sengaja Ayah selipkan di &#8220;Polis Asuransi&#8221;, itulah Bukti Cinta Ayah.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang tidak bisa menggantikan posisi Ayah, tetapi Polis Asuransi ini akan menggantikan fungsi Ayah dalam membiayai hidup kalian. Jadilah anak yang berguna dan jaga Mama kalian sebaik-baiknya. Dan tetap jaga juga Sholat dan Ibadah lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah surat dan bukti cinta Ayah kepada kalian.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Love</strong></p>
<p style="text-align: right;">Ayah</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;"><em>Disadur dari Buku : &#8220;Agen Asuransi Nggak Kaya, Ngapain Aja..? Karya : Wira Arjuna</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/12/11/surat-cinta-untuk-istri-dan-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asuransi Murni atau Unit Link (Asuransi + Investasi)</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/12/asuransi-murni-atau-unit-link-asuransi-investasi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/12/asuransi-murni-atau-unit-link-asuransi-investasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 10:03:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[unit  link]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=994</guid>
		<description><![CDATA[Sering saya mendapatkan pertanyaan dalam memilih sebuah asuransi. Apakah memilih Asuransi Murni atau Asuransi + Investasi atau dikenal dengan istilah unit link.
Bagi Anda yang masih bertanya-tanya mana yang lebuh bagus, mungkin artikel saya ini bisa memberikan jawabannya :
Mungkin sebagian dari Anda mengatakan kalau Asuransi dipisah itu lebih menguntungkan. Yang menjadi pertanyaan adalah bisakah Anda menemukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-995" title="Wiwit.Edit 2" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/09/Wiwit.Edit-2-201x300.jpg" alt="Wiwit.Edit 2" width="201" height="300" />Sering saya mendapatkan pertanyaan dalam memilih sebuah asuransi.</strong> Apakah memilih Asuransi Murni atau Asuransi + Investasi atau dikenal dengan istilah <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_blank">unit link</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Anda yang masih bertanya-tanya mana yang lebuh bagus, mungkin artikel saya ini bisa memberikan jawabannya :</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin sebagian dari Anda mengatakan kalau Asuransi dipisah itu lebih menguntungkan. Yang menjadi pertanyaan adalah bisakah Anda menemukan asuransi yang terpisah dengan investasi. Coba dicari dulu, apakah benar-benar ada asuransi yang terpisah. Dan pastinya uang yang Anda setorkan akan hangus tidak bersisa di masa yang akan datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah asuransi tersebut berhasil anda temukan, langkah berikutnya  adalah <strong>Apakah anda  siap menyetorkan uang ke perusahaan asuransi sekian juta setiap tahun  dan uang tersebut hangus meskipun anda sehat walafiat dan tidak sakit</strong>. Apakah mau&#8230;? Sekali lagi maukah Uang Anda hangus setiap tahunnya dengan membeli Asuransi Murni..? Sebab asuransi murni seperti ini tidak murah (baca : mahal) Selain itu, anda juga perlu mengambil lagi asuransi kesehatan untuk mengantisipasi penyakit kritis dan biaya pengobatan yang nilainya juga tidak murah. Umumnya asuransi jiwa dan kesehatan itu terpisah, namun ada juga yang digabung.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Apakah Anda bisa disiplin untuk berinvestasi sendiri dan mampu memilih Manajer Investasi yang tepat atau memilih Produk Investasi yang akan Anda gunakan sebagai kendaraan dalam mewujudkan masa depan finansial Anda..?</p>
<p style="text-align: justify;">Bila Anda sudah menentukan tempat investasi dan produknya, lalu baru berjalan 2 tahun Anda mengalami sakit kritis bagaimana dengan Investasi Anda..? Apa masih bisa lanjut..? atau Investasinya berhenti, sehingga tujuan keuangan tidak tercapai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Jadi menurut Anda mana yg terbaik..? Asuransi Murni + Investasi terpisah atau Unit Link. Kalau saya sendiri memilih Unit Link, karena praktis dan efisien. Dan yang pasti dikelola oleh Manager Investasi yang Handal</span></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Penting Anda cermati secara seksama hal diatas, sehingga Anda mengambil  keputusan atau pertimbangan bukan teori di atas kertas saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan berikut contoh investasi di unitlink, silahkan download <a href="http://www.asuransicerdas.com/ilustrasi_asuransi.zip" target="_self">disini</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selamat merencanakan keuangan. Kaya hari ini, super kaya di masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</strong></p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/09/12/asuransi-murni-atau-unit-link-asuransi-investasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asuransi vs Takdir</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/07/24/asuransi-vs-takdir/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/07/24/asuransi-vs-takdir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 04:22:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[finansial]]></category>
		<category><![CDATA[ikut asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[klaim]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=985</guid>
		<description><![CDATA[Obrolan ringan selepas dzuhur di mesjid sebelah kantor….
A: Gak mau ah ikut asuransi. Ikut asuransi itu melanggar takdir tau!
B: Maksudnya melanggar takdir gimana?
A: Ngapain juga asuransi-asuransi segala. Kalau emang udah takdirnya meninggal ya meninggal aja. Jaman dulu juga gak ada asuransi.
B: Lah, emang lu pikir dengan ikut asuransi orang gak jadi meninggal apa. Meninggal sih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-986" title="destiny_life" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/07/destiny_life-300x172.jpg" alt="destiny_life" width="300" height="172" />Obrolan ringan selepas dzuhur di mesjid sebelah kantor….</p>
<p>A: Gak mau ah ikut asuransi. Ikut asuransi itu melanggar takdir tau!</p>
<p>B: <span style="color: #0000ff;">Maksudnya melanggar takdir gimana?</span></p>
<p style="text-align: justify;">A: Ngapain juga asuransi-asuransi segala. Kalau emang udah takdirnya meninggal ya meninggal aja. Jaman dulu juga gak ada asuransi.</p>
<p style="text-align: justify;">B:<span style="color: #0000ff;"> Lah, emang lu pikir dengan ikut asuransi orang gak jadi meninggal apa. Meninggal sih meninggal aja. Asuransi kan bukan buat orang yang meninggal, tapi buat orang yang ditinggal. Biar ada santunan yang gantiin nafkah kalo kita-kita ini meninggal.</span></p>
<p>A: Kalau kita meninggal, kan itu udah takdir. Masalah keluarga kita kaya gimana setelah ditinggal juga udah ada takdirnya.</p>
<p>B: <span style="color: #0000ff;">Hari ini kita udah tahu takdir kemarin. Kalau besok kita belum tahu, makanya Allah suruh kita berusaha, bukan nungguin takdir.</span></p>
<p style="text-align: justify;">A: Tapi kalo kita ikut asuransi, itu sama aja kita bergantung pada manusia. Gak tawakal. Rezeki itu datangnya dari Allah, bukan dari asuransi. Lagian rezeki kan sudah dijamin sama Allah, termasuk rezeki istri &amp; anak-anak kita walaupun kita sudah meninggal.</p>
<p>B: <span style="color: #0000ff;">Bener banget, rezeki datangnya dari Allah dan sudah dijamin. Yuk, kita ngaji aja ampe sore di mesjid, jam 5 baru deh kita pulang.</span></p>
<p>A: Gila lu, gue kan mesti kerja. Masa bolos setengah hari, bisa diomelin bos gue nanti.</p>
<p>B: <span style="color: #0000ff;">Ah, takut amat sih lu sama bos. Emang rezeki lu datangnya dari Allah apa dari si bos?</span></p>
<p>A: (mikir sebentar) Eeee…. Rezeki gue datengnya dari Allah, ….melalui perusahaan gue, …. yang dipimpin oleh bos gue…</p>
<p>B:<span style="color: #0000ff;"> Lu bergantung sama manusia dong?</span></p>
<p style="text-align: justify;">A: Nggak lah. Rezekinya tetap dari Allah, nah gue usahain dengan cara kerja. Kan gak mungkin rezeki turun gitu aja dari langit,</p>
<p>mesti dijemput.</p>
<p style="text-align: justify;">B: <span style="color: #0000ff;">Nah, bukannya asuransi juga sama aja tuh. Usaha untuk mendapatkan rezeki dari Allah melalui kontrak saling sepenanggungan dengan perusahaan asuransi dan sesama peserta asuransi yang lainnya. Gak melanggar takdir kan?</span></p>
<p>Rezekinya jelas dari Allah, kita usahakan dengan cara berasuransi. Karena rezeki gak turun dari langit begitu aja kaaann…?</p>
<p>Sudah jelas bukan, Asuransi adalah salah satu cara bentuk ikhtiar, agar senantiasa <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/11/06/rahasia-dan-keajaiban-asuransi-syariah/" target="_self">kemapanan finansial</a> tetap terjaga.</p>
<p>sumber : <a href="http://ahmadgozali.com/" target="_blank">http://ahmadgozali.com/</a></p>
<p>Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p>081 2277 1607 , mail : wiwitcerdas888@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/07/24/asuransi-vs-takdir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaya dengan Berasuransi</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/06/12/kaya-dengan-berasuransi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/06/12/kaya-dengan-berasuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 22:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Perencana Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan finansial]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=980</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar orang bekerja seumur hidup tanpa melakukan perencanaan keuangan untuk hari tua, dan di hari tua mereka tidak memiliki apa-apa. Sebagian menabung, tapi karena bunga bank sangat kecil, dan uang yang masuk di bank akan tergerus oleh inflasi. Dan hanya sebagian kecil saja orang yang berusaha mencapai kebebasan finansial dengan melakukan investasi dan berasuransi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-982" title="Sukses Finansial" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/06/Sukses-Finansial.jpg" alt="Sukses Finansial" width="300" height="198" /><strong>Sebagian besar orang bekerja seumur hidup tanpa melakukan perencanaan keuangan untuk hari tua, dan di hari tua mereka tidak memiliki apa-apa</strong>. Sebagian menabung, tapi karena bunga bank sangat kecil, dan uang yang masuk di bank akan tergerus oleh inflasi. Dan hanya sebagian kecil saja orang yang berusaha mencapai kebebasan finansial dengan melakukan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/" target="_self">investasi dan berasuransi </a>semenjak dini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini bukan hanya sekedar mimpi dan bukan harapan belaka. Kalau Anda sudah berpikir-pikir soal investasi dan asuransi, itu pertanda bahwa Anda tak ingin kekurangan sesuatu apapun di masa mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasalnya, masih banyak orang yang bangga atas kekayaanya hari ini saja, sementara untuk masa depanya ia hanya berharap semata-mata dari pendapatan bulan depan. Bagaimana mereka bisa berkipas-kipas menikmati masa depan tanpa stres?</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, masih banyak orang berfikir tentang bagaimana bisa bekerja selama mungkin untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Dalam benak mereka masih terpikir tentang masa pensiun yang tenang dan mapan penuh jaminan adalah tabungan hasil kerja sekian puluh tahun dan uang pensiun dari perusahaan tempat bekerja mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah Anda juga demikian..? masih mengharapkan kebaikan hati perusahaan tempat Anda bekerja, untuk memberikan jaminan pensiun yang memadai..?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya rasa Anda orang yang cukup realistis, Jadi lebih baik Anda merencanakan masa depan Anda dengan berinvestasi dan berasuransi. Karena dengan berinvestasi dan berasuransi merupakan cara yang tepat untuk mencapai harapan Tua Kaya Raya dan Sejahtera.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, semua keputusan ada di tangan Anda. Prinsipnya sederhana saja “<a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/08/perencanaan-cerdas-menuju-kesejahteraan-finansial/" target="_self">Tua Kaya Raya dan Sejahtera</a>” akan tercipta berkat satu langkah yang tidak bisa diabaikan, dan yang perlu Anda lakukan sekarang, saat ini juga adalah Investasi dan Berasuransi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607 , email : wiwitcerdas888@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/06/12/kaya-dengan-berasuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Berani untuk Berasuransi dan Berinvestasi</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 03:28:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[biaya pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian kerja]]></category>
		<category><![CDATA[masa pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[masa tua]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pns]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=971</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seorang sahabat saya yang masih bekerja sebagai seorang PNS, sahabat saya merasa semua kebutuhan hidup sudah terpenuhi. Fasilitas yang diberikan sangat lengkap dan memberikan kenyamanan luar biasa. Dari jaminan kesehatan (walau hanya sekedar ASKES) untuk keluarga sampai seumur hidup, kepastian pekerjaan yang tetap, hingga dana pensiun. Rasanya tidak diperlukan hal lain, yang penting fokus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-973" title="Wiwit" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/05/Wiwit.jpg" alt="Wiwit" width="124" height="137" /><strong>Ketika seorang sahabat saya yang masih bekerja sebagai seorang PNS, sahabat saya merasa semua kebutuhan hidup sudah terpenuhi</strong>. Fasilitas yang diberikan sangat lengkap dan memberikan kenyamanan luar biasa. Dari jaminan kesehatan (walau hanya sekedar ASKES) untuk keluarga sampai seumur hidup, kepastian pekerjaan yang tetap, hingga <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_self">dana pensiun</a>. Rasanya tidak diperlukan hal lain, yang penting fokus saja pada pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi, sahabat saya tersebut mulai merasakan hal-hal yang tidak wajar, karena seringnya bertemu dengan pegawai yang sudah pensiun. Banyak hal yang mereka ceritakan, termasuk kurangnya dana pensiun yang mereka terima. Waktu itu sahabat saya menganggapnya masih wajar, sebab semua orang kalau ditanya selalu tidak pernah merasa cukup dan merasa puas dengan apa yang mereka miliki. Ketika suatu hari, salah seorang pegawai  meninggal muda, mulailah mata sahabat saya terbuka. Istrinya hanya menerima dana pensiun yang kecil sekali dari Negara, pastinya tidak cukup untuk menghidupi dirinya dan dua anaknya yang masih sekolah. Barulah saya mulai berhitung, berapa sebenarnya dana pensiun yang akan saya terima? Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga?</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak puas dengan angka yang muncul, sahabat sayapun tersadarkan. Selama ini, kita merasa puas dengan kondisi kantor  / tempat kita bekerja akan memberikan dana pensiun hingga kita meninggal. Namun, cukup atau tidaknya untuk hidup nanti, tidak pernah ada yang membahasnya. Sampai akhirnya, para pensiunan tersebut menyadari bahwa mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya bisa memohon untuk menaikkan dana pensiun mereka. Sangat tidak menyenangkan, bukan? Sementara, di masa pensiun kita ingin hidup nyaman, menikmati hasil kerja keras selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat saya kemudian mulai berhitung. Kalau pensiun, gaya hidup saya mau seperti apa? Berapa sebenarnya uang pensiun yang saya dapat dari kantor? Fasilitas apa saja yang masih saya terima setelah pensiun dan apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan nanti? Semakin bertanya, semakin banyak angka yang muncul dan semakin menakutkan melihat jumlah uang yang saya harus tabung dari sekarang untuk menutupi kekurangannya. Sahabat saya baru sadar bahwa dana dan fasilitas pensiun tidak cukup memenuhi kebutuhan masa tua nanti. Menabung saja pun tidak cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak itulah, Sahabat saya mulai berani untuk mengambil risiko dan memilih berinvestasi, misalnya direksadana dan asuransi. Mengapa harus demikian? Coba lihat iluistrasi di bawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau saat ini umur kita 30 tahun dan ingin pensiun di usia 55, dengan biaya hidup Rp 5 juta perbulan (saat ini), maka angka tersebut nantinya akan meningkat jadi Rp 12,5  juta. Untuk mencukupi hidup selama pensiun, total dibutuhkan biaya sebesar Rp 1,8 miliar (dengan asumsi inflasi 6 % per tahun). Betapa banyaknya uang yang dibutuhkan, bukan? Coba cek dan bandingkan berapa yang Anda terima dari kantor saat Anda pensiun. Kalau hanya menabung, maka kita harus menyisihkan uang dari sekarang sampai usia 55 tahun sebesar Rp 6 sd 7  juta per bulan. Tapi, <span style="color: #0000ff;"><strong>jika berinvestasi dan berasuransi kita hanya membutuhkan Rp 1 juta per bulan saja</strong></span>, itu pun sudah termasuk Fasilitas Perlindungan Income keluarga, manfaat rawat inap dan kecelakaan serta manfaat perlindungan sakit kritis.</p>
<p style="text-align: justify;">Jalan manakah yang akan Anda ambil? Beranikah Anda untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/12/27/kiat-sejahtera-dan-berkelimpahan-di-masa-pensiun/" target="_self">berinvetasi dan berinvestasi</a>? Saya sendiri dan sahabat saya memilih untuk tidak takut berinvestasi dan mengambil risiko akan naik turunnya nilai investasi tersebut. Menabung saja tidak cukup dan saya tidak mau susah, saat pensiun. Masa tua adalah untuk dinikmati, bukannya memelas kesana-sini kepada anak, keluarga, atau tempat kerja sebelumnya, agar biaya hidup terpenuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari Berani untuk Berinvestasi dan Berasuransi</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Artikel diatas diambil dan disadur dari  <a href="http://www.tatadana.com/" target="_self">www.tatadana.com</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/29/memilih-berani-untuk-berasuransi-dan-berinvestasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan Keuangan Hari Tua</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/22/persiapan-keuangan-hari-tua/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/22/persiapan-keuangan-hari-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 02:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[investasi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun syariah]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=966</guid>
		<description><![CDATA[Usia yang menua merupakan suatu keniscayaan bagi manusia. Manusia dilahirkan dalam keadaan lemah dan tak berdaya, berangsur-angsur kuat, mencapai puncak kesehatan dan kekuatan fisik, dan kemudian dengan seiring bertambahnya usia berangsur-angsur menjadi menua dan melemah kembali. Dengan makin baiknya kesehatan dan gizi yang didapatkan, maka usia harapan hidup akan semakin tinggi. Dengan adanya kenyataan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-969" title="Merencanakan Dana Hari Tua" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/05/Merencanakan-Dana-Hari-Tua-300x222.jpg" alt="Merencanakan Dana Hari Tua" width="300" height="222" />Usia yang menua merupakan suatu keniscayaan bagi manusia</strong>. Manusia dilahirkan dalam keadaan lemah dan tak berdaya, berangsur-angsur kuat, mencapai puncak kesehatan dan kekuatan fisik, dan kemudian dengan seiring bertambahnya usia berangsur-angsur menjadi menua dan melemah kembali. Dengan makin baiknya kesehatan dan gizi yang didapatkan, maka usia harapan hidup akan semakin tinggi. Dengan adanya kenyataan ini maka <a href="http://www.asuransicerdas.com/2009/09/30/menghitung-dana-pensiun-secara-cerdas/" target="_blank">merencanakan dan mempersiapkan hari tua atau masa pensiuan</a> menjadi sangat penting.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada kutipan doa dari doa meminta rezeki yang berkah dan menarik untuk disimak : &#8221; Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketikam tuaku dan ketika lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezeki Mu yang halal dari pada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia Mu dari yang lainnya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Merencanakan keuangan dihari tua merupakan bentuk ikhtiar yang perlu kita lakukan demi untuk menjemput keberkahan dan rezeki yang Allah SWT telah persiapkan untuk kita. Oleh karena itu, diperlukan persiapan untuk menyambut hari tua yang berkualitas dan merupakan saat-saat yang sama membahagiakannya pada saat masih muda. Dan mempersiapkan masa tua merupakan suatu proses yang tidak bisa instant. Harus dilakukan sedini mungkin.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Mempersiapkan dana untuk masa pensiun adalah prioritas terpenting dalam perencanaan keuangan setiap orang</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih banyak orang tidak mempersiapkan hal ini dengan berbagai alasan, entah karena belum terpikirkan atau tidak tahu bagaimana cara melakukannya atau bisa juga karena masa pensiun masih jauh banget, jadi buat apa mempersiapkan pensiun sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya tidak akan ada kata cukup untuk uang. Kita mesti mempunyai pemahaman untuk menjalani gaya hidup sesuai dengan kemampuan keuangan kita, di kelas ekonomi manapun. Terlebih lagi bagi mereka yang bekerja sebagai seorang profesional atau self employment, seperti : dokter, notaris, psikolog, pengacara, atau bisnis yang hanya bisa jalan kalau ada keberadaan empunya harus lebih ekstra dalam mempersiapkan dana pensiunnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya telah melihat cukup banyak orang berpenghasilan rendah yang ternyata mampu berstrategi dan berdisiplin mempersiapkan dana hari tuanya sehingga menjadi relatif sejahtera pada masa pensiunnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu tidak sedikit pula orang yang berpenghasilan besar pada masa produktif nya namun sangat kesulitan keuangan ketika mencapai usia pasca produktif.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang paling ideal yaitu bilamana kondisi keuangan telah siap untuk menghadapi pensiun, namun usia dan fisik masih produktif. Benar-benar nikmat. Anda pun pasti bisa pula seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, persiapkan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/05/12/tua-kaya-raya-atau-sengsara-mana-pilihan-anda/" target="_self">Dana Pensiun</a> Anda sekarang juga.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt. N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/05/22/persiapan-keuangan-hari-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Konsep Harta yang Layak Anda Ketahui agar Berkah</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/04/17/3-konsep-harta-yang-layak-anda-ketahui-agar-berkah/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/04/17/3-konsep-harta-yang-layak-anda-ketahui-agar-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 08:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Dana Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[barokah]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[infaq]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[masa pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan harta]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa gaji]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=959</guid>
		<description><![CDATA[Harta yang berlimpah itulah salah satu harapan kita. Namun yang lebih penting  adalah berlimpah dan penuh dengan keberkahan harta yang kita peroleh. Untuk itu, Ada tiga konsep dasar yang perlu kita semua ketahui dalam masalah keuangan ditinjau dalam kerangka Islam. Ketiga hal inilah sebagai pondasi untuk menjaga keberkahan harta kita.
 1. Harta adalah titipan, bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-963" title="Agar harta berkah" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/04/Agar-harta-berkah-300x196.jpg" alt="Agar harta berkah" width="300" height="196" /><strong>Harta yang berlimpah itulah salah satu harapan kita. Namun yang lebih penting  adalah berlimpah dan penuh dengan keberkahan harta yang kita peroleh</strong>. Untuk itu, Ada tiga konsep dasar yang perlu kita semua ketahui dalam masalah keuangan ditinjau dalam kerangka Islam. Ketiga hal inilah sebagai pondasi untuk menjaga keberkahan harta kita.</p>
<p><strong> 1. Harta adalah titipan, bukan milik kita.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Uang, harta dan kekayaan bukanlah milik kita. Karena tidak ada se-senpun yang akan kita bawa ketika kita harus pergi meninggalkan dunia ini untuk menghadap Ilahi Rabbi. Harta sekaligus sebagai amanah yang harus dijaga pemanfaatannya agar mendatangkan kebaikan di dunia dan sekaligus keselamatan dan kebahagiaan di akhirat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ada kabar baik bagi Anda pecinta harta, bahwa Harta yg Anda miliki sekarang, ternyata bisa Anda bawa sampai mati. Caranya : Nafkahkan dijalannya, melalui Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">Sedekah bisa disebut juga sebagai Jamu Manjur 4 in 1 </span></strong>, karena jamu ini berfungsi sebagai jamu tolak bala, jamu galian rezeki, jamu enteng jodoh dan jamu sehat perkasa. Jadi mulai sekarang jangan sungkan-sungkan untuk sedekah, baik diam-diam atau terang-terangan. Jangan sampai terang-terangan tidak bersedekah.</p>
<p><strong>2. Perolehan, pengelolaan dan penggunaan harta harus sesuai dengan syariah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di suatu masa nanti tidak akan ditanya &#8220;seberapa besar harta yang engkau peroleh&#8221;, Namun pertanggungjawaban seseorang atas harta yang pernah &#8220;dimiliki&#8221; akan dilihat dari dua sudut : <strong>darimana </strong>/ <strong>bagaimana </strong>ia mendapatkannya dan <strong>kemana </strong>/ <strong>bagaimana </strong>ia mempergunakannya. Oleh karena itu cara kita mendapatkan dan mengelolanya pun perlu memperhatikan prinsip-prinsip syariah, agar kita sanggup melakukan pertanggungjawaban kelak di akhirat atas harta yang dititipkan tersebut.</p>
<p><strong>3. Menata dan merencanakan keuangan secara menyeluruh</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih ingatkan kisah Nabi Yusuf as. Belajar dari Nabi Yusuf as, kita tidak boleh diam saja dan membiarkan  segala terjadi begitu saja. Perlu rencana dan strategi yang matang untuk menghadapi  masa sulit. Itulah esensi dari <span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/04/18/mau-saya-beri-rp-1-juta-setiap-bulan-untuk-anda/" target="_self">perencanaan keuangan</a></span> secara menyeluruh.</p>
<p style="text-align: justify;">Memanfaatkan masa  sejahtera (baca : produktif) untuk menghadapi masa sulit. Begitulah dalam kehidupan kita, terkadang masa subur datang, tidak jarang pula masa sulit menerpa. Masalahnya adalah, sudahkah kita mempersiapkan masa depan baik. Memang betul kita tidak dapat meramal apa yang akan terjadi di masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun dengan mudah kita bisa memprediksi, bahwa 6 tahun setelah anak kita lahir ia sudah akan butuh biaya untuk masuk SD, 6 tahun kemudian ia akan masuk SMP, 3 tahun kemudian akan masuk SMA, dan 3 tahun selanjutnya ia masuk Perguruan Tinggi. Dengan mudah pula kita bisa memprediksi bahwa pada usia 55 tahun nanti, perusahaan sudah tidak akan mau memperkerjakan kita lagi, alias kita harus pensiun, tanpa pekerjaan, tanpa gaji.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya, masa sulit sudah bisa prediksi kapan akan terjadi. Setidaknya kita bisa tahu bahwa di masa depan nanti kita butuh sumber finansial yang cukup besar seperti untuk <span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/03/28/asuransi-untuk-pendidikan-anak/" target="_self">pendidikan anak</a></span>, untuk <span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/09/19/rencanakan-kesejahteraan-masa-pensiun-anda-dari-sekarang/" target="_self">dana pensiun</a></span> atau adanya resiko yang terjadi pada sang pencari nafkah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</p>
<p style="text-align: justify;">081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/04/17/3-konsep-harta-yang-layak-anda-ketahui-agar-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa sih Harus Mempunyai Asuransi ..?</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/02/27/kenapa-sih-harus-mempunyai-asuransi/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/02/27/kenapa-sih-harus-mempunyai-asuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 01:27:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[biaya kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[dana hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah haji]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan finansial]]></category>
		<category><![CDATA[krisis finansial]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=927</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah anda, seberapa besarpun pendapatan Anda maka pengeluaran Anda besarnya akan mengikuti pendapatan. Namun, ketika Anda mampu mengelola pendapatan dengan baik, maka Anda akan memiliki tabungan yang lumayan besar.
Dan tentunya Anda sebagai pribadi yang bijak sudah mulai mempersiapkan masa depan Anda dan keluarga, diantaranya :
1. Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak.
2. Mempersiapkan Biaya Kesehatan keluarga.
3. Mempersiapkan Dana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-932" title="Wiwit" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/02/Wiwit.jpg" alt="Wiwit" width="124" height="137" />Tahukah anda, seberapa besarpun pendapatan Anda maka pengeluaran Anda besarnya akan mengikuti pendapatan</strong>. Namun, ketika Anda mampu mengelola pendapatan dengan baik, maka Anda akan memiliki tabungan yang lumayan besar.</p>
<p>Dan tentunya Anda sebagai pribadi yang bijak sudah mulai mempersiapkan masa depan Anda dan keluarga, diantaranya :</p>
<p>1. Mempersiapkan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/03/28/asuransi-untuk-pendidikan-anak/" target="_self">Dana Pendidikan Anak</a>.</p>
<p>2. Mempersiapkan Biaya Kesehatan keluarga.</p>
<p>3. Mempersiapkan <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/02/14/mengelola-keuangan-dengan-asuransi-ala-orang-kaya/" target="_self">Dana Hari Tua atau Pensiun</a>.</p>
<p>4. Menjamin kehidupan untuk keluarga jika kita meninggal.</p>
<p>5. Mempersiapan Dana Ibadah Haji.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya  yakin diantara Anda mungkin saat ini sudah menabung untuk mempersiapkan  biaya-biaya untuk keperluan diatas. Pertanyaannya, apakah tabungan Anda  menjamin itu semua.</p>
<p>Apakan Anda pernah berfikir yang akan terjadi ketika sebelum semua  dana tabungan terkumpul ada resiko kehidupan yang menimpa Anda, seperti  sakit, kecelakaan bahkan kematian.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Apakah anda masih dapat memenuhi itu semua jika resiko tersebut menimpa diri Anda ..?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Karena  itulah, maka Anda harus memiliki rekening Asuransi, untuk memastikan  semua rencana Anda bisa terwujud.  Seseorang yang telah memahami dan  merencanakan keuangan pribadinya dengan baik, melalui Asuransi akan  lebih mudah mewujudkan impiannya.</p>
<p><strong>Jika Anda memiliki Rekening Asuransi, maka keuntungan yang akan dapatkan antara lain</strong>:</p>
<p>1. Krisis finansial Anda dan keluarga akan terhindarkan</p>
<p>2. Anda telah bertanggung jawab atas masa depan anda sendiri dan orang-orang yang Anda cintai.</p>
<p>3. Ketidakpastian hidup pada hari tua dapat dihilangkan</p>
<p>4. Memungkinkan Anda untuk pensiun dengan kebebasan finansial yang memadai</p>
<p>5. Anda akan memiliki keluarga yang bahagia dan sejahtera</p>
<p>6. Anggota keluarga Anda akan belajar untuk menggunakan uang secara bijak.</p>
<p style="text-align: justify;">7. <span><span>Kelebihan  dari  mengikuti program asuransi apabila terjadi claim maka dibebaskan  dari   Pajak, dan tepat sasaran sesuai dgn penerima manfaatnya.</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #0000ff;"><span class="status-body"><span class="entry-content">Miliki asuransi sekarang juga. Jangan tunda, esok mungkin sudah terlambat</span></span></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;"></span><span class="status-body"><span class="entry-content">Salam Cerdas.</span></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span class="status-body"><span class="entry-content">Wiwit Prayitno, S.Pt., N.Md</span></span></p>
<p>Hp    : 081 2277 1607</p>
<p>mail : wiwit.prayitno@prudential-agent.co.id  &amp; wiwitcerdas888@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/02/27/kenapa-sih-harus-mempunyai-asuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alasan Mengapa Asuransi itu Tidak Penting</title>
		<link>http://www.asuransicerdas.com/2011/01/10/alasan-mengapa-asuransi-itu-tidak-penting/</link>
		<comments>http://www.asuransicerdas.com/2011/01/10/alasan-mengapa-asuransi-itu-tidak-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 01:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asset]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[biaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[biaya pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dana pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[hari tua]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[klaim]]></category>
		<category><![CDATA[makmur]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[pentingnya asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[proteksi]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asuransicerdas.com/?p=911</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang yang ragu-ragu untuk memiliki asuransi. Salah satunya mungkin Anda, yang sedang membaca artkel ini. Alasannya pun bermacam-macam mulai dari nggak percaya bisa di-claim, takut uang hilang, ribet urus claim, ngerasa belum butuh, nggak peduli dan masih banyak alasan lainnya. Padahal alasan itu tidaklah benar. Pada kenyataannya klaimnya mudah, tidak ribet dan prosedurnya cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-916" title="Asuransi" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/01/Asuransi.jpg" alt="Asuransi" width="300" height="195" />Banyak orang yang ragu-ragu untuk memiliki asuransi</strong>. Salah satunya mungkin Anda, yang sedang membaca artkel ini. Alasannya pun bermacam-macam mulai dari nggak percaya bisa di-claim, takut uang hilang, ribet urus claim, ngerasa belum butuh, nggak peduli dan masih banyak alasan lainnya. Padahal alasan itu tidaklah benar. Pada kenyataannya <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/11/14/klaim-asuransi-permasalahan-dan-solusinya/" target="_self">klaimnya mudah, tidak ribet dan prosedurnya cukup simple</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, pertanyaannya sekarang apakah Asuransi itu penting..? apakah Anda membutuhkan Asuransi&#8230;? Kalau Anda merasa punya tanggungan, punya utang, dan ngga punya cukup uang atau asset, maka jawabannya:  Asuransi itu PENTING dan Anda memBUTUHkan Asuransi, Mengapa &#8230;?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketika kita mempunyai tanggungan</strong>, seperti istri, anak, orang tua, adik atau siapa pun yang secara financial tergantung dengan kita, maka kita harus memastikan bahwa kalo sesuatu yang buruk menimpa kita maka orang-orang yang kita tinggalkan TIDAK akan kesusahan untuk meneryuskan kehidupannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Contohnya : misalkan Anda adalah seorang kepala keluarga, Anda  pencari nafkah utama dan istri tidak bekerja, dan sudah dikaruniai seorang anak yang masih kecil, dan untuk biaya pendidikannya nanti anda sudah menabung di bank secara disiplin setiap bulannya. Tiba-tiba  dan tidak disangka Anda menderita sakit kritis dan akhirnya harus berhenti kerja, atau parahnya lagi Anda meninggal dunia. Apa yang akan terjadi pada buah hati Anda? Jelas masa depannya terganggu karena pendidikannya sekarang menjadi ngga terjamin lagi.  Siapa yang akan menabung di Bank untuk <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/03/28/asuransi-untuk-pendidikan-anak/" target="_self">mempersiapkan pendidikannya</a>..?. Itu baru dalam pendidikan, belum lagi dalam biaya hidup keluarga yang sekarang harus tergantung pada istri saja. Apa yang terjadi pada istri Anda?  padahal istri Anda tidak bekerja. Terpaksa harus bekerja dan bekerjanya lebih keras lagi karena punya tanggungan, baik untuk mempersiapkan pendidikan anak maupun untuk memebuhi kebutuhan sehari-hari..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketika mempunyai hutang</strong>, misalkan hutang mobil atau rumah atau bahkan hutang untuk usaha Anda, sebaiknya kita harus mempunyai. Maaf kata kalau harus pindah dunia (baca : meninggal), lantas siapa dong yang harus bayar hutang? Kalau sudah nikah nanti istri yang dikejar <em>debt collector</em>, kalo masih single maka orang tua kita yang dikejar-kejar, bahkan diteror. Kasian kan pasangan dan orang tua Anda&#8230;?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketika</strong><strong> TIDAK punya cukup uang atau asset</strong> untuk mengatasi risiko-risiko yang mungkin terjadi. Karena buat apa asuransi kalo kita udah punya uang or asset yang melimpah? Kalo kenapa-kenapa ama kita, toh keluarga masih bisa tetap hidup dengan semua warisan kita. Nah, bagi Anda yang uang dan assetnya belum cukup, segera ambil deh Asuransi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagi saya pribadi, sebagai Seorang suami dan mempunyai buah hati, asuransi menjadi hal yang sangat penting buat saya. Kenapa?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Karena saya tidak mau kalau sesuatu terjadi pada diri saya, istri saya menjadi repot, harus bekerja lebih keras lagi dan tidak bisa menikmati kehidupannya seperti sekarang ini. Dan pastinya agar gaya hidupnya tidak menurun, tetap bisa memanjakan dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Karena saya tidak mau rencana pendidikan anak  jadi brantakan dan akhirnya dia cuma bisa dapet pendidikan pas-pasan dengan alasan keterbatasan ekonomi. <img class="alignright size-medium wp-image-917" title="Keluarga bahagia" src="http://www.asuransicerdas.com/wp-content/uploads/2011/01/Keluarga-bahagia-300x213.jpg" alt="Keluarga bahagia" width="300" height="213" /></p>
<p>3.  Karena saya ingin dimasa tua saya dan istri bisa semakin <a href="http://www.asuransicerdas.com/2010/02/14/mengelola-keuangan-dengan-asuransi-ala-orang-kaya/" target="_self">KAYA dan SEJAHTERA</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Karena saya belum punya cukup uang dan asset yang bisa menghasilkan <em>Pasif Income</em> yang bisa digunakan oleh istri dan anak  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun untuk kebutuhan yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">So, jangan pernah memandang remeh masalah asuransi ini. Jadi Anda yang sedang membangun keluarga yang Harmonis, Kaya, Bahagia dan Sejahtera wajib hukumnya memiliki rekening Asuransi.</p>
<p>Selamat merencanakan kesejahteraan dan kemakmuran Anda dan Keluarga</p>
<p><strong>Salam Cerdas</strong></p>
<p>Wiwit Prayitno, S.Pt , N.Md</p>
<p>081 2277 1607</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asuransicerdas.com/2011/01/10/alasan-mengapa-asuransi-itu-tidak-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

