Thursday, February 9, 2012

Anda Seorang Profesional??? Lindungi Income Anda

December 13, 2009 by wiwit · 5 Comments 

dokterIndah dan nyaman sekali rasanya punya penghasilan yang besar, seperti Anda. Bekerja sebagai Dokter, Engineer, Apoteker, Pengacara, Pelaut, atau Artis dan Profesi lainnya yang mempunyai Penghasilan yang besar dengan fasilitas yang Mewah dan tunjangan yang layak, merupakan dambaan setiap orang untuk bekerja dan mendambakan profesi tersebut.

Tapi, tahukah Anda, ketika Anda tidak dapat bekerja lagi..? Mungkin disebabkan karena sudah pensiun, kontrak kerja yang sudah habis, atau karena memang kondisi yang mengharuskan Anda tidak bisa bekerja lagi, seperti karena sakit kritis, cacat tetap. Kalau hal itu terjadi pada Anda, Bagaimana dengan Istri dan Buah hati Anda..? Yang seharusnya setiap bulannya bisa menikmati kehidupan yang begitu indah ini dengan adanya kecukupan financial (baca : Uang) untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, seperti membeli susu, bayar listrik, bayar cicilan rumah atau dana untuk biaya sekolah.

Karena itulah, selayaknya Anda memiliki suatu rekening (baca : asuransi) yang mampu melindungi nilai ekonomis Anda, yang berarti juga memberikan kepastian & jaminan ketersediaan dana untuk orang-orang yang Anda cintai, baik istri atau buah hati Anda yang sangat lucu.

Anda bisa memiliki rekening ini mulai dari Rp 33 ribuan perhari atau senilai dengan Rp 1 juta setiap bulannya. Ternyata dengan uang Rp. 33 ribuan per hari yang anda kumpulkan bisa membuat hidup Anda di masa pensiun sejahtera dan hidup keluarga anda terjamin, karena dengan memiliki rekening ini (baca : asuransi), berarti anda telah menyelamatkan Istri & Anak anda dari keterpurukan apabila resiko paling buruk terjadi pada anda.

Asuransi diciptakan untuk menyelamatkan mereka yang kemungkinan besar akan terpuruk kondisi finansialnya ketika pencari nafkah, atau tulang punggung dalam keluarga mendapatkan suatu resiko (sakit, cacat tetap total atau meninggal).

Meski sebagian besar orang tahu bahwa ia harus mengurangi risiko kehidupan itu, namun belum banyak orang yang bersedia berpikir ke arah sana. Atau kalaupun bersedia, belum tahu bagaimana caranya dan dengan apa. Di situlah peran utama asuransi. Filosofi asuransi adalah memberikan dukungan (finansial) tatkala seseorang atau lembaga mengalami kehilangan (barang, jasa, kesempatan, hingga nyawa) atau kerugian.Pengacara

Sebuah contoh dalam sebuah keluarga bahagia, Seorang Ayah, berpenghasilan Rp. 8 juta per bulan, sementara sang Istri tidak bekerja yang sibuk mengurus buah hatinya. Sang Ayah memberikan penghasilannya tersebut kepada sang istri untuk mengelola keuangan keluarga mereka & untuk kehidupan sehari-hari. Jika kita hitung penghasilan ayah yang Rp. 8 juta per bulan maka dalam Setahun si Ayah memiliki penghasilan Rp. 96 juta per tahun atau dengan kata lain Sang Ayah memiliki nilai ekonomis Rp 96 juta per tahun.

Apabila dalam keluarga tersebut sang Ayah tidak memiliki Asuransi, apa yang akan terjadi jika Sang Ayah sakit kritis, cacat tetap total atau bahkan di Panggil Tuhan, sementara istri tidak bekerja ? Hal ini berarti  istri harus kehilangan Rp. 8 juta per bulan. Mau tidak Mau Isri harus mengambil tabungan sebagai penyambung hidup.

Namun bagaimana Jika tabungan tersebut habis? Atau Bagaimana jika ternyata mereka tidak memiliki tabungan? Haruskah kita rela melihat anak-anak kita harus putus sekolah? Haruskah kita rela bila si Istri harus membanting tulang untuk dapat tetap melanjutkan hidup & berjuang demi anak-anaknya seorang diri?

Tapi lain halnya jika si Ayah memiliki sebuah Polis Asuransi, Maka apabila Sang Ayah mengalami resiko seperti sakit kritis atau bahkan harus di Panggil Tuhan, si istri tidaklah perlu khawatir akan masa depan dia & Anak-anaknya, karena Polis Asuransi dapat menggantikan Nilai Ekonomis sang Ayah.

Jadi jelaslah bahwa Asuransi  bukan menggantikan Jiwa sang Ayah, karena tidak ada satu pun yang mampu menggantikan jiwa seseorang, tapi Asuransi bisa menggantikan Nilai Ekonomis keluarga tersebut.

kapal-pesiarTerbiasakanlah untuk menyisihkan uang anda, awalnya memang akan sangat sulit melakukan ini, tapi jika dibiasakan tentu akan menjadi mudah dan Anda pasti bisa jika anda peduli terhadap keluarga anda. Jika hal ini rutin anda lakukan tiap bulan, maka saat anda sudah tak mampu bekerja lagi, tabungan investasi anda mungkin sudah mampu membiayai kehidupan anda. Sederhana bukan..?

Jadi apakah anda masih sulit untuk menyisihkan uang anda demi keluarga anda? So apapun profesi Anda, milikilah asuransi untuk memberikan JAMINAN keuangan pada anak, istri dan orang-orang yang Anda cintai.

Salam Cerdas

Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md

Comments

5 Responses to “Anda Seorang Profesional??? Lindungi Income Anda”
  1. Itu dia masalahnya.. bagaimana jika penghasilan suami hanya 1,5jt perbulan???

  2. wiwit says:

    Dear Bu Henny, makasih atas commentnya. Dengan penghasilan 1,5 juta tetap bisa berasuransi Bu Heny. Dan tentunya ada beberapa hal yg juga bisa dilakukan dengan berbagai pilihan, yaitu : 1) Menghemat 2) Meningkatkan Penghasilan 3) Meniungkatkan penghasilan dan berhemat. Pilihan ke 3 merupakan pilihan yang paling ideal. Dengan memiliki penghasilan yang lebih besar tentunya lebih mudah untuk memberikan kebahagiaan pada keluarga dan orang-orang disekitar kita, misal dengan berzakat dan sedeqah.

    Salam Hormat.

  3. hem…wah ..ini dia info yang sangat bermanfaat agar bisa mengontol Income

  4. Asuransi memang juga bisa dilakukan untuk antisipasi suatu kejadian di masa depan yang tidak di inginkan seperti hal yang disebutkan diatas. Banyak orang yang memang kurang bergitu tertarik dan ada juga orang yang sangat memperhatikan hal ini. Tetapi biasanya mereka lebih melihat dari besar kecilnya resiko pekerjaan seperti sakit kritis atau bahkan harus di Panggil Tuhan dan itu berdampak pada kehidupan keluarganya, yang membuat mereka perlu tidaknya memiliki asuransi. Terlepas dari banyaknya macam macam asuransi yang ada di indonesia.

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. Anda Seorang Profesional??? Lindungi Income Anda …

    Tahukah Anda, ketika Anda tidak dapat bekerja lagi..? Mungkin disebabkan karena sudah pensiun, kontrak kerja yang sudah habis, atau karena memang kondisi yang mengharuskan Anda tidak bisa bekerja lagi, seperti karena sakit kritis, cacat tetap. Kalau ha…



Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!