Thursday, March 11, 2010

Asuransi Pendidikan Semakin Variatif

November 24, 2009 by wiwit · 8 Comments 

DSC01797ASURANSI pendidikan merupakan salah satu jenis asuransi jiwa yang mengandung unsur investasi, yakni pada tahapan-tahapan pendidikan anak, maka ada sejumlah nilai tunai yang bisa diambil untuk membayar biaya pendidikan anak. Karena itu, biasanya nilai tunai pada asuransi pendidikan hanya bisa diambil pada saat tahapan pendidikan anak jatuh tempo. Misalnya saat akan membayar uang pangkal masuk sekolah SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.

Namun, perkembangan selanjutnya produk asuransi pendidikan menjadi lebih variatif. Nilai tunai tidak hanya bisa diambil pada saat tahapan pendidikan saja, tetapi juga pada waktu lain. Hal ini memang dimungkinkan hanya jika nilai tunainya sudah muncul. Karena itu jika kembali ke konsep awal, nilai tunai memang bisa diambil jika memang sudah ada bagian dari premi asuransi yang diinvestasikan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Steven Juwono menjelaskan, asuransi pendidikan merupakan sebuah produk asuransi. Sejak dua hingga tiga tahun belakangan produk ini cukup populer di tengah masyarakat. Hal itu seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat atas pendidikan.

Pada saat ini setidaknya ada tiga hal utama yang menyebabkan masyarakat menjadikan asuransi sebagai instrumen investasi, yakni kesehatan, pendidikan, dan pensiun. Alasan kesehatan masih menjadi hal utama bagi masyarakat yang hendak berasuransi. Namun, pada masa mendatang tidak menutup kemungkinan alasan pendidikan menjadi hal utama bagi masyarakat untuk memegang polis asuransi.

Selain itu, perusahaan asuransi yang memiliki produk asuransi pendidikan, juga semakin bersemangat mempromosikan produk-produknya. Tampaknya, perusahaan asuransi melihat peluang untuk “menjual” produk asuransi pendidikan semakin besar. “Khususnya di kalangan masyarakat menengah,” katanya.

Dia menjelaskan, masyarakat menengah menjadi pasar potensial. Sebab, masyarakat menengah semakin menyadari pentingnya arti pendidikan bagi anak-anak. Di sisi lain, mereka juga menyadari akan semakin beratnya biaya pendidikan pada masa mendatang. Karena itulah, asuransi pendidikan menjadi alternatif bagi masyarakat menengah untuk membiayai pendidikan anak-anaknya pada masa depan.

Pengamat asuransi Herris B Simandjuntak menjelaskan, perkembangan asuransi pendidikan tentunya akan sesuai dengan perkembangan pendidikan itu sendiri. “Semakin tumbuh pendidikan di Indonesia, maka asuransi pendidikan juga akan seperti itu,” sebut mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya itu.

Dia menjelaskan, biaya pendidikan yang terus meningkat membuat masyarakat mencari alternatif pembiayaan bagi pendidikan anak-anaknya pada masa mendatang. Walaupun tidak menutupi semua kebutuhan biaya pendidikan, dengan adanya asuransi pendidikan masyarakat akan terbantu.

Itulah sebabnya sebagian besar masyarakat yang memiliki polis asuransi pendidikan menyamakan jatuh tempo pembayaran sesuai dengan jenjang pendidikan anak, yakni saat masuk SD, masuk SMP, masuk SMA atau masuk perguruan tinggi. Sebab, ketika anak-anak kejenjang sekolah yang lebih tinggi, masyarakat harus menyiapkan dana besar.

Dengan menjadi peserta asuransi pendidikan sama saja membuat orangtua lebih memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Tidak selamanya orangtua bisa membiayai pendidikan anak-anak. Apalagi tidak seorang pun yang bisa meramalkan masa depan akan seperti apa. Asuransi pendidikan bisa menjadi alternatif bagi orangtua yang ingin menjamin masa depan anak-anaknya.

Di luar negeri, dia menyebutkan, pertumbuhan asuransi pendidikan sudah tidak terlalu besar. Ini karena masyarakat luar negeri sudah menjadikan asuransi sebagai bagian dari kebutuhan wajib. “Sejak jauh-jauh hari, mereka telah memikirkan kebutuhan masa depan.Kalau kita kan masih belum seperti itu,” sebutnya.

Sementara praktisi asuransi Wiwit Prayitno mengatakan, asuransi pendidikan semakin diminati masyarakat dibandingkan asuransi pensiun. Diperkirakan, sejak dua tahun terakhir nilai premi asuransi syariah di Indonesia lebih dari 50 persen. Tidak menutup kemungkinan pada tahun-tahun mendatang persentasenya semakin besar.

Ini membuktikan masyarakat semakin melek pendidikan. Walaupun sebenarnya mereka mengetahui kalau nilai asuransi pendidikan yang diikuti masyarakat jumlahnya tidak sebesar biaya pendidikan. Tapi, setidaknya masyarakat sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menutupi biaya pendidikan.

Namun dia mengakui, perusahaan asuransi harus giat menyosialisasikan produknya sehingga masyarakat semakin mengenal produk-produk asuransi pendidikan. Dengan semakin gencarnya sosialisasi dan manfaatnya, dia berkeyakinan, masyarakat akan semakin banyak ikut asuransi pendidikan.

Asuransi pendidikan biasanya memberikan kepastian dalam hal jumlah. Artinya, masyarakat dijanjikan pada tahun-tahun tertentu dan diberi sejumlah dana yang telah dijanjikan. Misalnya, dengan membayar premi dalam jumlah tertentu, bisa bulanan atau tahunan. Selain itu diberikan janji akan mendapatkan sejumlah dana yang biasanya disesuaikan dengan jenjang pendidikan mereka seperti TK, SD, dan seterusnya. Sebagai investasi, asuransi ini akan mengelola dan menginvestasikan sebagian premi yang dibayarkan.

Sumber : okezone.com

Comments

8 Responses to “Asuransi Pendidikan Semakin Variatif”
  1. Truden says:

    Hi,
    Thanks for article. Everytime like to read you.
    Truden

  2. Achmad Fauzi says:

    Program itu memang bagus. Sayangnya pas terima bayaran, jadi susut kemakan inflasi.
    Salam.

  3. wiwit says:

    Suatu kehormatan Pak Achmad mendapat kunjungan dari Anda. Dan setuju sekali dg pendapat Pak Achmad. Untuk mengatasi hal itu (inflasi), sebaiknya dilakukan reviuw, contohnya ditingkatkan besaran investasinya sehingga hasilnya bisa mengalahkan laju inflasi.
    Salam hormat

  4. waduh mantep banget nih artikelnya, sepertinya mesti bookmark dulu nih, maklum udah malam

  5. Best SEO says:

    Benar. Informasinya sangat menarik dan bahkan mas wiwit masuk berita okezone ya. luar biasa! betah baca2 disini. semoga berkenan hadir kembali ke Blog Untuk SEO ya mas

  6. wiwit says:

    Pasti akan hadir lagi mas di Blog Anda besteasyseo.blogspot.com. Sukses selalu mas.

  7. Jaclyn says:

    Bagus banget infonya… Saya mau tanya donk… Kira2 asuransi pendidikan apa yah yg bagus…?? Dan berapa angsurannya tiap bulan. 2 tahun lagi anak saya akan masuk SD, jadi saya ingin mempersiapkannya… Mungkin bisa kasih kabar via email.

    Regards,
    Jaclyn

  8. sanji says:

    mas, maaf saya mau tanya,
    orang tua saya mengikuti asuransi pendidikan untuk adik saya,
    mungkin papa saya tidak membaca polis dengan baik sehingga ketika mau mengambil asuransi yang sudah berjumlah sekitar 20juta itu tidak bisa secara langsung diambil dan hanya bisa diambil per tahun sebesar 1 juta kalau tidak salah,

    yang ingin saya tanyakan, bisakah uang tersebut diambil semua sekaligus dan kira2 bagaimana klaim yang diajukan untuk mengambilnya? karena apabila 20 juta hanya dibayarkan per tahun maka 20 tahun mendatang baru habis.

    mohon maaf saya ini orang awam dan tidak mengerti hal seperti ini, saya bertanya ini karena papa saya seperti merasa tertipu. mohon penjelasannya mas.

    terimakasih banyak..

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!